alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Beberapa Anak Yatim Korban Terpapar Covid-19, Kini Temukan Wali Asuh

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso mencatat, dari 187 anak yatim/piatu, 50 anak di antaranya teridentifikasi telah memiliki orang tua asuh. Data itu diambil terakhir pada tanggal terakhir 10 Agustus lalu.

Kepala DPPKB Bondowoso Agus Suwardjito menjelaskan, ada komitmen pemerintah daerah melalui bupati dan wakil bupati. Yakni menjamin pemenuhan pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.

Termasuk kepengurusan administrasi kependudukan, hingga pendampingan psikologisnya. “Itu merupakan komitmen kuat dari pemerintah daerah. Siapa pun nanti, misalkan ada pergantian politis, siapa bupati dan wakil bupati, itu kuat,” jelas Agus.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pendataan anak yatim/piatu karena Covid-19 sementara belum dilanjutkan. Namun, pihaknya sudah mengedarkan format laporan bulanan di masing-masing kecamatan untuk memantaunya.

“Ini kan menjadi arahan provinsi dan pusat. Beliau-beliau masih merencanakan anggaran perubahan. Tapi, bentuk dari bantuan yang sudah masuk 187 belum ada action dari pemerintah pusat,” lanjut mantan Asisten 2 Pemkab Bondowoso tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan bahwa Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk menjamin penuh pendidikan gratis bagi anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19. Mulai dari tingkat paling bawah, yakni TK, hingga ke perguruan tinggi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso mencatat, dari 187 anak yatim/piatu, 50 anak di antaranya teridentifikasi telah memiliki orang tua asuh. Data itu diambil terakhir pada tanggal terakhir 10 Agustus lalu.

Kepala DPPKB Bondowoso Agus Suwardjito menjelaskan, ada komitmen pemerintah daerah melalui bupati dan wakil bupati. Yakni menjamin pemenuhan pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.

Termasuk kepengurusan administrasi kependudukan, hingga pendampingan psikologisnya. “Itu merupakan komitmen kuat dari pemerintah daerah. Siapa pun nanti, misalkan ada pergantian politis, siapa bupati dan wakil bupati, itu kuat,” jelas Agus.

Pendataan anak yatim/piatu karena Covid-19 sementara belum dilanjutkan. Namun, pihaknya sudah mengedarkan format laporan bulanan di masing-masing kecamatan untuk memantaunya.

“Ini kan menjadi arahan provinsi dan pusat. Beliau-beliau masih merencanakan anggaran perubahan. Tapi, bentuk dari bantuan yang sudah masuk 187 belum ada action dari pemerintah pusat,” lanjut mantan Asisten 2 Pemkab Bondowoso tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan bahwa Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk menjamin penuh pendidikan gratis bagi anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19. Mulai dari tingkat paling bawah, yakni TK, hingga ke perguruan tinggi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso mencatat, dari 187 anak yatim/piatu, 50 anak di antaranya teridentifikasi telah memiliki orang tua asuh. Data itu diambil terakhir pada tanggal terakhir 10 Agustus lalu.

Kepala DPPKB Bondowoso Agus Suwardjito menjelaskan, ada komitmen pemerintah daerah melalui bupati dan wakil bupati. Yakni menjamin pemenuhan pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.

Termasuk kepengurusan administrasi kependudukan, hingga pendampingan psikologisnya. “Itu merupakan komitmen kuat dari pemerintah daerah. Siapa pun nanti, misalkan ada pergantian politis, siapa bupati dan wakil bupati, itu kuat,” jelas Agus.

Pendataan anak yatim/piatu karena Covid-19 sementara belum dilanjutkan. Namun, pihaknya sudah mengedarkan format laporan bulanan di masing-masing kecamatan untuk memantaunya.

“Ini kan menjadi arahan provinsi dan pusat. Beliau-beliau masih merencanakan anggaran perubahan. Tapi, bentuk dari bantuan yang sudah masuk 187 belum ada action dari pemerintah pusat,” lanjut mantan Asisten 2 Pemkab Bondowoso tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan bahwa Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk menjamin penuh pendidikan gratis bagi anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19. Mulai dari tingkat paling bawah, yakni TK, hingga ke perguruan tinggi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/