alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Keindahan Lukisan Berbahan Hasil Bumi Bondowoso

Butuh waktu dan ketelatenan ekstra agar menghasilkan gambar menarik. Apalagi jika karya lukisan itu dibuat dari biji kopi. Redy Dwi Cahyono mampu mengolahnya menjadi lukisan sosok proklamator kemerdekaan RI, Ir Soekarno.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah perupa di Bondowoso sedang melakukan gelar karya dalam rangka memeriahkan perhelatan Porprov VII Jatim. Di antara lukisan yang dipajang, salah satu lukisan terbilang cukup unik. Sebab, karya itu terbuat dari biji kopi yang sudah di-roasting. Hingga menghasilkan tekstur warna dan gambar yang menarik untuk dilihat.

BACA JUGA : Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Holywings

Salah satu hasil karya Redy, seniman yang menamai dirinya KOBO, adalah sebuah gambar pahlawan Republik Indonesia, Soekarno. Jika dilihat dari jarak yang cukup jauh, gambar tersebut memang terlihat sama seperti biasanya. Tidak terlihat seperti biji kopi yang disusun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tapi, jika dilihat dari jarak yang cukup dekat, maka akan tampak bahwa bahan dasar pembuatan karya tersebut adalah biji kopi yang sudah di-roasting, hingga warnanya berbeda beda. “Ini kopi murni sangraian. Saya ambil kopi arabika dari Ijen. Disangrai macem-macem, kemudian saya bentuk,” terangnya.

Bondowoso memang terkenal dengan produk kopi unggulannya. Bahkan sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) memang masih dikenal oleh khalayak luas, bukan hanya skala nasional tapi hingga internasional. Walaupun saat ini branding tersebut sudah mulai layu, karena tidak ada kegiatan langsung yang bersentuhan dengan dunia perkopian.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah perupa di Bondowoso sedang melakukan gelar karya dalam rangka memeriahkan perhelatan Porprov VII Jatim. Di antara lukisan yang dipajang, salah satu lukisan terbilang cukup unik. Sebab, karya itu terbuat dari biji kopi yang sudah di-roasting. Hingga menghasilkan tekstur warna dan gambar yang menarik untuk dilihat.

BACA JUGA : Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Holywings

Salah satu hasil karya Redy, seniman yang menamai dirinya KOBO, adalah sebuah gambar pahlawan Republik Indonesia, Soekarno. Jika dilihat dari jarak yang cukup jauh, gambar tersebut memang terlihat sama seperti biasanya. Tidak terlihat seperti biji kopi yang disusun.

Tapi, jika dilihat dari jarak yang cukup dekat, maka akan tampak bahwa bahan dasar pembuatan karya tersebut adalah biji kopi yang sudah di-roasting, hingga warnanya berbeda beda. “Ini kopi murni sangraian. Saya ambil kopi arabika dari Ijen. Disangrai macem-macem, kemudian saya bentuk,” terangnya.

Bondowoso memang terkenal dengan produk kopi unggulannya. Bahkan sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) memang masih dikenal oleh khalayak luas, bukan hanya skala nasional tapi hingga internasional. Walaupun saat ini branding tersebut sudah mulai layu, karena tidak ada kegiatan langsung yang bersentuhan dengan dunia perkopian.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah perupa di Bondowoso sedang melakukan gelar karya dalam rangka memeriahkan perhelatan Porprov VII Jatim. Di antara lukisan yang dipajang, salah satu lukisan terbilang cukup unik. Sebab, karya itu terbuat dari biji kopi yang sudah di-roasting. Hingga menghasilkan tekstur warna dan gambar yang menarik untuk dilihat.

BACA JUGA : Enam Orang Jadi Tersangka Kasus Holywings

Salah satu hasil karya Redy, seniman yang menamai dirinya KOBO, adalah sebuah gambar pahlawan Republik Indonesia, Soekarno. Jika dilihat dari jarak yang cukup jauh, gambar tersebut memang terlihat sama seperti biasanya. Tidak terlihat seperti biji kopi yang disusun.

Tapi, jika dilihat dari jarak yang cukup dekat, maka akan tampak bahwa bahan dasar pembuatan karya tersebut adalah biji kopi yang sudah di-roasting, hingga warnanya berbeda beda. “Ini kopi murni sangraian. Saya ambil kopi arabika dari Ijen. Disangrai macem-macem, kemudian saya bentuk,” terangnya.

Bondowoso memang terkenal dengan produk kopi unggulannya. Bahkan sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) memang masih dikenal oleh khalayak luas, bukan hanya skala nasional tapi hingga internasional. Walaupun saat ini branding tersebut sudah mulai layu, karena tidak ada kegiatan langsung yang bersentuhan dengan dunia perkopian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/