alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dua Pekerja Migran Mudik dari Malaysia

Dishub Bondowoso Perketat Penjemputan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten  mempersiapkan penjemputan terhadap dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang kampung. Keduanya diketahui warga asal Bondowoso yang bekerja di negeri jiran, Malaysia.

Hal itu dikonfirmasi oleh Bayu Aji Prabowo, Kasi Angkutan Orang dan Barang DLHP Bondowoso. Dia menegaskan, upaya penjemputan akan diperketat sesuai protokol kesehatan.   Pihaknya menyiapkan dua armada untuk penjemputan. Satu armada untuk mengangkut kedua PMI dan tenaga medis. Adapun armada lainnya untuk pengawalan yang dilakukan oleh petugas gabungan.

“Kalau sedikit (jumlahnya, Red) kami siapkan mungkin kendaraan dinas. Untuk pendampingnya migran, nanti didampingi tim kesehatan. Kami selain menyediakan armada, juga pengawalan,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kemarin, keduanya masih berada di asrama haji Surabaya untuk menjalani screening selama dua hari. Jika setelah dites kesehatan menunjukkan hasil positif terpapar Covid-19, mereka akan ditangani tim kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, mereka akan dijemput oleh tim khusus Satuan Tugas Pemkab Bondowoso. Mereka akan kembali menjalani screening lanjutan di gedung Akper Bondowoso sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.  “Kami swab kembali. Kalau negatif, baru kami telepon pihak kecamatan untuk dikarantina di desa masing-masing. Kalau positif, ya kami arahkan ke rumah sakit,” lanjut Bayu.

Tak hanya mewaspadai 400 PMI yang resmi terdata oleh pemerintah, Pemkab Bondowoso juga mewaspadai PMI ilegal. Pemprov Jatim, kata Bayu, akan menyaring PMI ilegal melalui manifest penerbangan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten  mempersiapkan penjemputan terhadap dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang kampung. Keduanya diketahui warga asal Bondowoso yang bekerja di negeri jiran, Malaysia.

Hal itu dikonfirmasi oleh Bayu Aji Prabowo, Kasi Angkutan Orang dan Barang DLHP Bondowoso. Dia menegaskan, upaya penjemputan akan diperketat sesuai protokol kesehatan.   Pihaknya menyiapkan dua armada untuk penjemputan. Satu armada untuk mengangkut kedua PMI dan tenaga medis. Adapun armada lainnya untuk pengawalan yang dilakukan oleh petugas gabungan.

“Kalau sedikit (jumlahnya, Red) kami siapkan mungkin kendaraan dinas. Untuk pendampingnya migran, nanti didampingi tim kesehatan. Kami selain menyediakan armada, juga pengawalan,” katanya.

Kemarin, keduanya masih berada di asrama haji Surabaya untuk menjalani screening selama dua hari. Jika setelah dites kesehatan menunjukkan hasil positif terpapar Covid-19, mereka akan ditangani tim kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, mereka akan dijemput oleh tim khusus Satuan Tugas Pemkab Bondowoso. Mereka akan kembali menjalani screening lanjutan di gedung Akper Bondowoso sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.  “Kami swab kembali. Kalau negatif, baru kami telepon pihak kecamatan untuk dikarantina di desa masing-masing. Kalau positif, ya kami arahkan ke rumah sakit,” lanjut Bayu.

Tak hanya mewaspadai 400 PMI yang resmi terdata oleh pemerintah, Pemkab Bondowoso juga mewaspadai PMI ilegal. Pemprov Jatim, kata Bayu, akan menyaring PMI ilegal melalui manifest penerbangan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten  mempersiapkan penjemputan terhadap dua orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan pulang kampung. Keduanya diketahui warga asal Bondowoso yang bekerja di negeri jiran, Malaysia.

Hal itu dikonfirmasi oleh Bayu Aji Prabowo, Kasi Angkutan Orang dan Barang DLHP Bondowoso. Dia menegaskan, upaya penjemputan akan diperketat sesuai protokol kesehatan.   Pihaknya menyiapkan dua armada untuk penjemputan. Satu armada untuk mengangkut kedua PMI dan tenaga medis. Adapun armada lainnya untuk pengawalan yang dilakukan oleh petugas gabungan.

“Kalau sedikit (jumlahnya, Red) kami siapkan mungkin kendaraan dinas. Untuk pendampingnya migran, nanti didampingi tim kesehatan. Kami selain menyediakan armada, juga pengawalan,” katanya.

Kemarin, keduanya masih berada di asrama haji Surabaya untuk menjalani screening selama dua hari. Jika setelah dites kesehatan menunjukkan hasil positif terpapar Covid-19, mereka akan ditangani tim kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, mereka akan dijemput oleh tim khusus Satuan Tugas Pemkab Bondowoso. Mereka akan kembali menjalani screening lanjutan di gedung Akper Bondowoso sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.  “Kami swab kembali. Kalau negatif, baru kami telepon pihak kecamatan untuk dikarantina di desa masing-masing. Kalau positif, ya kami arahkan ke rumah sakit,” lanjut Bayu.

Tak hanya mewaspadai 400 PMI yang resmi terdata oleh pemerintah, Pemkab Bondowoso juga mewaspadai PMI ilegal. Pemprov Jatim, kata Bayu, akan menyaring PMI ilegal melalui manifest penerbangan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/