alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

PPKM Terus Berlanjut Sebabkan Penurunan Omzet Wisata dan PAD Bondowoso

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso yang masih berada pada level 3 PPKM darurat membuat sejumlah objek wisata belum bisa dibuka. Penutupan sejumlah objek wisata berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Hal tersebut tentu memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. Sebab, Bondowoso terkenal dengan wisata alam pegunungannya yang memesona. Wisata-wisata andalan seperti Kalipait, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Air Panas Blawan, Air Terjun Niagara, Arak-Arak, hingga Kawah Ijen belum bisa menerima kunjungan.

“Tentu tutupnya wisata ini jelas memengaruhi PAD kabupaten. Itu sudah otomatis turun PAD-nya dari target sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi, beberapa waktu lalu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tak hanya wisata alam seperti Arak-Arak atau Kawah Wurung, wisata desa pun belum bisa dibuka. Meski demikian, dia belum mendapat laporan mengenai adanya pengelola wisata yang sudah kolaps dan tak bisa bangkit lagi. “Sementara ini belum ada. Karena penutupan ini kan sifatnya sementara. Jadi, kami berharap tidak ada laporan seperti itu. Dalam waktu dekat, apabila satu hingga dua bulan wisata sudah bisa dibuka lagi, kami harap para pengelola sudah siap segalanya,” urai Mulyadi.

Sebelumnya, Disparpora sudah mengumpulkan para pelaku wisata di Bondowoso. Baik wisata buatan, alami, maupun wisata desa. “Kami melakukan pembinaan, bersinergi, dan kolaborasi dalam program wisata di Bondowoso. Kami menyerap aspirasi mereka. Apa yang perlu dibenahi dari pelaku wisata, akan kami fasilitasi,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso yang masih berada pada level 3 PPKM darurat membuat sejumlah objek wisata belum bisa dibuka. Penutupan sejumlah objek wisata berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Hal tersebut tentu memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. Sebab, Bondowoso terkenal dengan wisata alam pegunungannya yang memesona. Wisata-wisata andalan seperti Kalipait, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Air Panas Blawan, Air Terjun Niagara, Arak-Arak, hingga Kawah Ijen belum bisa menerima kunjungan.

“Tentu tutupnya wisata ini jelas memengaruhi PAD kabupaten. Itu sudah otomatis turun PAD-nya dari target sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi, beberapa waktu lalu.

Tak hanya wisata alam seperti Arak-Arak atau Kawah Wurung, wisata desa pun belum bisa dibuka. Meski demikian, dia belum mendapat laporan mengenai adanya pengelola wisata yang sudah kolaps dan tak bisa bangkit lagi. “Sementara ini belum ada. Karena penutupan ini kan sifatnya sementara. Jadi, kami berharap tidak ada laporan seperti itu. Dalam waktu dekat, apabila satu hingga dua bulan wisata sudah bisa dibuka lagi, kami harap para pengelola sudah siap segalanya,” urai Mulyadi.

Sebelumnya, Disparpora sudah mengumpulkan para pelaku wisata di Bondowoso. Baik wisata buatan, alami, maupun wisata desa. “Kami melakukan pembinaan, bersinergi, dan kolaborasi dalam program wisata di Bondowoso. Kami menyerap aspirasi mereka. Apa yang perlu dibenahi dari pelaku wisata, akan kami fasilitasi,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso yang masih berada pada level 3 PPKM darurat membuat sejumlah objek wisata belum bisa dibuka. Penutupan sejumlah objek wisata berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

Hal tersebut tentu memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pariwisata. Sebab, Bondowoso terkenal dengan wisata alam pegunungannya yang memesona. Wisata-wisata andalan seperti Kalipait, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Air Panas Blawan, Air Terjun Niagara, Arak-Arak, hingga Kawah Ijen belum bisa menerima kunjungan.

“Tentu tutupnya wisata ini jelas memengaruhi PAD kabupaten. Itu sudah otomatis turun PAD-nya dari target sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Mulyadi, beberapa waktu lalu.

Tak hanya wisata alam seperti Arak-Arak atau Kawah Wurung, wisata desa pun belum bisa dibuka. Meski demikian, dia belum mendapat laporan mengenai adanya pengelola wisata yang sudah kolaps dan tak bisa bangkit lagi. “Sementara ini belum ada. Karena penutupan ini kan sifatnya sementara. Jadi, kami berharap tidak ada laporan seperti itu. Dalam waktu dekat, apabila satu hingga dua bulan wisata sudah bisa dibuka lagi, kami harap para pengelola sudah siap segalanya,” urai Mulyadi.

Sebelumnya, Disparpora sudah mengumpulkan para pelaku wisata di Bondowoso. Baik wisata buatan, alami, maupun wisata desa. “Kami melakukan pembinaan, bersinergi, dan kolaborasi dalam program wisata di Bondowoso. Kami menyerap aspirasi mereka. Apa yang perlu dibenahi dari pelaku wisata, akan kami fasilitasi,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/