alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

HMI dan PKL Datangi Pemkab Bondowoso Tuntut Janji Bantuan PKL

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bondowoso-Situbondo bersama perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun RBA Ki Ronggo mendatangi kantor Pemkab Bondowoso, Kamis pagi (29/7) kemarin. Hal ini berkaitan dengan sejumlah tuntutan atas janji yang belum direalisasikan hingga kini.

Juru Bicara HMI Miftahus Surur menerangkan, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penyerahan bantuan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) bagi warga terdampak PPKM level empat. Sebab, menurutnya, PPKM sudah berlangsung sejak 3 Juli. Namun, hingga naik ke level empat, anggaran dari APBD itu tidak segera diturunkan. “Kami menuntut secara tegas untuk disalurkan secara cepat,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya mendesak pemerintah segera menghidupkan penerangan jalan umum (PJU) secara menyeluruh. Baik di wilayah kota maupun desa. Khususnya di tempat yang dinilai rawan kriminalitas dan lainnya. “Kami juga meminta pemerintah untuk memberikan arahan kepada pihak rumah sakit. Agar tak melebih-lebihkan kabar kematian pasien Covid-19 karena mengganggu psikologis rakyat,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, dia mengaku akan melakukan aksi besar-besaran pada akhir Juli mendatang, manakala tuntutan mereka tak dipenuhi secara utuh oleh pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Asisten I Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, sejatinya mulai kemarin (29/7) para PKL sudah bisa beraktivitas. Tetapi, masih ada kendala yang dialami. “Masih ada miskomunikasi,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, terkait pembukaan jalan, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini masih dalam kondisi pembatasan kegiatan masyarakat. Sehingga implementasinya di titik tertentu masih diperlukan penyekatan. Penyesuaian penutupan jalan tersebut tak lain untuk menghindari terjadinya kerumunan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bondowoso-Situbondo bersama perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun RBA Ki Ronggo mendatangi kantor Pemkab Bondowoso, Kamis pagi (29/7) kemarin. Hal ini berkaitan dengan sejumlah tuntutan atas janji yang belum direalisasikan hingga kini.

Juru Bicara HMI Miftahus Surur menerangkan, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penyerahan bantuan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) bagi warga terdampak PPKM level empat. Sebab, menurutnya, PPKM sudah berlangsung sejak 3 Juli. Namun, hingga naik ke level empat, anggaran dari APBD itu tidak segera diturunkan. “Kami menuntut secara tegas untuk disalurkan secara cepat,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya mendesak pemerintah segera menghidupkan penerangan jalan umum (PJU) secara menyeluruh. Baik di wilayah kota maupun desa. Khususnya di tempat yang dinilai rawan kriminalitas dan lainnya. “Kami juga meminta pemerintah untuk memberikan arahan kepada pihak rumah sakit. Agar tak melebih-lebihkan kabar kematian pasien Covid-19 karena mengganggu psikologis rakyat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengaku akan melakukan aksi besar-besaran pada akhir Juli mendatang, manakala tuntutan mereka tak dipenuhi secara utuh oleh pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Asisten I Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, sejatinya mulai kemarin (29/7) para PKL sudah bisa beraktivitas. Tetapi, masih ada kendala yang dialami. “Masih ada miskomunikasi,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, terkait pembukaan jalan, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini masih dalam kondisi pembatasan kegiatan masyarakat. Sehingga implementasinya di titik tertentu masih diperlukan penyekatan. Penyesuaian penutupan jalan tersebut tak lain untuk menghindari terjadinya kerumunan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bondowoso-Situbondo bersama perwakilan pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun RBA Ki Ronggo mendatangi kantor Pemkab Bondowoso, Kamis pagi (29/7) kemarin. Hal ini berkaitan dengan sejumlah tuntutan atas janji yang belum direalisasikan hingga kini.

Juru Bicara HMI Miftahus Surur menerangkan, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penyerahan bantuan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) bagi warga terdampak PPKM level empat. Sebab, menurutnya, PPKM sudah berlangsung sejak 3 Juli. Namun, hingga naik ke level empat, anggaran dari APBD itu tidak segera diturunkan. “Kami menuntut secara tegas untuk disalurkan secara cepat,” ungkapnya.

Selanjutnya, pihaknya mendesak pemerintah segera menghidupkan penerangan jalan umum (PJU) secara menyeluruh. Baik di wilayah kota maupun desa. Khususnya di tempat yang dinilai rawan kriminalitas dan lainnya. “Kami juga meminta pemerintah untuk memberikan arahan kepada pihak rumah sakit. Agar tak melebih-lebihkan kabar kematian pasien Covid-19 karena mengganggu psikologis rakyat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengaku akan melakukan aksi besar-besaran pada akhir Juli mendatang, manakala tuntutan mereka tak dipenuhi secara utuh oleh pemerintah daerah.

Menanggapi hal itu, Asisten I Pemkab Bondowoso Wawan Setiawan mengatakan, sejatinya mulai kemarin (29/7) para PKL sudah bisa beraktivitas. Tetapi, masih ada kendala yang dialami. “Masih ada miskomunikasi,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, terkait pembukaan jalan, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini masih dalam kondisi pembatasan kegiatan masyarakat. Sehingga implementasinya di titik tertentu masih diperlukan penyekatan. Penyesuaian penutupan jalan tersebut tak lain untuk menghindari terjadinya kerumunan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/