29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Pengemis yang Tak Pernah Berhenti Mengemis

Maraknya pengamen di Bondowoso seolah menjadi wajah tidak baik bagi daerah. Pengemis meminta-minta di pinggiran jalan, tepatnya di perempatan lampu lalu lintas, masih terus terjadi. Walau ada penertiban, tapi faktanya mereka tetap kembali lagi.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, di tengah sengatan terik matahari, terlihat perempuan tua sedang duduk dengan kaki selonjor di trotoar dekat SPBU Pejaten. Tiang listrik di sampingnya kerap menjadi sandaran. Satu buah kaleng bekas menemaninya menunggu uluran tangan pengendara saat lampu lalu lintas menyala merah.

BACA JUGA : Permainan Tradisional yang Terus Mendunia, Egrang Tanoker Ada Tariannya

Hingga waktu menunjukkan pukul 15.00, pengemis yang bernama Sum, 74, itu sudah menunggu becak yang biasa mengantarkan pulang perginya. Dirinya mengaku, untuk membayar ongkos becaknya, dirinya harus menyesuaikan membayar dengan hasil pemberian para pengendara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso seolah tak lagi menemukan solusi untuk melakukan pembinaan kepada pengemis di jalanan. Meski sudah sering ditertibkan, lalu dibina, ternyata tidak menjamin para pengemis tidak kembali mengemis.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban dan pembinaan kepada para pengemis. Namun, pembinaan itu tidak bertahan lama. Sekitar tiga bulan waktunya, para pengemis kembali melakukan aksinya. Menurut Anis, edukasi dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP. “Mereka (pengemis, Red) sadar saat diedukasi. Beberapa bulan setelahnya, mengemis lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, di tengah sengatan terik matahari, terlihat perempuan tua sedang duduk dengan kaki selonjor di trotoar dekat SPBU Pejaten. Tiang listrik di sampingnya kerap menjadi sandaran. Satu buah kaleng bekas menemaninya menunggu uluran tangan pengendara saat lampu lalu lintas menyala merah.

BACA JUGA : Permainan Tradisional yang Terus Mendunia, Egrang Tanoker Ada Tariannya

Hingga waktu menunjukkan pukul 15.00, pengemis yang bernama Sum, 74, itu sudah menunggu becak yang biasa mengantarkan pulang perginya. Dirinya mengaku, untuk membayar ongkos becaknya, dirinya harus menyesuaikan membayar dengan hasil pemberian para pengendara.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso seolah tak lagi menemukan solusi untuk melakukan pembinaan kepada pengemis di jalanan. Meski sudah sering ditertibkan, lalu dibina, ternyata tidak menjamin para pengemis tidak kembali mengemis.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban dan pembinaan kepada para pengemis. Namun, pembinaan itu tidak bertahan lama. Sekitar tiga bulan waktunya, para pengemis kembali melakukan aksinya. Menurut Anis, edukasi dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP. “Mereka (pengemis, Red) sadar saat diedukasi. Beberapa bulan setelahnya, mengemis lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Siang itu, di tengah sengatan terik matahari, terlihat perempuan tua sedang duduk dengan kaki selonjor di trotoar dekat SPBU Pejaten. Tiang listrik di sampingnya kerap menjadi sandaran. Satu buah kaleng bekas menemaninya menunggu uluran tangan pengendara saat lampu lalu lintas menyala merah.

BACA JUGA : Permainan Tradisional yang Terus Mendunia, Egrang Tanoker Ada Tariannya

Hingga waktu menunjukkan pukul 15.00, pengemis yang bernama Sum, 74, itu sudah menunggu becak yang biasa mengantarkan pulang perginya. Dirinya mengaku, untuk membayar ongkos becaknya, dirinya harus menyesuaikan membayar dengan hasil pemberian para pengendara.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso seolah tak lagi menemukan solusi untuk melakukan pembinaan kepada pengemis di jalanan. Meski sudah sering ditertibkan, lalu dibina, ternyata tidak menjamin para pengemis tidak kembali mengemis.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, pihaknya telah melakukan penertiban dan pembinaan kepada para pengemis. Namun, pembinaan itu tidak bertahan lama. Sekitar tiga bulan waktunya, para pengemis kembali melakukan aksinya. Menurut Anis, edukasi dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP. “Mereka (pengemis, Red) sadar saat diedukasi. Beberapa bulan setelahnya, mengemis lagi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/