alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Pemindahan Isoman Jangan Malah Bikin Sakit

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso telah menyiapkan tempat khusus isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Yaitu di UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (PTO PKT) Desa Pancoran. Kini, tugas pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten adalah secara bertahap memindahkan warga isoman ke gedung eks Klinik Paru tersebut, guna menjalani isolasi terpusat.

Namun, upaya itu tidaklah mudah, karena tak semua warga isoman bersedia dipindahkan ke tempat tersebut. Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menuturkan, perlu waktu untuk memberikan edukasi akan pentingnya isoter.

Pihaknya tidak ingin pemerintah justru berbenturan dengan masyarakat. Karena itu, mereka perlu diberikan pemahaman terlebih dahulu. “Sudah kami siapkan, tapi kami perlu waktu untuk melakukan edukasi tentang pentingnya isoter,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Irwan mewanti-wanti agar upaya pemindahan warga isoman ke gedung UPTD PTO PKT tidak sampai membuat mereka merasa terpaksa dan malah memperparah sakitnya. “Yang isoman dipaksakan ke isoter, justru nanti secara psikis tambah sakit. Jangan sampai semacam itu,” tegasnya.

Untuk itu, dalam kondisi saat ini Irwan menyebut pemerintah harus hadir bagi warga yang terdata menjalani isoman. Agar mereka diberikan perhatian dan pelayanan kesehatan secara intensif, baik oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu setempat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan pasien di tempat itu. Mulai dari peralatan untuk perawatan hingga empat tenaga sekaligus.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso telah menyiapkan tempat khusus isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Yaitu di UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (PTO PKT) Desa Pancoran. Kini, tugas pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten adalah secara bertahap memindahkan warga isoman ke gedung eks Klinik Paru tersebut, guna menjalani isolasi terpusat.

Namun, upaya itu tidaklah mudah, karena tak semua warga isoman bersedia dipindahkan ke tempat tersebut. Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menuturkan, perlu waktu untuk memberikan edukasi akan pentingnya isoter.

Pihaknya tidak ingin pemerintah justru berbenturan dengan masyarakat. Karena itu, mereka perlu diberikan pemahaman terlebih dahulu. “Sudah kami siapkan, tapi kami perlu waktu untuk melakukan edukasi tentang pentingnya isoter,” jelasnya.

Irwan mewanti-wanti agar upaya pemindahan warga isoman ke gedung UPTD PTO PKT tidak sampai membuat mereka merasa terpaksa dan malah memperparah sakitnya. “Yang isoman dipaksakan ke isoter, justru nanti secara psikis tambah sakit. Jangan sampai semacam itu,” tegasnya.

Untuk itu, dalam kondisi saat ini Irwan menyebut pemerintah harus hadir bagi warga yang terdata menjalani isoman. Agar mereka diberikan perhatian dan pelayanan kesehatan secara intensif, baik oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu setempat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan pasien di tempat itu. Mulai dari peralatan untuk perawatan hingga empat tenaga sekaligus.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso telah menyiapkan tempat khusus isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Yaitu di UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional (PTO PKT) Desa Pancoran. Kini, tugas pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten adalah secara bertahap memindahkan warga isoman ke gedung eks Klinik Paru tersebut, guna menjalani isolasi terpusat.

Namun, upaya itu tidaklah mudah, karena tak semua warga isoman bersedia dipindahkan ke tempat tersebut. Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menuturkan, perlu waktu untuk memberikan edukasi akan pentingnya isoter.

Pihaknya tidak ingin pemerintah justru berbenturan dengan masyarakat. Karena itu, mereka perlu diberikan pemahaman terlebih dahulu. “Sudah kami siapkan, tapi kami perlu waktu untuk melakukan edukasi tentang pentingnya isoter,” jelasnya.

Irwan mewanti-wanti agar upaya pemindahan warga isoman ke gedung UPTD PTO PKT tidak sampai membuat mereka merasa terpaksa dan malah memperparah sakitnya. “Yang isoman dipaksakan ke isoter, justru nanti secara psikis tambah sakit. Jangan sampai semacam itu,” tegasnya.

Untuk itu, dalam kondisi saat ini Irwan menyebut pemerintah harus hadir bagi warga yang terdata menjalani isoman. Agar mereka diberikan perhatian dan pelayanan kesehatan secara intensif, baik oleh puskesmas maupun puskesmas pembantu setempat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan segala kebutuhan pasien di tempat itu. Mulai dari peralatan untuk perawatan hingga empat tenaga sekaligus.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/