alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Indeks Pembangunan Manusia di Bawah Rata-Rata Provinsi

Selalu Ada Peningkatan, Sekolah Swasta Juga Punya Peran

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Indeks pembangunan manusia (IPM) di Bondowoso masih membutuhkan perhatian lebih. Mengingat saat ini jumlahnya masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur. Meskipun dalam survei lima tahun terakhir jumlahnya masih terus mengalami peningkatan. Ternyata peran sekolah swasta yang berada di bawah naungan yayasan juga menjadi salah satu pendukung meningkatnya IPM.

Baca Juga : Jelang Laga Final Kesebelasan Kalisat vs Balung

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam meningkatkan IPM. Mengingat, salah satu komponen dalam hal itu adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso yang dirilis pada Desember lalu, IPM di Bondowoso selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan walaupun jumlahnya belum signifikan. Pada 2021 lalu jumlahnya sudah mencapai 66,59, sementara pada 2020 sebanyak 66,43. Kemudian, pada 2019 hanya 66,09. Pada tahun sebelumnya sebanyak 65.27. Kemudian, lima tahun terakhir sebanyak 64,75.

Dengan rendahnya IPM di Bondowoso, Sugiono menilai adanya yayasan yang mengadakan sekolah membantu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Sehingga secara otomatis juga dapat meningkatkan IPM. “Bondowoso kan rendah. Karena lama belajarnya yang masih di bawah rata-rata Jawa Timur,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Indeks pembangunan manusia (IPM) di Bondowoso masih membutuhkan perhatian lebih. Mengingat saat ini jumlahnya masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur. Meskipun dalam survei lima tahun terakhir jumlahnya masih terus mengalami peningkatan. Ternyata peran sekolah swasta yang berada di bawah naungan yayasan juga menjadi salah satu pendukung meningkatnya IPM.

Baca Juga : Jelang Laga Final Kesebelasan Kalisat vs Balung

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam meningkatkan IPM. Mengingat, salah satu komponen dalam hal itu adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso yang dirilis pada Desember lalu, IPM di Bondowoso selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan walaupun jumlahnya belum signifikan. Pada 2021 lalu jumlahnya sudah mencapai 66,59, sementara pada 2020 sebanyak 66,43. Kemudian, pada 2019 hanya 66,09. Pada tahun sebelumnya sebanyak 65.27. Kemudian, lima tahun terakhir sebanyak 64,75.

Dengan rendahnya IPM di Bondowoso, Sugiono menilai adanya yayasan yang mengadakan sekolah membantu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Sehingga secara otomatis juga dapat meningkatkan IPM. “Bondowoso kan rendah. Karena lama belajarnya yang masih di bawah rata-rata Jawa Timur,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Indeks pembangunan manusia (IPM) di Bondowoso masih membutuhkan perhatian lebih. Mengingat saat ini jumlahnya masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur. Meskipun dalam survei lima tahun terakhir jumlahnya masih terus mengalami peningkatan. Ternyata peran sekolah swasta yang berada di bawah naungan yayasan juga menjadi salah satu pendukung meningkatnya IPM.

Baca Juga : Jelang Laga Final Kesebelasan Kalisat vs Balung

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso Sugiono Eksantoso menjelaskan, sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam meningkatkan IPM. Mengingat, salah satu komponen dalam hal itu adalah rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso yang dirilis pada Desember lalu, IPM di Bondowoso selama lima tahun terakhir terus mengalami peningkatan walaupun jumlahnya belum signifikan. Pada 2021 lalu jumlahnya sudah mencapai 66,59, sementara pada 2020 sebanyak 66,43. Kemudian, pada 2019 hanya 66,09. Pada tahun sebelumnya sebanyak 65.27. Kemudian, lima tahun terakhir sebanyak 64,75.

Dengan rendahnya IPM di Bondowoso, Sugiono menilai adanya yayasan yang mengadakan sekolah membantu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Sehingga secara otomatis juga dapat meningkatkan IPM. “Bondowoso kan rendah. Karena lama belajarnya yang masih di bawah rata-rata Jawa Timur,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/