alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Cegah Penularan Rabies ke Manusia, Berikut Caranya

Hewan Peliharaan Dapatkan Vaksin Rabies

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan hewan peliharaan, terdiri atas kucing, anjing, dan musang, menjadi target kegiatan vaksinasi rabies. Hal tersebut dilakukan dalam rangka World Rabies Day, atas kerja sama antara Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dengan Ikatan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur III.

Dalam agenda yang dilangsungkan di Kantor Dispertan Bondowoso, Selasa (28/9) pagi kemarin, Kabid Kesehatan Hewan Dispertan Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi rabies maupun kastrasi, para dokter hewan yang bertugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan awal. Terlebih, khusus untuk vaksinasi syaratnya adalah harus dipastikan hewan tersebut sehat. “Teman-teman melakukan pemeriksaan secara umum. Salah satunya denyut nadi, pernapasan, hingga suhu tubuhnya. Apakah dia demam atau tidak,” ujarnya.

Jika didapati suhu tubuh hewan yang akan divaksin tinggi, tidak lantas membuat pemberian vaksin langsung dibatalkan atau ditolak. Biasanya, mereka mendiamkan hewan tersebut selama beberapa saat. Sebab, dikhawatirkan suhu tersebut akibat terkena sinar matahari dan lainnya selama dalam perjalanan. “Kami pinggirkan, kami cek lagi. Kemudian, baru kita vaksin,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, rabies merupakan zoonosis strategis. Artinya, penyakit yang sedang menjadi perhatian dari pemerintah. Karena itu, mereka menilai perlunya untuk dilakukan vaksinasi rabies pada hewan. “Ini gerakan serentak di seluruh kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Hari ini (kemarin, Red) mereka melakukan vaksinasi rabies,” imbuhnya.

Terlebih, jenis penyakit satu ini dapat menular dari hewan kepada manusia. Sementara, untuk jenis hewan yang berpotensi terpapar rabies, menurut dr Cendy, di antaranya kucing, anjing, musang, hingga kelelawar.

Dijelaskannya, tanda-tanda hewan yang terpapar rabies di antaranya takut terhadap cahaya dan air, kemudian akan menyerang benda apa saja yang bergerak. “Kemudian, hewannya sendiri ditandai dengan hipersalifasi atau ngiler (keluar air liur, Red) yang berlebihan,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dr Cendy, masyarakat juga harus sadar untuk mengantisipasi penyakit ini. Mengingat, Kabupaten Bondowoso secara geografis tidak jauh dari pulau Bali. “Bali dianggap masih menjadi daerah wabah. Jadi, masih ada kasus kejadian rabies di Bali,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan hewan peliharaan, terdiri atas kucing, anjing, dan musang, menjadi target kegiatan vaksinasi rabies. Hal tersebut dilakukan dalam rangka World Rabies Day, atas kerja sama antara Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dengan Ikatan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur III.

Dalam agenda yang dilangsungkan di Kantor Dispertan Bondowoso, Selasa (28/9) pagi kemarin, Kabid Kesehatan Hewan Dispertan Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi rabies maupun kastrasi, para dokter hewan yang bertugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan awal. Terlebih, khusus untuk vaksinasi syaratnya adalah harus dipastikan hewan tersebut sehat. “Teman-teman melakukan pemeriksaan secara umum. Salah satunya denyut nadi, pernapasan, hingga suhu tubuhnya. Apakah dia demam atau tidak,” ujarnya.

Jika didapati suhu tubuh hewan yang akan divaksin tinggi, tidak lantas membuat pemberian vaksin langsung dibatalkan atau ditolak. Biasanya, mereka mendiamkan hewan tersebut selama beberapa saat. Sebab, dikhawatirkan suhu tersebut akibat terkena sinar matahari dan lainnya selama dalam perjalanan. “Kami pinggirkan, kami cek lagi. Kemudian, baru kita vaksin,” katanya.

Dijelaskannya, rabies merupakan zoonosis strategis. Artinya, penyakit yang sedang menjadi perhatian dari pemerintah. Karena itu, mereka menilai perlunya untuk dilakukan vaksinasi rabies pada hewan. “Ini gerakan serentak di seluruh kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Hari ini (kemarin, Red) mereka melakukan vaksinasi rabies,” imbuhnya.

Terlebih, jenis penyakit satu ini dapat menular dari hewan kepada manusia. Sementara, untuk jenis hewan yang berpotensi terpapar rabies, menurut dr Cendy, di antaranya kucing, anjing, musang, hingga kelelawar.

Dijelaskannya, tanda-tanda hewan yang terpapar rabies di antaranya takut terhadap cahaya dan air, kemudian akan menyerang benda apa saja yang bergerak. “Kemudian, hewannya sendiri ditandai dengan hipersalifasi atau ngiler (keluar air liur, Red) yang berlebihan,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dr Cendy, masyarakat juga harus sadar untuk mengantisipasi penyakit ini. Mengingat, Kabupaten Bondowoso secara geografis tidak jauh dari pulau Bali. “Bali dianggap masih menjadi daerah wabah. Jadi, masih ada kasus kejadian rabies di Bali,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan hewan peliharaan, terdiri atas kucing, anjing, dan musang, menjadi target kegiatan vaksinasi rabies. Hal tersebut dilakukan dalam rangka World Rabies Day, atas kerja sama antara Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dengan Ikatan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jawa Timur III.

Dalam agenda yang dilangsungkan di Kantor Dispertan Bondowoso, Selasa (28/9) pagi kemarin, Kabid Kesehatan Hewan Dispertan Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan bahwa sebelum dilakukan vaksinasi rabies maupun kastrasi, para dokter hewan yang bertugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan awal. Terlebih, khusus untuk vaksinasi syaratnya adalah harus dipastikan hewan tersebut sehat. “Teman-teman melakukan pemeriksaan secara umum. Salah satunya denyut nadi, pernapasan, hingga suhu tubuhnya. Apakah dia demam atau tidak,” ujarnya.

Jika didapati suhu tubuh hewan yang akan divaksin tinggi, tidak lantas membuat pemberian vaksin langsung dibatalkan atau ditolak. Biasanya, mereka mendiamkan hewan tersebut selama beberapa saat. Sebab, dikhawatirkan suhu tersebut akibat terkena sinar matahari dan lainnya selama dalam perjalanan. “Kami pinggirkan, kami cek lagi. Kemudian, baru kita vaksin,” katanya.

Dijelaskannya, rabies merupakan zoonosis strategis. Artinya, penyakit yang sedang menjadi perhatian dari pemerintah. Karena itu, mereka menilai perlunya untuk dilakukan vaksinasi rabies pada hewan. “Ini gerakan serentak di seluruh kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Hari ini (kemarin, Red) mereka melakukan vaksinasi rabies,” imbuhnya.

Terlebih, jenis penyakit satu ini dapat menular dari hewan kepada manusia. Sementara, untuk jenis hewan yang berpotensi terpapar rabies, menurut dr Cendy, di antaranya kucing, anjing, musang, hingga kelelawar.

Dijelaskannya, tanda-tanda hewan yang terpapar rabies di antaranya takut terhadap cahaya dan air, kemudian akan menyerang benda apa saja yang bergerak. “Kemudian, hewannya sendiri ditandai dengan hipersalifasi atau ngiler (keluar air liur, Red) yang berlebihan,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dr Cendy, masyarakat juga harus sadar untuk mengantisipasi penyakit ini. Mengingat, Kabupaten Bondowoso secara geografis tidak jauh dari pulau Bali. “Bali dianggap masih menjadi daerah wabah. Jadi, masih ada kasus kejadian rabies di Bali,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/