23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Menuju Bondowoso Republik Banana, Lahan Disediakan Pengelolaan Jangan Asal

Bondowoso punya banyak potensi dunia pertanian dan perkebunan. Sebelumnya pernah ada Bondowoso Republik Kopi (BRK) karena potensi kopinya. Sebentar lagi, bisa saja ada nama Bondowoso Republik Banana. Sebab, terpilih menjadi demplot penanaman produk hortikultura berbasis ekspor berupa pisang cavendish.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bunyi terdengar jelas ketika Bupati Bondowoso Salwa Arifin memotong pohon pisang. Ribuan pohon tersebut merupakan demplot penanaman pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer. Saat ini telah memasuki masa panen setelah penanaman selama 10 bulan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Proses panennya sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar; perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu); dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Panen pisang cavendish itu merupakan hasil demplot terbaik di Jatim. Sehingga ke depan, Pemkab Bondowoso melalui Pemprov Jatim, Kemenkeu, dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian berkomitmen untuk segera memperluas lahan penanaman pisang cavendish yang berorientasi ekspor. Selain itu, pemkab juga berencana untuk menjadikan kabupaten ini menjadi Bondowoso Republik Banana.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku bersyukur dan akan bersiap untuk mengembangkan penanaman pisang cavendish di Bumi Ki Ronggo. Bahkan, jika saat ini pelaksanaannya baru demplot, maka ke depan tidak lagi demplot, tapi perluasan penanaman. “Nanti melalui Dinas Pertanian (Dispertan Bondowoso, Red) kami siap untuk melakukan pengembangan lokal dengan menyiapkan 220 hektare lahan,” katanya.

Sementara itu, Hendri Widotono, Kepala Dispertan Bondowoso, mengatakan, pihaknya menyediakan 220 hektare sebagai lahan penanaman pisang cavendish. Namun demikian, ratusan hektare lahan tersebut masih akan diuji terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan kelayakan penanaman pisang cavendish kategori ekspor. Sebab, ada standar tersendiri berkaitan dengan kualitas dan sarana pendukung lainnya.

Luasan lahan itu, lanjut Hendri, masih di luar permintaan dari off-taker atau pemasok. Mereka merencanakan akan sewa lahan seluas 30 hektare pascapelaksanaan demplot. Tujuannya untuk mengimbangi ratusan hektare yang disiapkan oleh petani. Sekaligus menjaga kualitas petani yang berada di daerah itu. (c2/dwi)

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bunyi terdengar jelas ketika Bupati Bondowoso Salwa Arifin memotong pohon pisang. Ribuan pohon tersebut merupakan demplot penanaman pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer. Saat ini telah memasuki masa panen setelah penanaman selama 10 bulan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Proses panennya sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar; perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu); dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Panen pisang cavendish itu merupakan hasil demplot terbaik di Jatim. Sehingga ke depan, Pemkab Bondowoso melalui Pemprov Jatim, Kemenkeu, dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian berkomitmen untuk segera memperluas lahan penanaman pisang cavendish yang berorientasi ekspor. Selain itu, pemkab juga berencana untuk menjadikan kabupaten ini menjadi Bondowoso Republik Banana.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku bersyukur dan akan bersiap untuk mengembangkan penanaman pisang cavendish di Bumi Ki Ronggo. Bahkan, jika saat ini pelaksanaannya baru demplot, maka ke depan tidak lagi demplot, tapi perluasan penanaman. “Nanti melalui Dinas Pertanian (Dispertan Bondowoso, Red) kami siap untuk melakukan pengembangan lokal dengan menyiapkan 220 hektare lahan,” katanya.

Sementara itu, Hendri Widotono, Kepala Dispertan Bondowoso, mengatakan, pihaknya menyediakan 220 hektare sebagai lahan penanaman pisang cavendish. Namun demikian, ratusan hektare lahan tersebut masih akan diuji terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan kelayakan penanaman pisang cavendish kategori ekspor. Sebab, ada standar tersendiri berkaitan dengan kualitas dan sarana pendukung lainnya.

Luasan lahan itu, lanjut Hendri, masih di luar permintaan dari off-taker atau pemasok. Mereka merencanakan akan sewa lahan seluas 30 hektare pascapelaksanaan demplot. Tujuannya untuk mengimbangi ratusan hektare yang disiapkan oleh petani. Sekaligus menjaga kualitas petani yang berada di daerah itu. (c2/dwi)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bunyi terdengar jelas ketika Bupati Bondowoso Salwa Arifin memotong pohon pisang. Ribuan pohon tersebut merupakan demplot penanaman pisang cavendish di Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer. Saat ini telah memasuki masa panen setelah penanaman selama 10 bulan.

BACA JUGA : Rencana Kenaikan UMK 2023 di Jember Setara Beras 15 Kilogram

Proses panennya sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar; perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu); dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Panen pisang cavendish itu merupakan hasil demplot terbaik di Jatim. Sehingga ke depan, Pemkab Bondowoso melalui Pemprov Jatim, Kemenkeu, dan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian berkomitmen untuk segera memperluas lahan penanaman pisang cavendish yang berorientasi ekspor. Selain itu, pemkab juga berencana untuk menjadikan kabupaten ini menjadi Bondowoso Republik Banana.

Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengaku bersyukur dan akan bersiap untuk mengembangkan penanaman pisang cavendish di Bumi Ki Ronggo. Bahkan, jika saat ini pelaksanaannya baru demplot, maka ke depan tidak lagi demplot, tapi perluasan penanaman. “Nanti melalui Dinas Pertanian (Dispertan Bondowoso, Red) kami siap untuk melakukan pengembangan lokal dengan menyiapkan 220 hektare lahan,” katanya.

Sementara itu, Hendri Widotono, Kepala Dispertan Bondowoso, mengatakan, pihaknya menyediakan 220 hektare sebagai lahan penanaman pisang cavendish. Namun demikian, ratusan hektare lahan tersebut masih akan diuji terlebih dahulu. Hal itu untuk memastikan kelayakan penanaman pisang cavendish kategori ekspor. Sebab, ada standar tersendiri berkaitan dengan kualitas dan sarana pendukung lainnya.

Luasan lahan itu, lanjut Hendri, masih di luar permintaan dari off-taker atau pemasok. Mereka merencanakan akan sewa lahan seluas 30 hektare pascapelaksanaan demplot. Tujuannya untuk mengimbangi ratusan hektare yang disiapkan oleh petani. Sekaligus menjaga kualitas petani yang berada di daerah itu. (c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca