alexametrics
24.9 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Dua Ribu Rapid Antigen untuk Perbatasan

Guna Lacak Persebaran Covid-19 Pengendara

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso menyiapkan ribuan alat rapid antigen di masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 di Kota Tape.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengatakan, sebanyak 2.000 alat rapid antigen telah disiapkan. Sesuai aturan, pengguna transportasi umum dan pribadi wajib menunjukkan surat hasil tes rapid antigen atau geNose negatif Covid-19. Sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi pengendara atau pemudik yang bergejala atau tidak bisa menunjukkan surat pemeriksaan tes Covid-19, akan dilakukan rapid test antigen di pos pemantauan perbatasan dan menjalani isolasi selama 5 hari (5 x 24 jam). “Alat rapid antigen yang disiapkan sebanyak 2.000 pcs. Untuk alat GeNose kami belum ada,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Imron menjelaskan, bila hasil pemeriksaan terbukti positif Covid-19, pendatang akan menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 Bondowoso. Selama menjalani isolasi mandiri, mereka dipantau ketat oleh para tenaga kesehatan. “Tempat karantina terpusat di gedung eks Akper di dekat RSU dr Koesnadi Bondowoso,” sebutnya.

Apabila ada pemudik, utamanya yang curi start, lolos memasuki wilayah Bondowoso, lanjut Imron, sesuai prosedur operasional standar (POS), satgas tingkat kecamatan atau desa bergerak melakukan tracing.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso menyiapkan ribuan alat rapid antigen di masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 di Kota Tape.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengatakan, sebanyak 2.000 alat rapid antigen telah disiapkan. Sesuai aturan, pengguna transportasi umum dan pribadi wajib menunjukkan surat hasil tes rapid antigen atau geNose negatif Covid-19. Sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi pengendara atau pemudik yang bergejala atau tidak bisa menunjukkan surat pemeriksaan tes Covid-19, akan dilakukan rapid test antigen di pos pemantauan perbatasan dan menjalani isolasi selama 5 hari (5 x 24 jam). “Alat rapid antigen yang disiapkan sebanyak 2.000 pcs. Untuk alat GeNose kami belum ada,” katanya.

Imron menjelaskan, bila hasil pemeriksaan terbukti positif Covid-19, pendatang akan menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 Bondowoso. Selama menjalani isolasi mandiri, mereka dipantau ketat oleh para tenaga kesehatan. “Tempat karantina terpusat di gedung eks Akper di dekat RSU dr Koesnadi Bondowoso,” sebutnya.

Apabila ada pemudik, utamanya yang curi start, lolos memasuki wilayah Bondowoso, lanjut Imron, sesuai prosedur operasional standar (POS), satgas tingkat kecamatan atau desa bergerak melakukan tracing.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso menyiapkan ribuan alat rapid antigen di masa larangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19 di Kota Tape.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso Mohammad Imron mengatakan, sebanyak 2.000 alat rapid antigen telah disiapkan. Sesuai aturan, pengguna transportasi umum dan pribadi wajib menunjukkan surat hasil tes rapid antigen atau geNose negatif Covid-19. Sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi pengendara atau pemudik yang bergejala atau tidak bisa menunjukkan surat pemeriksaan tes Covid-19, akan dilakukan rapid test antigen di pos pemantauan perbatasan dan menjalani isolasi selama 5 hari (5 x 24 jam). “Alat rapid antigen yang disiapkan sebanyak 2.000 pcs. Untuk alat GeNose kami belum ada,” katanya.

Imron menjelaskan, bila hasil pemeriksaan terbukti positif Covid-19, pendatang akan menjalani isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 Bondowoso. Selama menjalani isolasi mandiri, mereka dipantau ketat oleh para tenaga kesehatan. “Tempat karantina terpusat di gedung eks Akper di dekat RSU dr Koesnadi Bondowoso,” sebutnya.

Apabila ada pemudik, utamanya yang curi start, lolos memasuki wilayah Bondowoso, lanjut Imron, sesuai prosedur operasional standar (POS), satgas tingkat kecamatan atau desa bergerak melakukan tracing.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/