alexametrics
21.7 C
Jember
Wednesday, 29 September 2021

Perbaiki Komunikasi Satgas Kabupaten dan Kecamatan

Audiensi Komisi IV dengan Satgas Covid-19 Kabupaten

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai persoalan mengenai penanganan Covid-19 di Bondowoso serta seputar penerapan PPKM darurat menjadi bahasan dalam audiensi di ruang paripurna DPRD, kemarin (29/7). Komisi IV mengundang Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dalam audiensi tersebut.

Ketua Komisi IV Ady Kriesna memimpin langsung jalannya audiensi tersebut. Sementara satgas kabupaten diwakili oleh Mohammad Imron, juru bicara satgas, dan Ady Sunaryadi, sekretaris satgas. Selain itu, juga hadir Kasatreskrim Polres Bondowoso Agung Ari Bowo mewakili kapolres yang berhalangan hadir.

Ady Kriesna mengatakan, ada beberapa poin sebelumnya ketika beraudiensi dengan perwakilan PKL alun-alun. Seperti, mereka menginginkan kompensasi kerugian selama tidak bisa berjualan dalam kondisi PPKM darurat. Selain itu, pihaknya juga berharap beberapa kejadian kerusuhan pengambilan paksa jenazah tak terulang kembali. “Kami sudah pernah membicarakan ini. Kalau ada pasien meninggal Covid-19, harus dijelaskan juga bahwa jenazah meninggal bukan hanya terpapar Covid-19. Tapi juga ada penyakit komorbid lainnya,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, pihaknya menginginkan adanya koordinasi lebih baik dan detail antara pengambil kebijakan mengenai penanganan Covid-19 ini dengan pihak terkait yang berada di lapangan. “Harus ada koordinasi dan komunikasi yang bagus,” imbuhnya.

Komisi IV juga menyinggung mengenai suara sirene ambulans yang masih dinyalakan di sejumlah jalan desa atau perkampungan warga. Padahal sebelumnya mereka meminta ada kebijaksanaan sopir ambulans mematikan sirene. “Kami sudah mengingatkan dengan berkirim surat kepada kepala puskesmas dan direktur rumah sakit. Agar disampaikan ke sopir ambulans untuk mematikan sirene di wilayah desa. Tetapi, kalau di jalan protokol dinyalakan kembali untuk urusan urgensi ambulans,” kata Mohammad Imron.

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini melanjutkan, pihaknya bakal membuat standard operating procedure (SOP) terkait penanganan pasien dan jenazah Covid-19 sejak dari puskesmas dengan melibatkan saksi-saksi. Mulai dari kepala desa, camat, dan anggota keluarga. “Kami juga mengakui bahwa sosialisasi dan komunikasi belum baik kepada satgas kecamatan. Kami juga sudah mengingatkan tim satgas kecamatan dan desa agar bisa menggandeng tokoh masyarakat dan agama terkait sosialisasi Covid-19 dan penanganan jenazah,” kata pria yang juga menjadi Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai persoalan mengenai penanganan Covid-19 di Bondowoso serta seputar penerapan PPKM darurat menjadi bahasan dalam audiensi di ruang paripurna DPRD, kemarin (29/7). Komisi IV mengundang Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dalam audiensi tersebut.

Ketua Komisi IV Ady Kriesna memimpin langsung jalannya audiensi tersebut. Sementara satgas kabupaten diwakili oleh Mohammad Imron, juru bicara satgas, dan Ady Sunaryadi, sekretaris satgas. Selain itu, juga hadir Kasatreskrim Polres Bondowoso Agung Ari Bowo mewakili kapolres yang berhalangan hadir.

Ady Kriesna mengatakan, ada beberapa poin sebelumnya ketika beraudiensi dengan perwakilan PKL alun-alun. Seperti, mereka menginginkan kompensasi kerugian selama tidak bisa berjualan dalam kondisi PPKM darurat. Selain itu, pihaknya juga berharap beberapa kejadian kerusuhan pengambilan paksa jenazah tak terulang kembali. “Kami sudah pernah membicarakan ini. Kalau ada pasien meninggal Covid-19, harus dijelaskan juga bahwa jenazah meninggal bukan hanya terpapar Covid-19. Tapi juga ada penyakit komorbid lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut, pihaknya menginginkan adanya koordinasi lebih baik dan detail antara pengambil kebijakan mengenai penanganan Covid-19 ini dengan pihak terkait yang berada di lapangan. “Harus ada koordinasi dan komunikasi yang bagus,” imbuhnya.

Komisi IV juga menyinggung mengenai suara sirene ambulans yang masih dinyalakan di sejumlah jalan desa atau perkampungan warga. Padahal sebelumnya mereka meminta ada kebijaksanaan sopir ambulans mematikan sirene. “Kami sudah mengingatkan dengan berkirim surat kepada kepala puskesmas dan direktur rumah sakit. Agar disampaikan ke sopir ambulans untuk mematikan sirene di wilayah desa. Tetapi, kalau di jalan protokol dinyalakan kembali untuk urusan urgensi ambulans,” kata Mohammad Imron.

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini melanjutkan, pihaknya bakal membuat standard operating procedure (SOP) terkait penanganan pasien dan jenazah Covid-19 sejak dari puskesmas dengan melibatkan saksi-saksi. Mulai dari kepala desa, camat, dan anggota keluarga. “Kami juga mengakui bahwa sosialisasi dan komunikasi belum baik kepada satgas kecamatan. Kami juga sudah mengingatkan tim satgas kecamatan dan desa agar bisa menggandeng tokoh masyarakat dan agama terkait sosialisasi Covid-19 dan penanganan jenazah,” kata pria yang juga menjadi Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Berbagai persoalan mengenai penanganan Covid-19 di Bondowoso serta seputar penerapan PPKM darurat menjadi bahasan dalam audiensi di ruang paripurna DPRD, kemarin (29/7). Komisi IV mengundang Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso dalam audiensi tersebut.

Ketua Komisi IV Ady Kriesna memimpin langsung jalannya audiensi tersebut. Sementara satgas kabupaten diwakili oleh Mohammad Imron, juru bicara satgas, dan Ady Sunaryadi, sekretaris satgas. Selain itu, juga hadir Kasatreskrim Polres Bondowoso Agung Ari Bowo mewakili kapolres yang berhalangan hadir.

Ady Kriesna mengatakan, ada beberapa poin sebelumnya ketika beraudiensi dengan perwakilan PKL alun-alun. Seperti, mereka menginginkan kompensasi kerugian selama tidak bisa berjualan dalam kondisi PPKM darurat. Selain itu, pihaknya juga berharap beberapa kejadian kerusuhan pengambilan paksa jenazah tak terulang kembali. “Kami sudah pernah membicarakan ini. Kalau ada pasien meninggal Covid-19, harus dijelaskan juga bahwa jenazah meninggal bukan hanya terpapar Covid-19. Tapi juga ada penyakit komorbid lainnya,” bebernya.

Lebih lanjut, pihaknya menginginkan adanya koordinasi lebih baik dan detail antara pengambil kebijakan mengenai penanganan Covid-19 ini dengan pihak terkait yang berada di lapangan. “Harus ada koordinasi dan komunikasi yang bagus,” imbuhnya.

Komisi IV juga menyinggung mengenai suara sirene ambulans yang masih dinyalakan di sejumlah jalan desa atau perkampungan warga. Padahal sebelumnya mereka meminta ada kebijaksanaan sopir ambulans mematikan sirene. “Kami sudah mengingatkan dengan berkirim surat kepada kepala puskesmas dan direktur rumah sakit. Agar disampaikan ke sopir ambulans untuk mematikan sirene di wilayah desa. Tetapi, kalau di jalan protokol dinyalakan kembali untuk urusan urgensi ambulans,” kata Mohammad Imron.

Pria yang akrab disapa Dokter Imron ini melanjutkan, pihaknya bakal membuat standard operating procedure (SOP) terkait penanganan pasien dan jenazah Covid-19 sejak dari puskesmas dengan melibatkan saksi-saksi. Mulai dari kepala desa, camat, dan anggota keluarga. “Kami juga mengakui bahwa sosialisasi dan komunikasi belum baik kepada satgas kecamatan. Kami juga sudah mengingatkan tim satgas kecamatan dan desa agar bisa menggandeng tokoh masyarakat dan agama terkait sosialisasi Covid-19 dan penanganan jenazah,” kata pria yang juga menjadi Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca