alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Usia Desa 529 Tahun, Lebih Tua dari Kabupaten

Ritual Bersih Desa di Tempat Lahir Singo Ulung Ada makna tolak bala dalam ritual bersih desa. Itulah salah satu makna yang terkandung di setiap ritual bersih desa. Pun dengan desa tempat lahirnya legenda Singo Ulung, yakni Desa Blimbing, Kecamatan Klabang. Desa ini membuat ritual bersih desa.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, memperingati bersih desa dengan menggelar upacara adat. Berbagai ritual mereka gelar guna meminta limpahan rezeki dan keselamatan. Acara bersih desa ini menampilkan beberapa tarian. Seperti Singo Ulung dan Topeng Kona. Khusus Singo Ulung, menjadi sajian spesial di desa ini. Karena legenda itu berasal dari sini.
Pertunjukan Singo Ulung ditampilkan bersama tari Topeng Kona dengan diiringi musik gamelan khas Desa Blimbing. Menceritakan asal usul Singo Ulung jelmaan tokoh masyarakat bernama Juk Seng. Dan Topeng Kona yang merepresentasikan seorang tokoh masyarakat sekaligus perangkat pemerintahan desa bernama Jasiman.
Makna yang terkandung dalam pertunjukan ini merupakan bagian dari ritual tradisional penolak bala atau malapetaka. Hingga kini, makam Mbah Singo (Juk Seng) sering dikunjungi masyarakat sebagai bentuk ungkapan puji syukur pada gelaran upacara bersih desa.
Seiring berjalannya waktu, Singo Ulung dan Topeng Kona dikemas menjadi sajian pertunjukan yang dikenal secara luas oleh masyarakat Bondowoso dengan nama Ronteg Singo Ulung dan ditampilkan dalam berbagai acara dan kegiatan. “Untuk menolak bala di Desa Blimbang. Masyarakat sudah diimbau untuk tidak hadir, tetapi mereka tetap antusias untuk hadir secara spontan,” tutur Samin, Kepala Desa Blimbing.
Warga pun beramai-ramai memberikan sedekah kepada penari Singo Ulung. Ritual bersih desa itu digelar di halaman Kantor Desa Blimbing. Selain tari-tarian, warga juga mengarak dengan membawa berbagai jenis hasil bumi. Arak-arakan itu menuju tempat yang dikeramatkan, yaitu Nangger.
Nangger merupakan tempat ritual guna melarungkan sesaji hasil bumi, yang diistilahkan dengan umbul air nangger di sungai desa. Sebelum melarungkan sesaji, warga berdoa dahulu bersama sesepuh desa. Mendoakan arwah nenek moyang serta meminta keselamatan.
“Harus diadakan tiap tahun. Kalau tidak diadakan, masyarakat bisa bergejolak. Karena menganggap gelaran ini sangat sakral,” imbuhnya.
Upacara bersih desa ini diadakan setahun sekali. Pada tiap pertengahan bulan Syakban. Tahun ini, bersih desa itu sudah digelar yang ke-529. Usia desa ini lebih tua dari usia Kabupaten Bondowoso, yang pada 2021 ini berusia 202 tahun.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, memperingati bersih desa dengan menggelar upacara adat. Berbagai ritual mereka gelar guna meminta limpahan rezeki dan keselamatan. Acara bersih desa ini menampilkan beberapa tarian. Seperti Singo Ulung dan Topeng Kona. Khusus Singo Ulung, menjadi sajian spesial di desa ini. Karena legenda itu berasal dari sini.
Pertunjukan Singo Ulung ditampilkan bersama tari Topeng Kona dengan diiringi musik gamelan khas Desa Blimbing. Menceritakan asal usul Singo Ulung jelmaan tokoh masyarakat bernama Juk Seng. Dan Topeng Kona yang merepresentasikan seorang tokoh masyarakat sekaligus perangkat pemerintahan desa bernama Jasiman.
Makna yang terkandung dalam pertunjukan ini merupakan bagian dari ritual tradisional penolak bala atau malapetaka. Hingga kini, makam Mbah Singo (Juk Seng) sering dikunjungi masyarakat sebagai bentuk ungkapan puji syukur pada gelaran upacara bersih desa.
Seiring berjalannya waktu, Singo Ulung dan Topeng Kona dikemas menjadi sajian pertunjukan yang dikenal secara luas oleh masyarakat Bondowoso dengan nama Ronteg Singo Ulung dan ditampilkan dalam berbagai acara dan kegiatan. “Untuk menolak bala di Desa Blimbang. Masyarakat sudah diimbau untuk tidak hadir, tetapi mereka tetap antusias untuk hadir secara spontan,” tutur Samin, Kepala Desa Blimbing.
Warga pun beramai-ramai memberikan sedekah kepada penari Singo Ulung. Ritual bersih desa itu digelar di halaman Kantor Desa Blimbing. Selain tari-tarian, warga juga mengarak dengan membawa berbagai jenis hasil bumi. Arak-arakan itu menuju tempat yang dikeramatkan, yaitu Nangger.
Nangger merupakan tempat ritual guna melarungkan sesaji hasil bumi, yang diistilahkan dengan umbul air nangger di sungai desa. Sebelum melarungkan sesaji, warga berdoa dahulu bersama sesepuh desa. Mendoakan arwah nenek moyang serta meminta keselamatan.
“Harus diadakan tiap tahun. Kalau tidak diadakan, masyarakat bisa bergejolak. Karena menganggap gelaran ini sangat sakral,” imbuhnya.
Upacara bersih desa ini diadakan setahun sekali. Pada tiap pertengahan bulan Syakban. Tahun ini, bersih desa itu sudah digelar yang ke-529. Usia desa ini lebih tua dari usia Kabupaten Bondowoso, yang pada 2021 ini berusia 202 tahun.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Warga Desa Blimbing, Kecamatan Klabang, memperingati bersih desa dengan menggelar upacara adat. Berbagai ritual mereka gelar guna meminta limpahan rezeki dan keselamatan. Acara bersih desa ini menampilkan beberapa tarian. Seperti Singo Ulung dan Topeng Kona. Khusus Singo Ulung, menjadi sajian spesial di desa ini. Karena legenda itu berasal dari sini.
Pertunjukan Singo Ulung ditampilkan bersama tari Topeng Kona dengan diiringi musik gamelan khas Desa Blimbing. Menceritakan asal usul Singo Ulung jelmaan tokoh masyarakat bernama Juk Seng. Dan Topeng Kona yang merepresentasikan seorang tokoh masyarakat sekaligus perangkat pemerintahan desa bernama Jasiman.
Makna yang terkandung dalam pertunjukan ini merupakan bagian dari ritual tradisional penolak bala atau malapetaka. Hingga kini, makam Mbah Singo (Juk Seng) sering dikunjungi masyarakat sebagai bentuk ungkapan puji syukur pada gelaran upacara bersih desa.
Seiring berjalannya waktu, Singo Ulung dan Topeng Kona dikemas menjadi sajian pertunjukan yang dikenal secara luas oleh masyarakat Bondowoso dengan nama Ronteg Singo Ulung dan ditampilkan dalam berbagai acara dan kegiatan. “Untuk menolak bala di Desa Blimbang. Masyarakat sudah diimbau untuk tidak hadir, tetapi mereka tetap antusias untuk hadir secara spontan,” tutur Samin, Kepala Desa Blimbing.
Warga pun beramai-ramai memberikan sedekah kepada penari Singo Ulung. Ritual bersih desa itu digelar di halaman Kantor Desa Blimbing. Selain tari-tarian, warga juga mengarak dengan membawa berbagai jenis hasil bumi. Arak-arakan itu menuju tempat yang dikeramatkan, yaitu Nangger.
Nangger merupakan tempat ritual guna melarungkan sesaji hasil bumi, yang diistilahkan dengan umbul air nangger di sungai desa. Sebelum melarungkan sesaji, warga berdoa dahulu bersama sesepuh desa. Mendoakan arwah nenek moyang serta meminta keselamatan.
“Harus diadakan tiap tahun. Kalau tidak diadakan, masyarakat bisa bergejolak. Karena menganggap gelaran ini sangat sakral,” imbuhnya.
Upacara bersih desa ini diadakan setahun sekali. Pada tiap pertengahan bulan Syakban. Tahun ini, bersih desa itu sudah digelar yang ke-529. Usia desa ini lebih tua dari usia Kabupaten Bondowoso, yang pada 2021 ini berusia 202 tahun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/