alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dok! Putuskan Ada 2.156 Formasi CPNS

Semua Kencangkan Perut untuk CPNS

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui badan dan dinas serta sekretariat DPRD sama-sama mengencangkan perut. Program yang telah direncanakan harus rela untuk di-refocusing. Semua itu demi terwujudnya pengadaan formasi CPNS 2021. Karena kerja sama itu, akhirnya tahun ini yang awalnya CPNS sempat akan ditiadakan, kini diputuskan bisa terwujud.

Awalnya, karena mayoritas anggaran tersedot penanganan Covid-19, sempat ada rencana peniadaan formasi untuk CPNS. Pemkab awalnya hanya mampu melaksanakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, ketika ada 337 PNS baru, maka kebutuhan anggaran gaji dan tunjangan dalam setahun mencapai sekitar Rp 12,132 miliar. Gaji ini mulai dibayarkan sekitar Januari 2022.

Kemudian, kebutuhan untuk latsar/LPJ CPNS per orang sekitar Rp 9,2 juta. Sehingga ditotal diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,1 miliar. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan ini, dilakukanlah refocusing.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bupati menerangkan, pengadaan rekrutmen CPNS merujuk pada Keputusan MenPANRB tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2021.

Untuk tanggal pendaftarannya diperkirakan akan dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) pada akhir Mei, melalui halaman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kabupaten Bondowoso mendapatkan alokasi formasi sebanyak 2.156. Untuk CPNS sejumlah 337 formasi. Terdiri atas formasi kesehatan sebanyak 268 dan formasi teknis 69. Untuk PPPK sejumlah 1.819 Formasi. Yakni formasi khusus untuk guru honorer yang ada dalam database Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas bupati.

Terkait dengan penyediaan anggaran, Bupati Salwa mengaku telah menyiapkan melalui refocusing anggaran pada beberapa program kegiatan perangkat daerah (badan/dinas) termasuk pada Sekretariat DPRD.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui badan dan dinas serta sekretariat DPRD sama-sama mengencangkan perut. Program yang telah direncanakan harus rela untuk di-refocusing. Semua itu demi terwujudnya pengadaan formasi CPNS 2021. Karena kerja sama itu, akhirnya tahun ini yang awalnya CPNS sempat akan ditiadakan, kini diputuskan bisa terwujud.

Awalnya, karena mayoritas anggaran tersedot penanganan Covid-19, sempat ada rencana peniadaan formasi untuk CPNS. Pemkab awalnya hanya mampu melaksanakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, ketika ada 337 PNS baru, maka kebutuhan anggaran gaji dan tunjangan dalam setahun mencapai sekitar Rp 12,132 miliar. Gaji ini mulai dibayarkan sekitar Januari 2022.

Kemudian, kebutuhan untuk latsar/LPJ CPNS per orang sekitar Rp 9,2 juta. Sehingga ditotal diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,1 miliar. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan ini, dilakukanlah refocusing.

Bupati menerangkan, pengadaan rekrutmen CPNS merujuk pada Keputusan MenPANRB tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2021.

Untuk tanggal pendaftarannya diperkirakan akan dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) pada akhir Mei, melalui halaman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kabupaten Bondowoso mendapatkan alokasi formasi sebanyak 2.156. Untuk CPNS sejumlah 337 formasi. Terdiri atas formasi kesehatan sebanyak 268 dan formasi teknis 69. Untuk PPPK sejumlah 1.819 Formasi. Yakni formasi khusus untuk guru honorer yang ada dalam database Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas bupati.

Terkait dengan penyediaan anggaran, Bupati Salwa mengaku telah menyiapkan melalui refocusing anggaran pada beberapa program kegiatan perangkat daerah (badan/dinas) termasuk pada Sekretariat DPRD.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemkab Bondowoso melalui badan dan dinas serta sekretariat DPRD sama-sama mengencangkan perut. Program yang telah direncanakan harus rela untuk di-refocusing. Semua itu demi terwujudnya pengadaan formasi CPNS 2021. Karena kerja sama itu, akhirnya tahun ini yang awalnya CPNS sempat akan ditiadakan, kini diputuskan bisa terwujud.

Awalnya, karena mayoritas anggaran tersedot penanganan Covid-19, sempat ada rencana peniadaan formasi untuk CPNS. Pemkab awalnya hanya mampu melaksanakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebab, ketika ada 337 PNS baru, maka kebutuhan anggaran gaji dan tunjangan dalam setahun mencapai sekitar Rp 12,132 miliar. Gaji ini mulai dibayarkan sekitar Januari 2022.

Kemudian, kebutuhan untuk latsar/LPJ CPNS per orang sekitar Rp 9,2 juta. Sehingga ditotal diperkirakan mencapai sekitar Rp 3,1 miliar. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan ini, dilakukanlah refocusing.

Bupati menerangkan, pengadaan rekrutmen CPNS merujuk pada Keputusan MenPANRB tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso Tahun Anggaran 2021.

Untuk tanggal pendaftarannya diperkirakan akan dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) pada akhir Mei, melalui halaman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kabupaten Bondowoso mendapatkan alokasi formasi sebanyak 2.156. Untuk CPNS sejumlah 337 formasi. Terdiri atas formasi kesehatan sebanyak 268 dan formasi teknis 69. Untuk PPPK sejumlah 1.819 Formasi. Yakni formasi khusus untuk guru honorer yang ada dalam database Dapodik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas bupati.

Terkait dengan penyediaan anggaran, Bupati Salwa mengaku telah menyiapkan melalui refocusing anggaran pada beberapa program kegiatan perangkat daerah (badan/dinas) termasuk pada Sekretariat DPRD.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/