alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Sumpah Pemuda, Tabur Bunga hingga Bakti Sosial

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangat para pemuda 92 tahun lalu terus menjadi pemicu semangat pemuda masa kini. Tepat 28 Oktober 1928, para pemuda bersatu menggelorakan Sumpah Pemuda. Sebagai salah satu bentuk pengingat, berbagai kegiatan dilakukan oleh kaum muda Bondowoso.

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan HMI melakukan tabur bunga dengan waktu yang berbeda. Berikutnya, Polres Bondowoso bersama Kodim 0822 menggelar bakti sosial bersama organisasi kepemudaan. Mulai dari PMII, GP Ansor, GMNI, dan beberapa organisasi lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pagi hari, DPD KNPI Bondowoso melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP). Siang harinya baru HMI Cabang Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua DPD KNPI Kukuh Rahardjo mengatakan, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah berdirinya NKRI. Selain mengandung nilai-nilai kepemudaan, juga ada nilai perjuangan menuju Kemerdekaan RI yang akhirnya diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. “Pemuda, termasuk di dalamnya ada KNPI, harus mengisi kemerdekaan RI dengan berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta,” imbuhnya.

Menurut Kukuh, tantangan pemuda ke depan sangat berat. “Kalau dulu berjuang untuk kemerdekaan, sekarang berjuang untuk kemakmuran. Yang berat, perang saat ini tidak adu senjata, tetapi adu kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, proxy war, bahkan perang ideologi.  “Makanya pemuda harus bersatu berjuang bersama-sama agar bangsa tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangat para pemuda 92 tahun lalu terus menjadi pemicu semangat pemuda masa kini. Tepat 28 Oktober 1928, para pemuda bersatu menggelorakan Sumpah Pemuda. Sebagai salah satu bentuk pengingat, berbagai kegiatan dilakukan oleh kaum muda Bondowoso.

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan HMI melakukan tabur bunga dengan waktu yang berbeda. Berikutnya, Polres Bondowoso bersama Kodim 0822 menggelar bakti sosial bersama organisasi kepemudaan. Mulai dari PMII, GP Ansor, GMNI, dan beberapa organisasi lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pagi hari, DPD KNPI Bondowoso melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP). Siang harinya baru HMI Cabang Bondowoso.

Ketua DPD KNPI Kukuh Rahardjo mengatakan, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah berdirinya NKRI. Selain mengandung nilai-nilai kepemudaan, juga ada nilai perjuangan menuju Kemerdekaan RI yang akhirnya diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. “Pemuda, termasuk di dalamnya ada KNPI, harus mengisi kemerdekaan RI dengan berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta,” imbuhnya.

Menurut Kukuh, tantangan pemuda ke depan sangat berat. “Kalau dulu berjuang untuk kemerdekaan, sekarang berjuang untuk kemakmuran. Yang berat, perang saat ini tidak adu senjata, tetapi adu kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, proxy war, bahkan perang ideologi.  “Makanya pemuda harus bersatu berjuang bersama-sama agar bangsa tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Semangat para pemuda 92 tahun lalu terus menjadi pemicu semangat pemuda masa kini. Tepat 28 Oktober 1928, para pemuda bersatu menggelorakan Sumpah Pemuda. Sebagai salah satu bentuk pengingat, berbagai kegiatan dilakukan oleh kaum muda Bondowoso.

DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan HMI melakukan tabur bunga dengan waktu yang berbeda. Berikutnya, Polres Bondowoso bersama Kodim 0822 menggelar bakti sosial bersama organisasi kepemudaan. Mulai dari PMII, GP Ansor, GMNI, dan beberapa organisasi lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, pagi hari, DPD KNPI Bondowoso melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP). Siang harinya baru HMI Cabang Bondowoso.

Ketua DPD KNPI Kukuh Rahardjo mengatakan, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak sejarah berdirinya NKRI. Selain mengandung nilai-nilai kepemudaan, juga ada nilai perjuangan menuju Kemerdekaan RI yang akhirnya diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. “Pemuda, termasuk di dalamnya ada KNPI, harus mengisi kemerdekaan RI dengan berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara tercinta,” imbuhnya.

Menurut Kukuh, tantangan pemuda ke depan sangat berat. “Kalau dulu berjuang untuk kemerdekaan, sekarang berjuang untuk kemakmuran. Yang berat, perang saat ini tidak adu senjata, tetapi adu kekuatan ekonomi, kekuatan teknologi, proxy war, bahkan perang ideologi.  “Makanya pemuda harus bersatu berjuang bersama-sama agar bangsa tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/