alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Pedagang Bersedia Kerja Sama

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik penggusuran atau penertiban PKL yang berjualan di trotoar depan PTPN X Bondowoso, Jalan Santawi, Kelurahan Nangkaan, memang mulai ada titik temu. Namun, sampai saat ini mereka masih ketar-ketir. Kondisi ini tentu menuntut sejumlah pihak untuk lebih memberikan perhatian serius agar kondisi terburuk tidak sampai terjadi.

BACA JUGA : BNI Lumajang Sukseskan Akad Massal FLPP 5.476 Debitur FLPP

Miftahul Huda, juru bicara PKL Jalan Santawi, meminta kepada pihak pemerintah daerah (pemda) setempat, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), untuk lebih aktif dalam memikirkan nasib para pedagang. Sebab, saat ini mereka sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari pemerintah setempat. Selain itu, dia berharap dinas terkait tidak hanya bergerak ketika ada keluhan atau komplain dari pihak ketiga. “Mereka punya keluarga dan bagian dari warga negara,” imbuh pria yang juga menjadi Direktur Lembaga Perlindungan dan Pengkajian Kebijakan Publik (LP2KP) Bondowoso itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya bersyukur dengan adanya media antara PKL Jalan Santawi dengan beberapa pihak terkait lainnya. Sebab, aspirasi mereka dapat tersampaikan dengan baik. Hal yang terpenting lainnya adalah tempat mereka berjualan masih tetap bisa digunakan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik penggusuran atau penertiban PKL yang berjualan di trotoar depan PTPN X Bondowoso, Jalan Santawi, Kelurahan Nangkaan, memang mulai ada titik temu. Namun, sampai saat ini mereka masih ketar-ketir. Kondisi ini tentu menuntut sejumlah pihak untuk lebih memberikan perhatian serius agar kondisi terburuk tidak sampai terjadi.

BACA JUGA : BNI Lumajang Sukseskan Akad Massal FLPP 5.476 Debitur FLPP

Miftahul Huda, juru bicara PKL Jalan Santawi, meminta kepada pihak pemerintah daerah (pemda) setempat, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), untuk lebih aktif dalam memikirkan nasib para pedagang. Sebab, saat ini mereka sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari pemerintah setempat. Selain itu, dia berharap dinas terkait tidak hanya bergerak ketika ada keluhan atau komplain dari pihak ketiga. “Mereka punya keluarga dan bagian dari warga negara,” imbuh pria yang juga menjadi Direktur Lembaga Perlindungan dan Pengkajian Kebijakan Publik (LP2KP) Bondowoso itu.

Pihaknya bersyukur dengan adanya media antara PKL Jalan Santawi dengan beberapa pihak terkait lainnya. Sebab, aspirasi mereka dapat tersampaikan dengan baik. Hal yang terpenting lainnya adalah tempat mereka berjualan masih tetap bisa digunakan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik penggusuran atau penertiban PKL yang berjualan di trotoar depan PTPN X Bondowoso, Jalan Santawi, Kelurahan Nangkaan, memang mulai ada titik temu. Namun, sampai saat ini mereka masih ketar-ketir. Kondisi ini tentu menuntut sejumlah pihak untuk lebih memberikan perhatian serius agar kondisi terburuk tidak sampai terjadi.

BACA JUGA : BNI Lumajang Sukseskan Akad Massal FLPP 5.476 Debitur FLPP

Miftahul Huda, juru bicara PKL Jalan Santawi, meminta kepada pihak pemerintah daerah (pemda) setempat, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), untuk lebih aktif dalam memikirkan nasib para pedagang. Sebab, saat ini mereka sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari pemerintah setempat. Selain itu, dia berharap dinas terkait tidak hanya bergerak ketika ada keluhan atau komplain dari pihak ketiga. “Mereka punya keluarga dan bagian dari warga negara,” imbuh pria yang juga menjadi Direktur Lembaga Perlindungan dan Pengkajian Kebijakan Publik (LP2KP) Bondowoso itu.

Pihaknya bersyukur dengan adanya media antara PKL Jalan Santawi dengan beberapa pihak terkait lainnya. Sebab, aspirasi mereka dapat tersampaikan dengan baik. Hal yang terpenting lainnya adalah tempat mereka berjualan masih tetap bisa digunakan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/