alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Vaksinasi Pelajar SMP di Bondowoso Masih Minim

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya vaksinasi untuk pelajar hingga kini masih terus digalakkan. Ternyata, upaya vaksinasi untuk SMA dinilai lebih mudah. Berbeda dengan upaya vaksinasi untuk SMP. Ini menjadi pekerjaan rumah yang masih harus terus diedukasikan oleh satgas Covid-19 setempat.

Sebagai informasi, pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan mulai diperbolehkan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Setiap daerah yang berada pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga sudah boleh menggelar PTM terbatas. Untuk mengantisipasi penyebaran korona di sekolah, semua lembaga sekolah mulai menggerakkan vaksinasi untuk para siswanya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika memantau vaksinasi dosis kedua di SMAN 2 Bondowoso, kemarin (28/8). Menurut Irwan, tingkat kesadaran siswa SMA sederajat untuk melakukan vaksin terbilang cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, setiap sekolah mencapai 90 persen siswa yang sudah divaksin. “Kalau SMA sudah jadi kewenangan Jawa Timur. Jadi, edukasinya lebih mudah,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tingginya kesadaran siswa SMA untuk melakukan vaksinasi, kata dia, salah satunya karena mereka sudah bisa melakukan edukasi terhadap orang tua mereka. Mengingat, sebelum divaksin, para siswa harus meminta persetujuan dari orang tua atau wali mereka. “Kalau tingkat SMA justru siswanya yang mengedukasi orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, untuk vaksinasi siswa tingkat SMP dan di bawahnya, menurutnya, masih terbilang cukup rendah. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso. Salah satu kendala minimnya siswa yang sudah divaksin adalah membutuhkan persetujuan orang tua dan sebagainya. Terlebih para siswa SMP dinilai masih belum bisa mengedukasi orang tua mereka terkait pentingnya vaksin. “Akhirnya, banyak orang tua yang melarang anaknya untuk divaksin,” imbuhnya.

Apalagi, masih saja ada informasi hoax yang beredar di masyarakat. Terkait hal itu, dia mengaku masih akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya para wali murid, untuk memberikan pemahaman bahwa vaksin berbahaya adalah informasi tidak benar. “Ini perlu waktu untuk mengedukasi,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya vaksinasi untuk pelajar hingga kini masih terus digalakkan. Ternyata, upaya vaksinasi untuk SMA dinilai lebih mudah. Berbeda dengan upaya vaksinasi untuk SMP. Ini menjadi pekerjaan rumah yang masih harus terus diedukasikan oleh satgas Covid-19 setempat.

Sebagai informasi, pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan mulai diperbolehkan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Setiap daerah yang berada pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga sudah boleh menggelar PTM terbatas. Untuk mengantisipasi penyebaran korona di sekolah, semua lembaga sekolah mulai menggerakkan vaksinasi untuk para siswanya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika memantau vaksinasi dosis kedua di SMAN 2 Bondowoso, kemarin (28/8). Menurut Irwan, tingkat kesadaran siswa SMA sederajat untuk melakukan vaksin terbilang cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, setiap sekolah mencapai 90 persen siswa yang sudah divaksin. “Kalau SMA sudah jadi kewenangan Jawa Timur. Jadi, edukasinya lebih mudah,” paparnya.

Tingginya kesadaran siswa SMA untuk melakukan vaksinasi, kata dia, salah satunya karena mereka sudah bisa melakukan edukasi terhadap orang tua mereka. Mengingat, sebelum divaksin, para siswa harus meminta persetujuan dari orang tua atau wali mereka. “Kalau tingkat SMA justru siswanya yang mengedukasi orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, untuk vaksinasi siswa tingkat SMP dan di bawahnya, menurutnya, masih terbilang cukup rendah. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso. Salah satu kendala minimnya siswa yang sudah divaksin adalah membutuhkan persetujuan orang tua dan sebagainya. Terlebih para siswa SMP dinilai masih belum bisa mengedukasi orang tua mereka terkait pentingnya vaksin. “Akhirnya, banyak orang tua yang melarang anaknya untuk divaksin,” imbuhnya.

Apalagi, masih saja ada informasi hoax yang beredar di masyarakat. Terkait hal itu, dia mengaku masih akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya para wali murid, untuk memberikan pemahaman bahwa vaksin berbahaya adalah informasi tidak benar. “Ini perlu waktu untuk mengedukasi,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Upaya vaksinasi untuk pelajar hingga kini masih terus digalakkan. Ternyata, upaya vaksinasi untuk SMA dinilai lebih mudah. Berbeda dengan upaya vaksinasi untuk SMP. Ini menjadi pekerjaan rumah yang masih harus terus diedukasikan oleh satgas Covid-19 setempat.

Sebagai informasi, pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan mulai diperbolehkan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Setiap daerah yang berada pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga sudah boleh menggelar PTM terbatas. Untuk mengantisipasi penyebaran korona di sekolah, semua lembaga sekolah mulai menggerakkan vaksinasi untuk para siswanya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika memantau vaksinasi dosis kedua di SMAN 2 Bondowoso, kemarin (28/8). Menurut Irwan, tingkat kesadaran siswa SMA sederajat untuk melakukan vaksin terbilang cukup tinggi. Bahkan, berdasarkan informasi yang dia terima, setiap sekolah mencapai 90 persen siswa yang sudah divaksin. “Kalau SMA sudah jadi kewenangan Jawa Timur. Jadi, edukasinya lebih mudah,” paparnya.

Tingginya kesadaran siswa SMA untuk melakukan vaksinasi, kata dia, salah satunya karena mereka sudah bisa melakukan edukasi terhadap orang tua mereka. Mengingat, sebelum divaksin, para siswa harus meminta persetujuan dari orang tua atau wali mereka. “Kalau tingkat SMA justru siswanya yang mengedukasi orang tua,” tegasnya.

Sementara itu, untuk vaksinasi siswa tingkat SMP dan di bawahnya, menurutnya, masih terbilang cukup rendah. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso. Salah satu kendala minimnya siswa yang sudah divaksin adalah membutuhkan persetujuan orang tua dan sebagainya. Terlebih para siswa SMP dinilai masih belum bisa mengedukasi orang tua mereka terkait pentingnya vaksin. “Akhirnya, banyak orang tua yang melarang anaknya untuk divaksin,” imbuhnya.

Apalagi, masih saja ada informasi hoax yang beredar di masyarakat. Terkait hal itu, dia mengaku masih akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya para wali murid, untuk memberikan pemahaman bahwa vaksin berbahaya adalah informasi tidak benar. “Ini perlu waktu untuk mengedukasi,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/