alexametrics
23.3 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Puluhan Ribu Blangko KIA Nganggur

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Kurang lebih ada 245 ribu anak Bondowoso yang belum mendapatkan kartu identitas anak (KIA). Jumlah tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Bondowoso. Mengingat hal itu dianggap penting sebagai identitas kependudukan.

BACA JUGA : Nilai Revisi RTRW Cacat Prosedur, PMII Jember Layangkan Lima Tuntutan

Plt Kepala Dispendukcapil Bondowoso Agung Trihandono mengatakan, sasaran KIA adalah anak dengan usia 0 hingga 16 tahun. Pihaknya menegaskan akan segera menuntaskan ratusan ribu anak yang belum memiliki kartu tersebut. Agar segera tercapai, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng pihak lembaga TK dan PAUD se-Kota Tape melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan sinergi tersebut, maka pembuatan KIA akan lebih mudah. Sebab, pengajuan pembuatan KIA dan akta kelahiran anak dapat dilakukan melalui pihak sekolah. Artinya, mereka tidak perlu datang ke Dispendukcapil. Program itu, kata Agung, sudah berjalan di beberapa lembaga TK dan PAUD. “Kami sudah bertemu dengan 100 pengelola TK dan PAUD untuk membicarakan KIA dan akta,” imbuhnya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Kurang lebih ada 245 ribu anak Bondowoso yang belum mendapatkan kartu identitas anak (KIA). Jumlah tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Bondowoso. Mengingat hal itu dianggap penting sebagai identitas kependudukan.

BACA JUGA : Nilai Revisi RTRW Cacat Prosedur, PMII Jember Layangkan Lima Tuntutan

Plt Kepala Dispendukcapil Bondowoso Agung Trihandono mengatakan, sasaran KIA adalah anak dengan usia 0 hingga 16 tahun. Pihaknya menegaskan akan segera menuntaskan ratusan ribu anak yang belum memiliki kartu tersebut. Agar segera tercapai, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng pihak lembaga TK dan PAUD se-Kota Tape melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso.

Dengan sinergi tersebut, maka pembuatan KIA akan lebih mudah. Sebab, pengajuan pembuatan KIA dan akta kelahiran anak dapat dilakukan melalui pihak sekolah. Artinya, mereka tidak perlu datang ke Dispendukcapil. Program itu, kata Agung, sudah berjalan di beberapa lembaga TK dan PAUD. “Kami sudah bertemu dengan 100 pengelola TK dan PAUD untuk membicarakan KIA dan akta,” imbuhnya.

DABASAH, Radar Ijen – Kurang lebih ada 245 ribu anak Bondowoso yang belum mendapatkan kartu identitas anak (KIA). Jumlah tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemkab Bondowoso. Mengingat hal itu dianggap penting sebagai identitas kependudukan.

BACA JUGA : Nilai Revisi RTRW Cacat Prosedur, PMII Jember Layangkan Lima Tuntutan

Plt Kepala Dispendukcapil Bondowoso Agung Trihandono mengatakan, sasaran KIA adalah anak dengan usia 0 hingga 16 tahun. Pihaknya menegaskan akan segera menuntaskan ratusan ribu anak yang belum memiliki kartu tersebut. Agar segera tercapai, salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng pihak lembaga TK dan PAUD se-Kota Tape melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso.

Dengan sinergi tersebut, maka pembuatan KIA akan lebih mudah. Sebab, pengajuan pembuatan KIA dan akta kelahiran anak dapat dilakukan melalui pihak sekolah. Artinya, mereka tidak perlu datang ke Dispendukcapil. Program itu, kata Agung, sudah berjalan di beberapa lembaga TK dan PAUD. “Kami sudah bertemu dengan 100 pengelola TK dan PAUD untuk membicarakan KIA dan akta,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/