alexametrics
21.7 C
Jember
Wednesday, 29 September 2021

Seluruh PJU di Bondowoso Dihidupkan Serentak

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) di Bondowoso sudah kembali dinyalakan sejak kemarin malam. Penyalaan lampu tersebut dilakukan serentak di seluruh wilayah, dari kota hingga kecamatan. Meski demikian, ternyata penyalaan lampu tersebut tetap diberlakukan pembatasan jam penggunaannya.

Asisten 1 Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, pemadaman lampu yang dilakukan sebelumnya tujuan utamanya adalah untuk membatasi kegiatan masyarakat. Serta mencegah terjadinya kerumunan, khususnya saat malam hari.

Dijelaskan, pemadaman lampu merupakan salah satu indikator yang dipantau langsung oleh pemerintah pusat. “Rumusnya, ketika ada lampu menyala, di situ potensi untuk orang beraktivitas yang akhirnya juga bisa menimbulkan kerumunan,” jelasnya, saat dikonfirmasi setelah hearing bersama pedagang kaki lima (PKL) dan aktivis mahasiswa di Sabha Bhina 1, kemarin (29/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, ia menjelaskan, karena dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) disebutkan, aktivitas pedagang dan sebagainya dibatasi hingga pukul 20.00. Maka dari itu, dihidupkannya kembali lampu itu juga menyesuaikan dengan jam operasional tersebut. Artinya, lampu akan kembali dimatikan setelah pukul delapan malam. “Untuk titik-titik tertentu akan kembali dipadamkan,” katanya.

Ia juga mencontohkan beberapa tempat yang akan dimatikan. Di antaranya di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo serta pujasera Ki Ronggo. Kemudian, beberapa titik lain yang biasa digunakan sebagai tempat berkerumun lainnya.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan, penyalaan kembali lampu itu juga akan berlaku di setiap kecamatan yang ada di Bondowoso. “Nanti malam (kemarin malam, Red) insyaallah sudah menyala semua,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) di Bondowoso sudah kembali dinyalakan sejak kemarin malam. Penyalaan lampu tersebut dilakukan serentak di seluruh wilayah, dari kota hingga kecamatan. Meski demikian, ternyata penyalaan lampu tersebut tetap diberlakukan pembatasan jam penggunaannya.

Asisten 1 Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, pemadaman lampu yang dilakukan sebelumnya tujuan utamanya adalah untuk membatasi kegiatan masyarakat. Serta mencegah terjadinya kerumunan, khususnya saat malam hari.

Dijelaskan, pemadaman lampu merupakan salah satu indikator yang dipantau langsung oleh pemerintah pusat. “Rumusnya, ketika ada lampu menyala, di situ potensi untuk orang beraktivitas yang akhirnya juga bisa menimbulkan kerumunan,” jelasnya, saat dikonfirmasi setelah hearing bersama pedagang kaki lima (PKL) dan aktivis mahasiswa di Sabha Bhina 1, kemarin (29/7).

Selain itu, ia menjelaskan, karena dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) disebutkan, aktivitas pedagang dan sebagainya dibatasi hingga pukul 20.00. Maka dari itu, dihidupkannya kembali lampu itu juga menyesuaikan dengan jam operasional tersebut. Artinya, lampu akan kembali dimatikan setelah pukul delapan malam. “Untuk titik-titik tertentu akan kembali dipadamkan,” katanya.

Ia juga mencontohkan beberapa tempat yang akan dimatikan. Di antaranya di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo serta pujasera Ki Ronggo. Kemudian, beberapa titik lain yang biasa digunakan sebagai tempat berkerumun lainnya.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan, penyalaan kembali lampu itu juga akan berlaku di setiap kecamatan yang ada di Bondowoso. “Nanti malam (kemarin malam, Red) insyaallah sudah menyala semua,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) di Bondowoso sudah kembali dinyalakan sejak kemarin malam. Penyalaan lampu tersebut dilakukan serentak di seluruh wilayah, dari kota hingga kecamatan. Meski demikian, ternyata penyalaan lampu tersebut tetap diberlakukan pembatasan jam penggunaannya.

Asisten 1 Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, pemadaman lampu yang dilakukan sebelumnya tujuan utamanya adalah untuk membatasi kegiatan masyarakat. Serta mencegah terjadinya kerumunan, khususnya saat malam hari.

Dijelaskan, pemadaman lampu merupakan salah satu indikator yang dipantau langsung oleh pemerintah pusat. “Rumusnya, ketika ada lampu menyala, di situ potensi untuk orang beraktivitas yang akhirnya juga bisa menimbulkan kerumunan,” jelasnya, saat dikonfirmasi setelah hearing bersama pedagang kaki lima (PKL) dan aktivis mahasiswa di Sabha Bhina 1, kemarin (29/7).

Selain itu, ia menjelaskan, karena dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) disebutkan, aktivitas pedagang dan sebagainya dibatasi hingga pukul 20.00. Maka dari itu, dihidupkannya kembali lampu itu juga menyesuaikan dengan jam operasional tersebut. Artinya, lampu akan kembali dimatikan setelah pukul delapan malam. “Untuk titik-titik tertentu akan kembali dipadamkan,” katanya.

Ia juga mencontohkan beberapa tempat yang akan dimatikan. Di antaranya di sekitar Alun-Alun RBA Ki Ronggo serta pujasera Ki Ronggo. Kemudian, beberapa titik lain yang biasa digunakan sebagai tempat berkerumun lainnya.

Lebih lanjut, Wawan menyampaikan, penyalaan kembali lampu itu juga akan berlaku di setiap kecamatan yang ada di Bondowoso. “Nanti malam (kemarin malam, Red) insyaallah sudah menyala semua,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca