alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Harga Melambung, Pedagang Cabai di Bondowoso Sepi Pembeli

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Cuara buruk mengakibatkan petani cabai gagal panen. Imbasnya, harga komoditas pertanian untuk bumbu dapur itu, terkerek melambung lantaran stok barang di pasaran menipis. Tak terkecuali di Bondowoso.

Rupanya, kondisi ini tak hanya meresahkan petani, pedagang di pasar tradisional juga merasakan hal yang sama. Salah satu harga komoditas bumbu dapur yang melonjak adalah cabai rawit.

Maimunah, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, harga bahan pokok rata-rata naik semua. Bahkan, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. “Kalau cabai merah harganya masih tetap, tidak ada penurunan,” terangnya, Kamis (30/6).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Hanya Daftarkan Delapan Cabor

Karena harga yang masih tinggi, dirinya tidak banyak menyetok barang. Apalagi, produk hortikultura seperti cabai atau tomat, tidak bisa tahan lama. Gampang membusuk. “Kalau dulu, di sini antre pembeli. Sekarang, meski mau lari-lari juga bisa,” ungkap Maimunah menggambarkan betapa sepinya Pasar Induk Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Cuara buruk mengakibatkan petani cabai gagal panen. Imbasnya, harga komoditas pertanian untuk bumbu dapur itu, terkerek melambung lantaran stok barang di pasaran menipis. Tak terkecuali di Bondowoso.

Rupanya, kondisi ini tak hanya meresahkan petani, pedagang di pasar tradisional juga merasakan hal yang sama. Salah satu harga komoditas bumbu dapur yang melonjak adalah cabai rawit.

Maimunah, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, harga bahan pokok rata-rata naik semua. Bahkan, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. “Kalau cabai merah harganya masih tetap, tidak ada penurunan,” terangnya, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Hanya Daftarkan Delapan Cabor

Karena harga yang masih tinggi, dirinya tidak banyak menyetok barang. Apalagi, produk hortikultura seperti cabai atau tomat, tidak bisa tahan lama. Gampang membusuk. “Kalau dulu, di sini antre pembeli. Sekarang, meski mau lari-lari juga bisa,” ungkap Maimunah menggambarkan betapa sepinya Pasar Induk Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID– Cuara buruk mengakibatkan petani cabai gagal panen. Imbasnya, harga komoditas pertanian untuk bumbu dapur itu, terkerek melambung lantaran stok barang di pasaran menipis. Tak terkecuali di Bondowoso.

Rupanya, kondisi ini tak hanya meresahkan petani, pedagang di pasar tradisional juga merasakan hal yang sama. Salah satu harga komoditas bumbu dapur yang melonjak adalah cabai rawit.

Maimunah, salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Bondowoso, mengatakan, harga bahan pokok rata-rata naik semua. Bahkan, harga cabai rawit saat ini sudah menyentuh Rp 85 ribu per kilogram. “Kalau cabai merah harganya masih tetap, tidak ada penurunan,” terangnya, Kamis (30/6).

BACA JUGA: Hanya Daftarkan Delapan Cabor

Karena harga yang masih tinggi, dirinya tidak banyak menyetok barang. Apalagi, produk hortikultura seperti cabai atau tomat, tidak bisa tahan lama. Gampang membusuk. “Kalau dulu, di sini antre pembeli. Sekarang, meski mau lari-lari juga bisa,” ungkap Maimunah menggambarkan betapa sepinya Pasar Induk Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/