alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Tersendat Luasan Menuju Museum Terbuka

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bumi megalitikum menjadi julukan untuk Kabupaten Bondowoso. Lantaran begitu banyaknya penemuan bebatuan peninggalan prasejarah. Beragam batu-batuan itu seperti menhir, arca, sarkofagus, hingga manik-manik. Bisa didapati di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang berada di Desa Pekauman, Grujugan. Tempat ini sedianya sangat representatif untuk dijadikan museum. Sayangnya, terkendala luasan lahan.

Lokasi PIMB cukup strategis dan mudah dijangkau. Berada di dekat jalan provinsi Jember-Bondowoso. Dari jalan utama hanya sekitar 500 meter. Letaknya setelah dua pabrik pengolahan plywood. Pada area PIMB, ada bebatuan yang terletak di area terbuka, dan ada yang diletakkan di bangunan tertutup. Semaunya merupakan peninggalan prasejarah.

Kasi Sejarah Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso Hery Kusdariyanto mengatakan, hingga saat ini Bondowoso belum punya museum megalitikum. Padahal, sebagai pusat megalitikum, sedianya ada museum yang menyajikan benda-benda purbakala. “Kalau museum di Bondowoso ada, yaitu museum kereta api. Tapi yang purbakala belum ada,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, PIMB selama ini hanya sebagai pusat informasi. Tidak sebagai museum. Namun, kerap ada tawaran untuk mengembangkan sebagai museum. Dari itu, pihaknya pernah mengajukan tempat itu sebagai museum. Namun, ada beberapa syarat yang belum memenuhi untuk ditingkatkan menjadi museum. “Kendalanya itu luasannya kurang. Setidaknya kurang tiga hektare lagi,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bumi megalitikum menjadi julukan untuk Kabupaten Bondowoso. Lantaran begitu banyaknya penemuan bebatuan peninggalan prasejarah. Beragam batu-batuan itu seperti menhir, arca, sarkofagus, hingga manik-manik. Bisa didapati di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang berada di Desa Pekauman, Grujugan. Tempat ini sedianya sangat representatif untuk dijadikan museum. Sayangnya, terkendala luasan lahan.

Lokasi PIMB cukup strategis dan mudah dijangkau. Berada di dekat jalan provinsi Jember-Bondowoso. Dari jalan utama hanya sekitar 500 meter. Letaknya setelah dua pabrik pengolahan plywood. Pada area PIMB, ada bebatuan yang terletak di area terbuka, dan ada yang diletakkan di bangunan tertutup. Semaunya merupakan peninggalan prasejarah.

Kasi Sejarah Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso Hery Kusdariyanto mengatakan, hingga saat ini Bondowoso belum punya museum megalitikum. Padahal, sebagai pusat megalitikum, sedianya ada museum yang menyajikan benda-benda purbakala. “Kalau museum di Bondowoso ada, yaitu museum kereta api. Tapi yang purbakala belum ada,” jelasnya.

Dijelaskannya, PIMB selama ini hanya sebagai pusat informasi. Tidak sebagai museum. Namun, kerap ada tawaran untuk mengembangkan sebagai museum. Dari itu, pihaknya pernah mengajukan tempat itu sebagai museum. Namun, ada beberapa syarat yang belum memenuhi untuk ditingkatkan menjadi museum. “Kendalanya itu luasannya kurang. Setidaknya kurang tiga hektare lagi,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Bumi megalitikum menjadi julukan untuk Kabupaten Bondowoso. Lantaran begitu banyaknya penemuan bebatuan peninggalan prasejarah. Beragam batu-batuan itu seperti menhir, arca, sarkofagus, hingga manik-manik. Bisa didapati di Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PIMB) yang berada di Desa Pekauman, Grujugan. Tempat ini sedianya sangat representatif untuk dijadikan museum. Sayangnya, terkendala luasan lahan.

Lokasi PIMB cukup strategis dan mudah dijangkau. Berada di dekat jalan provinsi Jember-Bondowoso. Dari jalan utama hanya sekitar 500 meter. Letaknya setelah dua pabrik pengolahan plywood. Pada area PIMB, ada bebatuan yang terletak di area terbuka, dan ada yang diletakkan di bangunan tertutup. Semaunya merupakan peninggalan prasejarah.

Kasi Sejarah Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso Hery Kusdariyanto mengatakan, hingga saat ini Bondowoso belum punya museum megalitikum. Padahal, sebagai pusat megalitikum, sedianya ada museum yang menyajikan benda-benda purbakala. “Kalau museum di Bondowoso ada, yaitu museum kereta api. Tapi yang purbakala belum ada,” jelasnya.

Dijelaskannya, PIMB selama ini hanya sebagai pusat informasi. Tidak sebagai museum. Namun, kerap ada tawaran untuk mengembangkan sebagai museum. Dari itu, pihaknya pernah mengajukan tempat itu sebagai museum. Namun, ada beberapa syarat yang belum memenuhi untuk ditingkatkan menjadi museum. “Kendalanya itu luasannya kurang. Setidaknya kurang tiga hektare lagi,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/