alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Ribuan Santri Nurul Jadid Disambut Prokes

Orang Tua Menjemput di Lima Titik Berbeda

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan santri Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid (NJ) Paiton, Probolinggo, yang berasal dari Bondowoso dipulangkan rombongan, kemarin (28/4). Mereka diantar dengan bus yang sudah disediakan pihak pesantren. Kemudian, diturunkan ke lima titik penjemputan. Salah satunya di halaman UNEJ Kampus Bondowoso.

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Bondowoso menyambut dengan protokol kesehatan. Santri yang turun dari bus diarahkan ke petugas kesehatan. Berikutnya, diperiksa suhu tubuh dan kondisi kesehatannya. Selanjutnya, dilakukan pendataan. Mulai dari alamat lengkap hingga nomor telepon masing-masing.

Ketua Alumni PP Nurul Jadid wilayah Bondowoso, Mohammad Araf Sudarman, menyampaikan bahwa proses pemulangan secara bersama-sama dan dikoordinasi ini dilakukan sejak adanya pandemi Covid-19. Sebelumnya proses pemulangannya langsung dijemput orang tua ke pondok.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, pihak ponpes sebenarnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebelum pulang, para santri sudah dilakukan karantina di pondok. “Pemulangannya juga diatur sesuai dengan jadwal. Diawali kabupaten di luar Jawa. Setelah itu, Jawa yang terjauh, kemudian dilanjutkan dengan yang terdekat,” ungkapnya.

Sebelum memasuki bus yang sudah ditentukan, mereka juga dicek kondisi tubuhnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa santri yang dipulangkan benar-benar dalam kondisi sehat. Kemudian, setelah sampai ke titik penjemputan, mereka akan kembali mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan setempat. Serta barang bawaannya akan disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan santri Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid (NJ) Paiton, Probolinggo, yang berasal dari Bondowoso dipulangkan rombongan, kemarin (28/4). Mereka diantar dengan bus yang sudah disediakan pihak pesantren. Kemudian, diturunkan ke lima titik penjemputan. Salah satunya di halaman UNEJ Kampus Bondowoso.

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Bondowoso menyambut dengan protokol kesehatan. Santri yang turun dari bus diarahkan ke petugas kesehatan. Berikutnya, diperiksa suhu tubuh dan kondisi kesehatannya. Selanjutnya, dilakukan pendataan. Mulai dari alamat lengkap hingga nomor telepon masing-masing.

Ketua Alumni PP Nurul Jadid wilayah Bondowoso, Mohammad Araf Sudarman, menyampaikan bahwa proses pemulangan secara bersama-sama dan dikoordinasi ini dilakukan sejak adanya pandemi Covid-19. Sebelumnya proses pemulangannya langsung dijemput orang tua ke pondok.

Dijelaskannya, pihak ponpes sebenarnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebelum pulang, para santri sudah dilakukan karantina di pondok. “Pemulangannya juga diatur sesuai dengan jadwal. Diawali kabupaten di luar Jawa. Setelah itu, Jawa yang terjauh, kemudian dilanjutkan dengan yang terdekat,” ungkapnya.

Sebelum memasuki bus yang sudah ditentukan, mereka juga dicek kondisi tubuhnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa santri yang dipulangkan benar-benar dalam kondisi sehat. Kemudian, setelah sampai ke titik penjemputan, mereka akan kembali mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan setempat. Serta barang bawaannya akan disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ribuan santri Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid (NJ) Paiton, Probolinggo, yang berasal dari Bondowoso dipulangkan rombongan, kemarin (28/4). Mereka diantar dengan bus yang sudah disediakan pihak pesantren. Kemudian, diturunkan ke lima titik penjemputan. Salah satunya di halaman UNEJ Kampus Bondowoso.

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Bondowoso menyambut dengan protokol kesehatan. Santri yang turun dari bus diarahkan ke petugas kesehatan. Berikutnya, diperiksa suhu tubuh dan kondisi kesehatannya. Selanjutnya, dilakukan pendataan. Mulai dari alamat lengkap hingga nomor telepon masing-masing.

Ketua Alumni PP Nurul Jadid wilayah Bondowoso, Mohammad Araf Sudarman, menyampaikan bahwa proses pemulangan secara bersama-sama dan dikoordinasi ini dilakukan sejak adanya pandemi Covid-19. Sebelumnya proses pemulangannya langsung dijemput orang tua ke pondok.

Dijelaskannya, pihak ponpes sebenarnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Sebelum pulang, para santri sudah dilakukan karantina di pondok. “Pemulangannya juga diatur sesuai dengan jadwal. Diawali kabupaten di luar Jawa. Setelah itu, Jawa yang terjauh, kemudian dilanjutkan dengan yang terdekat,” ungkapnya.

Sebelum memasuki bus yang sudah ditentukan, mereka juga dicek kondisi tubuhnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa santri yang dipulangkan benar-benar dalam kondisi sehat. Kemudian, setelah sampai ke titik penjemputan, mereka akan kembali mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan setempat. Serta barang bawaannya akan disemprot cairan disinfektan terlebih dahulu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/