alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Status KLA Bondowoso Turun Kasta

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Bondowoso untuk tahun 2021 turun kasta dari madya menjadi pratama. Hal tersebut diketahui saat penyerahan penganugerahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual di pendapa kabupaten, kemarin (29/7).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso dr Agus Suwardjito menerangkan, predikat KLA Bondowoso sebelumnya di tahun 2019 berada pada tingkat madya. Walaupun demikian, disebutnya strata madya tersebut kurus. Artinya, berbatasan dengan strata di bawahnya. “Madyanya madya kurus. Jadi, perbatasan dengan pratama juga,” jelasnya.

Turunnya strata ini, kata Agus, dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yakni rendahnya anggaran karena refocusing di tengah pandemi Covid-19. Selanjutnya, angka perkawinan anak di Bondowoso yang juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di sisi lain, juga masih banyaknya jumlah lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Hal tersebut justru menggambarkan bahwa pemberdayaan keluarga di wilayah itu kurang bagus.

Disebutkan, di Bondowoso jumlah LKSA ada delapan yang menjadi binaan Dinas Sosial. Belum yang lain. “LKSA itu tidak boleh terlalu banyak. Kalau banyak, itu indikasinya kabupaten itu pemberdayaan keluarganya kurang bagus,” ujarnya.

Ditanya perihal angka kekerasan anak, ia tidak menjawab secara pasti. Agus hanya menerangkan bahwa melihat angka kekerasan seksual tidak meningkat signifikan di Bondowoso. Seperti saat era pandemi ada 13 kasus dan sebelum pandemi ada 11 kasus. Itu pun banyak yang sudah ditangani oleh DPPKB melalui lembaga yang sudah terbentuk.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Bondowoso untuk tahun 2021 turun kasta dari madya menjadi pratama. Hal tersebut diketahui saat penyerahan penganugerahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual di pendapa kabupaten, kemarin (29/7).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso dr Agus Suwardjito menerangkan, predikat KLA Bondowoso sebelumnya di tahun 2019 berada pada tingkat madya. Walaupun demikian, disebutnya strata madya tersebut kurus. Artinya, berbatasan dengan strata di bawahnya. “Madyanya madya kurus. Jadi, perbatasan dengan pratama juga,” jelasnya.

Turunnya strata ini, kata Agus, dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yakni rendahnya anggaran karena refocusing di tengah pandemi Covid-19. Selanjutnya, angka perkawinan anak di Bondowoso yang juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini.

Di sisi lain, juga masih banyaknya jumlah lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Hal tersebut justru menggambarkan bahwa pemberdayaan keluarga di wilayah itu kurang bagus.

Disebutkan, di Bondowoso jumlah LKSA ada delapan yang menjadi binaan Dinas Sosial. Belum yang lain. “LKSA itu tidak boleh terlalu banyak. Kalau banyak, itu indikasinya kabupaten itu pemberdayaan keluarganya kurang bagus,” ujarnya.

Ditanya perihal angka kekerasan anak, ia tidak menjawab secara pasti. Agus hanya menerangkan bahwa melihat angka kekerasan seksual tidak meningkat signifikan di Bondowoso. Seperti saat era pandemi ada 13 kasus dan sebelum pandemi ada 11 kasus. Itu pun banyak yang sudah ditangani oleh DPPKB melalui lembaga yang sudah terbentuk.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Bondowoso untuk tahun 2021 turun kasta dari madya menjadi pratama. Hal tersebut diketahui saat penyerahan penganugerahan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak secara virtual di pendapa kabupaten, kemarin (29/7).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bondowoso dr Agus Suwardjito menerangkan, predikat KLA Bondowoso sebelumnya di tahun 2019 berada pada tingkat madya. Walaupun demikian, disebutnya strata madya tersebut kurus. Artinya, berbatasan dengan strata di bawahnya. “Madyanya madya kurus. Jadi, perbatasan dengan pratama juga,” jelasnya.

Turunnya strata ini, kata Agus, dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yakni rendahnya anggaran karena refocusing di tengah pandemi Covid-19. Selanjutnya, angka perkawinan anak di Bondowoso yang juga menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas hingga saat ini.

Di sisi lain, juga masih banyaknya jumlah lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Hal tersebut justru menggambarkan bahwa pemberdayaan keluarga di wilayah itu kurang bagus.

Disebutkan, di Bondowoso jumlah LKSA ada delapan yang menjadi binaan Dinas Sosial. Belum yang lain. “LKSA itu tidak boleh terlalu banyak. Kalau banyak, itu indikasinya kabupaten itu pemberdayaan keluarganya kurang bagus,” ujarnya.

Ditanya perihal angka kekerasan anak, ia tidak menjawab secara pasti. Agus hanya menerangkan bahwa melihat angka kekerasan seksual tidak meningkat signifikan di Bondowoso. Seperti saat era pandemi ada 13 kasus dan sebelum pandemi ada 11 kasus. Itu pun banyak yang sudah ditangani oleh DPPKB melalui lembaga yang sudah terbentuk.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/