alexametrics
31.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Bahaya! Tiang Listrik Hampir Roboh sampai Kabel Menggelantung. Kok bisa ?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, diresahkan dengan kabel listrik yang bergelantungan rendah. Kabel sentral listrik jaringan tegangan rendah (JTR) tersebut jaraknya tidak sampai satu meter dari tanah. Kondisi itu dikeluhkan.

Diperparah dengan tiang listrik kabel tersebut yang hampir roboh. Apalagi lokasi kabel yang hampir menyentuh tanah itu memang berdekatan dengan permukiman warga. Seperti yang diungkapkan oleh Suhdi, 60, warga setempat. Dia mengatakan, kondisi kabel sentral JTR itu cukup lama. Bahkan kurang lebih 5 Tahun. “Ini terjadi sudah berlangsung lama, belum ada perubahan sama sekali dari PLN Wonosari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suhdi mengatakan, kondisi kabelnya saat ini sudah robek. Pembungkus kabel sudah ada yang terkelupas. Jika itu tetap dibiarkan, menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa ke depannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih saat musim hujan, kabel yang mulai mengelupas bungkusnya akan berpotensi setrumnya menyengat. “Tempat ini (posisi kabel yang hampir sentuh tanah, Red) terkadang banyak anak kecil bermain. Tentunya ini sangat membahayakan terhadap kondisi keselamatan jiwa,” imbuhnya.

Dia menerangkan, sudah berkali-kali warga mengadu. Namun, tidak ada tanggapan, sehingga masyarakat membuat penyangga swadaya dengan bambu. “Jika kabel tidak dikasih penyangga, maka ketinggiannya hanya setengah meter. Warga setempat sudah beberapa kali melapor. Namun, tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Bahkan, tiang penyangga listrik sudah miring dan nyaris roboh. Hal itu membuat masyarakat harus menyiasatinya dengan membuat penyangga dari bambu. Selain itu, dia juga mengaku sudah meminta petugas PLN Wonosari segera memperbaikinya agar tidak sampai menelan korban jiwa. “Sebelum kabel ini memakan korban, maka kami harap PLN segera memperbaikinya,” tutupnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, diresahkan dengan kabel listrik yang bergelantungan rendah. Kabel sentral listrik jaringan tegangan rendah (JTR) tersebut jaraknya tidak sampai satu meter dari tanah. Kondisi itu dikeluhkan.

Diperparah dengan tiang listrik kabel tersebut yang hampir roboh. Apalagi lokasi kabel yang hampir menyentuh tanah itu memang berdekatan dengan permukiman warga. Seperti yang diungkapkan oleh Suhdi, 60, warga setempat. Dia mengatakan, kondisi kabel sentral JTR itu cukup lama. Bahkan kurang lebih 5 Tahun. “Ini terjadi sudah berlangsung lama, belum ada perubahan sama sekali dari PLN Wonosari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suhdi mengatakan, kondisi kabelnya saat ini sudah robek. Pembungkus kabel sudah ada yang terkelupas. Jika itu tetap dibiarkan, menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa ke depannya.

Terlebih saat musim hujan, kabel yang mulai mengelupas bungkusnya akan berpotensi setrumnya menyengat. “Tempat ini (posisi kabel yang hampir sentuh tanah, Red) terkadang banyak anak kecil bermain. Tentunya ini sangat membahayakan terhadap kondisi keselamatan jiwa,” imbuhnya.

Dia menerangkan, sudah berkali-kali warga mengadu. Namun, tidak ada tanggapan, sehingga masyarakat membuat penyangga swadaya dengan bambu. “Jika kabel tidak dikasih penyangga, maka ketinggiannya hanya setengah meter. Warga setempat sudah beberapa kali melapor. Namun, tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Bahkan, tiang penyangga listrik sudah miring dan nyaris roboh. Hal itu membuat masyarakat harus menyiasatinya dengan membuat penyangga dari bambu. Selain itu, dia juga mengaku sudah meminta petugas PLN Wonosari segera memperbaikinya agar tidak sampai menelan korban jiwa. “Sebelum kabel ini memakan korban, maka kami harap PLN segera memperbaikinya,” tutupnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, diresahkan dengan kabel listrik yang bergelantungan rendah. Kabel sentral listrik jaringan tegangan rendah (JTR) tersebut jaraknya tidak sampai satu meter dari tanah. Kondisi itu dikeluhkan.

Diperparah dengan tiang listrik kabel tersebut yang hampir roboh. Apalagi lokasi kabel yang hampir menyentuh tanah itu memang berdekatan dengan permukiman warga. Seperti yang diungkapkan oleh Suhdi, 60, warga setempat. Dia mengatakan, kondisi kabel sentral JTR itu cukup lama. Bahkan kurang lebih 5 Tahun. “Ini terjadi sudah berlangsung lama, belum ada perubahan sama sekali dari PLN Wonosari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suhdi mengatakan, kondisi kabelnya saat ini sudah robek. Pembungkus kabel sudah ada yang terkelupas. Jika itu tetap dibiarkan, menurut dia, tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa ke depannya.

Terlebih saat musim hujan, kabel yang mulai mengelupas bungkusnya akan berpotensi setrumnya menyengat. “Tempat ini (posisi kabel yang hampir sentuh tanah, Red) terkadang banyak anak kecil bermain. Tentunya ini sangat membahayakan terhadap kondisi keselamatan jiwa,” imbuhnya.

Dia menerangkan, sudah berkali-kali warga mengadu. Namun, tidak ada tanggapan, sehingga masyarakat membuat penyangga swadaya dengan bambu. “Jika kabel tidak dikasih penyangga, maka ketinggiannya hanya setengah meter. Warga setempat sudah beberapa kali melapor. Namun, tidak ada tanggapan,” ujarnya.

Bahkan, tiang penyangga listrik sudah miring dan nyaris roboh. Hal itu membuat masyarakat harus menyiasatinya dengan membuat penyangga dari bambu. Selain itu, dia juga mengaku sudah meminta petugas PLN Wonosari segera memperbaikinya agar tidak sampai menelan korban jiwa. “Sebelum kabel ini memakan korban, maka kami harap PLN segera memperbaikinya,” tutupnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/