alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Kurikulum dan Rombel Semua Sama

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Bondowoso masih dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya. Untuk negeri tetap ada persyaratan zonasi. Namun, untuk swasta tidak ada. Walau keduanya berbeda, namun hakikatnya sama. Terutama soal kurikulum dan jumlah rombongan belajar atau rombel.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, dalam satu kelas maksimal diisi oleh 32 rombongan belajar atau siswa. Hal itu menurutnya terpantau langsung melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Tidak boleh lebih dari itu. Karena akan tertolak dengan sendirinya oleh sistem,” katanya.

Pembatasan maksimal jumlah siswa itu diharapkan dapat meratakan jumlah siswa di sekolah, baik negeri maupun swasta. Oleh sebab itu, dia juga berharap kepada sekolah negeri untuk tidak menambah kelas lagi. “Bagi kami anak jangan sampai putus sekolah. Di mana pun itu sama, kurikulumnya sama, terus yang mengajar juga sama-sama sarjana,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Syarat lainnya untuk dapat mengikuti PPDB adalah tidak melebihi batas usia yang ditentukan. Yakni maksimal berusia 21 tahun saat mendaftar. Jika tidak, maka yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal. “Harus dikejar paket itu,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Bondowoso masih dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya. Untuk negeri tetap ada persyaratan zonasi. Namun, untuk swasta tidak ada. Walau keduanya berbeda, namun hakikatnya sama. Terutama soal kurikulum dan jumlah rombongan belajar atau rombel.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, dalam satu kelas maksimal diisi oleh 32 rombongan belajar atau siswa. Hal itu menurutnya terpantau langsung melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Tidak boleh lebih dari itu. Karena akan tertolak dengan sendirinya oleh sistem,” katanya.

Pembatasan maksimal jumlah siswa itu diharapkan dapat meratakan jumlah siswa di sekolah, baik negeri maupun swasta. Oleh sebab itu, dia juga berharap kepada sekolah negeri untuk tidak menambah kelas lagi. “Bagi kami anak jangan sampai putus sekolah. Di mana pun itu sama, kurikulumnya sama, terus yang mengajar juga sama-sama sarjana,” tegasnya.

Syarat lainnya untuk dapat mengikuti PPDB adalah tidak melebihi batas usia yang ditentukan. Yakni maksimal berusia 21 tahun saat mendaftar. Jika tidak, maka yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal. “Harus dikejar paket itu,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Bondowoso masih dilakukan dengan pola yang sama seperti tahun sebelumnya. Untuk negeri tetap ada persyaratan zonasi. Namun, untuk swasta tidak ada. Walau keduanya berbeda, namun hakikatnya sama. Terutama soal kurikulum dan jumlah rombongan belajar atau rombel.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menerangkan, dalam satu kelas maksimal diisi oleh 32 rombongan belajar atau siswa. Hal itu menurutnya terpantau langsung melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Tidak boleh lebih dari itu. Karena akan tertolak dengan sendirinya oleh sistem,” katanya.

Pembatasan maksimal jumlah siswa itu diharapkan dapat meratakan jumlah siswa di sekolah, baik negeri maupun swasta. Oleh sebab itu, dia juga berharap kepada sekolah negeri untuk tidak menambah kelas lagi. “Bagi kami anak jangan sampai putus sekolah. Di mana pun itu sama, kurikulumnya sama, terus yang mengajar juga sama-sama sarjana,” tegasnya.

Syarat lainnya untuk dapat mengikuti PPDB adalah tidak melebihi batas usia yang ditentukan. Yakni maksimal berusia 21 tahun saat mendaftar. Jika tidak, maka yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur nonformal. “Harus dikejar paket itu,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/