alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Mulai Hari Ini PKL Bisa Jualan di Alun-Alun Bondowoso

Akhirnya Bisa Melapak di Pusat Kota

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Bondowoso kembali mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) untuk membuka dagangannya di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 40 Tahun 2021 bersama seluruh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa seluruh Bondowoso.

Dalam agenda yang berlangsung secara virtual di aula Sabha Bina Praja I, Rabu (28/7) pagi, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahtiar Rahmat mengatakan, peraturan bupati tersebut diubah karena menyesuaikan dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 24 Tahun 2021. Kemudian, agar diketahui masyarakat luas, pihaknya menyosialisasikan kepada pihak terkait.

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam perubahan perbup tersebut di antaranya memperbolehkan PKL di Alun-Alun Ki Ronggo untuk berjualan kembali. Dengan catatan jam buka berdagang dibatasi hingga pukul 20.00.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi pengunjung maupun pedagang. “Kasihan PKL yang jualan kalau ditutup. Hanya dibatasi jangan sampai ada kerumunan,” ujarnya.

Mulai hari ini, Irwan menegaskan bahwa lapak dagangan boleh dibuka. “Bisa makan di tempat, tapi dibatasi tidak boleh lebih dari 20 menit. Tidak boleh berkerumun. Maksimal tiga orang, yang terpenting harus menerapkan prokes ketat,” ujarnya.

Ke depannya, kata Irwan, Pemkab Bondowoso akan mengumpulkan paguyuban PKL, terutama yang berdagang di alun-alun. Tujuannya untuk memastikan mereka mematuhi aturan yang telah diberlakukan ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Bondowoso kembali mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) untuk membuka dagangannya di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 40 Tahun 2021 bersama seluruh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa seluruh Bondowoso.

Dalam agenda yang berlangsung secara virtual di aula Sabha Bina Praja I, Rabu (28/7) pagi, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahtiar Rahmat mengatakan, peraturan bupati tersebut diubah karena menyesuaikan dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 24 Tahun 2021. Kemudian, agar diketahui masyarakat luas, pihaknya menyosialisasikan kepada pihak terkait.

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam perubahan perbup tersebut di antaranya memperbolehkan PKL di Alun-Alun Ki Ronggo untuk berjualan kembali. Dengan catatan jam buka berdagang dibatasi hingga pukul 20.00.

Selain itu, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi pengunjung maupun pedagang. “Kasihan PKL yang jualan kalau ditutup. Hanya dibatasi jangan sampai ada kerumunan,” ujarnya.

Mulai hari ini, Irwan menegaskan bahwa lapak dagangan boleh dibuka. “Bisa makan di tempat, tapi dibatasi tidak boleh lebih dari 20 menit. Tidak boleh berkerumun. Maksimal tiga orang, yang terpenting harus menerapkan prokes ketat,” ujarnya.

Ke depannya, kata Irwan, Pemkab Bondowoso akan mengumpulkan paguyuban PKL, terutama yang berdagang di alun-alun. Tujuannya untuk memastikan mereka mematuhi aturan yang telah diberlakukan ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Bondowoso kembali mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) untuk membuka dagangannya di Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 40 Tahun 2021 bersama seluruh pemerintah kecamatan dan pemerintah desa seluruh Bondowoso.

Dalam agenda yang berlangsung secara virtual di aula Sabha Bina Praja I, Rabu (28/7) pagi, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bahtiar Rahmat mengatakan, peraturan bupati tersebut diubah karena menyesuaikan dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 24 Tahun 2021. Kemudian, agar diketahui masyarakat luas, pihaknya menyosialisasikan kepada pihak terkait.

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam perubahan perbup tersebut di antaranya memperbolehkan PKL di Alun-Alun Ki Ronggo untuk berjualan kembali. Dengan catatan jam buka berdagang dibatasi hingga pukul 20.00.

Selain itu, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat bagi pengunjung maupun pedagang. “Kasihan PKL yang jualan kalau ditutup. Hanya dibatasi jangan sampai ada kerumunan,” ujarnya.

Mulai hari ini, Irwan menegaskan bahwa lapak dagangan boleh dibuka. “Bisa makan di tempat, tapi dibatasi tidak boleh lebih dari 20 menit. Tidak boleh berkerumun. Maksimal tiga orang, yang terpenting harus menerapkan prokes ketat,” ujarnya.

Ke depannya, kata Irwan, Pemkab Bondowoso akan mengumpulkan paguyuban PKL, terutama yang berdagang di alun-alun. Tujuannya untuk memastikan mereka mematuhi aturan yang telah diberlakukan ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca