alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Kedatangan Asesor UNESCO Belum Jelas

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim asesor Ijen Geopark ke Kabupaten Bondowoso hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan datang. Awalnya, mereka diprediksi datang pada Juli. Namun, terpaksa diundur hingga Oktober mendatang akibat pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Ketua Harian Pelaksana Ijen Geopark Bondowoso Arif Setyo Raharjo menyebut bahwa tim penilai berasal dari Irlandia dan Tiongkok. Pihaknya masih terus menunggu apakah akan ada penundaan lebih lanjut atau tidak. “Ini masih belum ada informasi terbaru. Kita tinggal menunggu apakah tetap di Oktober atau diundur,” jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin (28/7).

Meski begitu, Tim Ijen Geopark Bondowoso terus melakukan persiapan. Arif menjelaskan, semua OPD yang terlibat dalam proyek tersebut sedang melakukan penguatan dan pembuktian eviden di lapangan. Di Disparpora misalnya, pihaknya melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan di situs-situs Ijen Geopark seperti toilet, area parkir, papan interpretasi kawasan, hingga papan rambu-rambu wisata.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Di PUPR, mereka sedang menyiapkan perbaikan beberapa akses yang menuju ke situs-situs Ijen Geopark. Terutama di kawasan Ijen dan Sumber Wringin,” papar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pariwisata di Disparpora Bondowoso ini.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) tengah mendorong peran aktif BUMDes dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam tata kelola kunjungan di situs Ijen Geopark. Adapun dari sisi pemasaran dan publikasi, dia menerangkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menguatkan konten-konten Ijen Geopark berupa foto dan video yang disebar kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). “Termasuk juga untuk yang Dikbud, sekolah di tingkat SD hingga SMA, udah loading dua program, yaitu Geopark Goes To School dan School Goes to Geopark,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim asesor Ijen Geopark ke Kabupaten Bondowoso hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan datang. Awalnya, mereka diprediksi datang pada Juli. Namun, terpaksa diundur hingga Oktober mendatang akibat pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Ketua Harian Pelaksana Ijen Geopark Bondowoso Arif Setyo Raharjo menyebut bahwa tim penilai berasal dari Irlandia dan Tiongkok. Pihaknya masih terus menunggu apakah akan ada penundaan lebih lanjut atau tidak. “Ini masih belum ada informasi terbaru. Kita tinggal menunggu apakah tetap di Oktober atau diundur,” jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin (28/7).

Meski begitu, Tim Ijen Geopark Bondowoso terus melakukan persiapan. Arif menjelaskan, semua OPD yang terlibat dalam proyek tersebut sedang melakukan penguatan dan pembuktian eviden di lapangan. Di Disparpora misalnya, pihaknya melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan di situs-situs Ijen Geopark seperti toilet, area parkir, papan interpretasi kawasan, hingga papan rambu-rambu wisata.

“Di PUPR, mereka sedang menyiapkan perbaikan beberapa akses yang menuju ke situs-situs Ijen Geopark. Terutama di kawasan Ijen dan Sumber Wringin,” papar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pariwisata di Disparpora Bondowoso ini.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) tengah mendorong peran aktif BUMDes dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam tata kelola kunjungan di situs Ijen Geopark. Adapun dari sisi pemasaran dan publikasi, dia menerangkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menguatkan konten-konten Ijen Geopark berupa foto dan video yang disebar kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). “Termasuk juga untuk yang Dikbud, sekolah di tingkat SD hingga SMA, udah loading dua program, yaitu Geopark Goes To School dan School Goes to Geopark,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim asesor Ijen Geopark ke Kabupaten Bondowoso hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akan datang. Awalnya, mereka diprediksi datang pada Juli. Namun, terpaksa diundur hingga Oktober mendatang akibat pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih cukup tinggi.

Ketua Harian Pelaksana Ijen Geopark Bondowoso Arif Setyo Raharjo menyebut bahwa tim penilai berasal dari Irlandia dan Tiongkok. Pihaknya masih terus menunggu apakah akan ada penundaan lebih lanjut atau tidak. “Ini masih belum ada informasi terbaru. Kita tinggal menunggu apakah tetap di Oktober atau diundur,” jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin (28/7).

Meski begitu, Tim Ijen Geopark Bondowoso terus melakukan persiapan. Arif menjelaskan, semua OPD yang terlibat dalam proyek tersebut sedang melakukan penguatan dan pembuktian eviden di lapangan. Di Disparpora misalnya, pihaknya melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan di situs-situs Ijen Geopark seperti toilet, area parkir, papan interpretasi kawasan, hingga papan rambu-rambu wisata.

“Di PUPR, mereka sedang menyiapkan perbaikan beberapa akses yang menuju ke situs-situs Ijen Geopark. Terutama di kawasan Ijen dan Sumber Wringin,” papar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pariwisata di Disparpora Bondowoso ini.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) tengah mendorong peran aktif BUMDes dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam tata kelola kunjungan di situs Ijen Geopark. Adapun dari sisi pemasaran dan publikasi, dia menerangkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menguatkan konten-konten Ijen Geopark berupa foto dan video yang disebar kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). “Termasuk juga untuk yang Dikbud, sekolah di tingkat SD hingga SMA, udah loading dua program, yaitu Geopark Goes To School dan School Goes to Geopark,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/