alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Petani Coba Tanam Kakao

Hasilnya Dikombinasikan dengan Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panen perdana kakao. Itulah yang saat ini dilakukan Suyitno, petani di Kecamatan Sukosari. Purnawirawan polisi yang kini menggeluti dunia perkopian ini mencoba peruntungan menanam kakao.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Suyitno menuturkan, tanah di Bondowoso sangat bagus ditanami pohon kakao. Khususnya di Sukosari dan Sumberwringin. Seperti kebun miliknya, kini sudah mulai panen. “Buah kakao bisa matang dan siap panen dalam kurun waktu 175 hari sejak dari bunga,” terangnya.

Dalam proses penumbuhan, selama ini pihaknya berusaha untuk melindungi pohon dari angin dan terik matahari. Kesuburan tanah dan serangan penyakit juga menjadi perhatian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat panen ini, Suyitno membuat analisis. Ternyata, rata-rata ada 30-40 biji dalam satu buah kakao. Sementara, diperlukan sekitar 400 biji yang telah dikeringkan untuk menghasilkan sekitar 450 gram kakao. “Panen pertama ini satu bulan yang lalu. Ada 10 kilogram biji kakao yang sudah saya panen. Sekarang masih proses penjemuran,” ujarnya.

Ditemui di kediamannya, beberapa hari lalu, dirinya baru saja memanen buah kakao pertama kali. “Setelah buah dipetik, lalu kulitnya dikupas. Barulah bijinya dikeluarkan untuk difermentasi,” katanya.

Proses fermentasi itu pun memakan waktu berhari-hari. Biji kakao itu harus dibolak-balik setiap hari selama tiga sampai lima hari lamanya. “Juga bisa dicuci,” imbuh dia.
Setelah itu, masuk dalam proses penjemuran hingga kering. Petani juga harus memperhatikan kadar air. Minimal 11 persen dan maksimal 13 persen. “Untuk menjaga agar tidak rusak. Setelah kering, biji kakao ini bisa disangrai selama 15 menit. Baru bisa digiling dijadikan bubuk cokelat,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panen perdana kakao. Itulah yang saat ini dilakukan Suyitno, petani di Kecamatan Sukosari. Purnawirawan polisi yang kini menggeluti dunia perkopian ini mencoba peruntungan menanam kakao.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Suyitno menuturkan, tanah di Bondowoso sangat bagus ditanami pohon kakao. Khususnya di Sukosari dan Sumberwringin. Seperti kebun miliknya, kini sudah mulai panen. “Buah kakao bisa matang dan siap panen dalam kurun waktu 175 hari sejak dari bunga,” terangnya.

Dalam proses penumbuhan, selama ini pihaknya berusaha untuk melindungi pohon dari angin dan terik matahari. Kesuburan tanah dan serangan penyakit juga menjadi perhatian.

Saat panen ini, Suyitno membuat analisis. Ternyata, rata-rata ada 30-40 biji dalam satu buah kakao. Sementara, diperlukan sekitar 400 biji yang telah dikeringkan untuk menghasilkan sekitar 450 gram kakao. “Panen pertama ini satu bulan yang lalu. Ada 10 kilogram biji kakao yang sudah saya panen. Sekarang masih proses penjemuran,” ujarnya.

Ditemui di kediamannya, beberapa hari lalu, dirinya baru saja memanen buah kakao pertama kali. “Setelah buah dipetik, lalu kulitnya dikupas. Barulah bijinya dikeluarkan untuk difermentasi,” katanya.

Proses fermentasi itu pun memakan waktu berhari-hari. Biji kakao itu harus dibolak-balik setiap hari selama tiga sampai lima hari lamanya. “Juga bisa dicuci,” imbuh dia.
Setelah itu, masuk dalam proses penjemuran hingga kering. Petani juga harus memperhatikan kadar air. Minimal 11 persen dan maksimal 13 persen. “Untuk menjaga agar tidak rusak. Setelah kering, biji kakao ini bisa disangrai selama 15 menit. Baru bisa digiling dijadikan bubuk cokelat,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Panen perdana kakao. Itulah yang saat ini dilakukan Suyitno, petani di Kecamatan Sukosari. Purnawirawan polisi yang kini menggeluti dunia perkopian ini mencoba peruntungan menanam kakao.

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Suyitno menuturkan, tanah di Bondowoso sangat bagus ditanami pohon kakao. Khususnya di Sukosari dan Sumberwringin. Seperti kebun miliknya, kini sudah mulai panen. “Buah kakao bisa matang dan siap panen dalam kurun waktu 175 hari sejak dari bunga,” terangnya.

Dalam proses penumbuhan, selama ini pihaknya berusaha untuk melindungi pohon dari angin dan terik matahari. Kesuburan tanah dan serangan penyakit juga menjadi perhatian.

Saat panen ini, Suyitno membuat analisis. Ternyata, rata-rata ada 30-40 biji dalam satu buah kakao. Sementara, diperlukan sekitar 400 biji yang telah dikeringkan untuk menghasilkan sekitar 450 gram kakao. “Panen pertama ini satu bulan yang lalu. Ada 10 kilogram biji kakao yang sudah saya panen. Sekarang masih proses penjemuran,” ujarnya.

Ditemui di kediamannya, beberapa hari lalu, dirinya baru saja memanen buah kakao pertama kali. “Setelah buah dipetik, lalu kulitnya dikupas. Barulah bijinya dikeluarkan untuk difermentasi,” katanya.

Proses fermentasi itu pun memakan waktu berhari-hari. Biji kakao itu harus dibolak-balik setiap hari selama tiga sampai lima hari lamanya. “Juga bisa dicuci,” imbuh dia.
Setelah itu, masuk dalam proses penjemuran hingga kering. Petani juga harus memperhatikan kadar air. Minimal 11 persen dan maksimal 13 persen. “Untuk menjaga agar tidak rusak. Setelah kering, biji kakao ini bisa disangrai selama 15 menit. Baru bisa digiling dijadikan bubuk cokelat,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/