alexametrics
23 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Panen Berkurang, Harga Kopi Dunia Melejit

Petani Bondowoso Masih Diuntungkan

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKOSARI, Radar Ijen – Musim yang tidak menentu ternyata berdampak pada jumlah hasil panen kopi di Bondowoso. Untungnya, meski produktivitas berkurang, harga jualnya meningkat drastis, sehingga para petani tetap untung.

Baca Juga : Puasa, Bentuk Pendidikan dari Tuhan

Andi Wijaya, salah seorang petani di Kecamatan Sukosari, Bondowoso, mengatakan, berdasarkan hasil survei Harvest tahun ini, semua kebun kopi yang ada mengalami penurunan 30 hingga 40 persen. Itu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Karena pengaruh cuaca,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walaupun demikian, Andi mengatakan, petani tetap dapat bernapas sedikit lega. Mengingat, acuan harga ekspor kopi terbilang cukup tinggi. Yakni Rp 75 ribu untuk satu kilogramnya. Hal tersebut membuat para petani kopi mendapatkan untung lebih banyak. Bahkan, jumlah tersebut diprediksi terus meningkat hingga panen raya pada Mei mendatang.

- Advertisement -

SUKOSARI, Radar Ijen – Musim yang tidak menentu ternyata berdampak pada jumlah hasil panen kopi di Bondowoso. Untungnya, meski produktivitas berkurang, harga jualnya meningkat drastis, sehingga para petani tetap untung.

Baca Juga : Puasa, Bentuk Pendidikan dari Tuhan

Andi Wijaya, salah seorang petani di Kecamatan Sukosari, Bondowoso, mengatakan, berdasarkan hasil survei Harvest tahun ini, semua kebun kopi yang ada mengalami penurunan 30 hingga 40 persen. Itu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Karena pengaruh cuaca,” katanya.

Walaupun demikian, Andi mengatakan, petani tetap dapat bernapas sedikit lega. Mengingat, acuan harga ekspor kopi terbilang cukup tinggi. Yakni Rp 75 ribu untuk satu kilogramnya. Hal tersebut membuat para petani kopi mendapatkan untung lebih banyak. Bahkan, jumlah tersebut diprediksi terus meningkat hingga panen raya pada Mei mendatang.

SUKOSARI, Radar Ijen – Musim yang tidak menentu ternyata berdampak pada jumlah hasil panen kopi di Bondowoso. Untungnya, meski produktivitas berkurang, harga jualnya meningkat drastis, sehingga para petani tetap untung.

Baca Juga : Puasa, Bentuk Pendidikan dari Tuhan

Andi Wijaya, salah seorang petani di Kecamatan Sukosari, Bondowoso, mengatakan, berdasarkan hasil survei Harvest tahun ini, semua kebun kopi yang ada mengalami penurunan 30 hingga 40 persen. Itu jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Karena pengaruh cuaca,” katanya.

Walaupun demikian, Andi mengatakan, petani tetap dapat bernapas sedikit lega. Mengingat, acuan harga ekspor kopi terbilang cukup tinggi. Yakni Rp 75 ribu untuk satu kilogramnya. Hal tersebut membuat para petani kopi mendapatkan untung lebih banyak. Bahkan, jumlah tersebut diprediksi terus meningkat hingga panen raya pada Mei mendatang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/