alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Tembakau Tingwe Kini Lebih Digemari

Penjualan Naik sampai 30 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tembakau linting dewe (gulung sendiri) atau yang biasa disebut tingwe kini lebih digandrungi di kalangan masyarakat. Saat ini tingwe seakan menjadi tren. Bukan karena daya beli, namun lebih pada hobi dan kenikmatan.
Memang, dari segi ekonomis, rokok atau tembakau tingwe diyakini lebih hemat ketimbang rokok kemasan. Selain murah, kualitas tingwe juga tak kalah dengan rokok kemasan. Penjualan tembakau tingwe pun diakui meningkat beberapa bulan ini.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu kios penjual tembakau yang berada di Pasar Induk Bondowoso. “Penjualannya ya meningkat sekitar 30 persen. Karena murah dan dapat banyak tembakaunya,” ujar Fadilah, salah seorang penjaga kios tembakau.
Menurutnya, tembakau tingwe yang digemari pembeli adalah tembakau jenis tambeng. Harganya bervariasi. Per satu ons mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jenisnya bermacam-macam,” imbuh Fadilah.
Di tengah problem ekonomi masyarakat yang sedang lesu, masyarakat yang gemar merokok atau perokok tetaplah mengonsumsi rokok tiap harinya. Karena itu, kehadiran tembakau orisinal adalah salah satu solusi tepat untuk menyikapi persoalan yang dihadapi bersama saat ini.
“Sekarang memang banyak yang beli tembakau tingwe karena rokok kemasan harganya lebih mahal. Apalagi kalau tingwe bisa melinting sendiri seenaknya,” pungkas Fadilah.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tembakau linting dewe (gulung sendiri) atau yang biasa disebut tingwe kini lebih digandrungi di kalangan masyarakat. Saat ini tingwe seakan menjadi tren. Bukan karena daya beli, namun lebih pada hobi dan kenikmatan.
Memang, dari segi ekonomis, rokok atau tembakau tingwe diyakini lebih hemat ketimbang rokok kemasan. Selain murah, kualitas tingwe juga tak kalah dengan rokok kemasan. Penjualan tembakau tingwe pun diakui meningkat beberapa bulan ini.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu kios penjual tembakau yang berada di Pasar Induk Bondowoso. “Penjualannya ya meningkat sekitar 30 persen. Karena murah dan dapat banyak tembakaunya,” ujar Fadilah, salah seorang penjaga kios tembakau.
Menurutnya, tembakau tingwe yang digemari pembeli adalah tembakau jenis tambeng. Harganya bervariasi. Per satu ons mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jenisnya bermacam-macam,” imbuh Fadilah.
Di tengah problem ekonomi masyarakat yang sedang lesu, masyarakat yang gemar merokok atau perokok tetaplah mengonsumsi rokok tiap harinya. Karena itu, kehadiran tembakau orisinal adalah salah satu solusi tepat untuk menyikapi persoalan yang dihadapi bersama saat ini.
“Sekarang memang banyak yang beli tembakau tingwe karena rokok kemasan harganya lebih mahal. Apalagi kalau tingwe bisa melinting sendiri seenaknya,” pungkas Fadilah.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tembakau linting dewe (gulung sendiri) atau yang biasa disebut tingwe kini lebih digandrungi di kalangan masyarakat. Saat ini tingwe seakan menjadi tren. Bukan karena daya beli, namun lebih pada hobi dan kenikmatan.
Memang, dari segi ekonomis, rokok atau tembakau tingwe diyakini lebih hemat ketimbang rokok kemasan. Selain murah, kualitas tingwe juga tak kalah dengan rokok kemasan. Penjualan tembakau tingwe pun diakui meningkat beberapa bulan ini.
Hal itu dibenarkan oleh salah satu kios penjual tembakau yang berada di Pasar Induk Bondowoso. “Penjualannya ya meningkat sekitar 30 persen. Karena murah dan dapat banyak tembakaunya,” ujar Fadilah, salah seorang penjaga kios tembakau.
Menurutnya, tembakau tingwe yang digemari pembeli adalah tembakau jenis tambeng. Harganya bervariasi. Per satu ons mulai dari Rp 17 ribu hingga Rp 50 ribu. “Jenisnya bermacam-macam,” imbuh Fadilah.
Di tengah problem ekonomi masyarakat yang sedang lesu, masyarakat yang gemar merokok atau perokok tetaplah mengonsumsi rokok tiap harinya. Karena itu, kehadiran tembakau orisinal adalah salah satu solusi tepat untuk menyikapi persoalan yang dihadapi bersama saat ini.
“Sekarang memang banyak yang beli tembakau tingwe karena rokok kemasan harganya lebih mahal. Apalagi kalau tingwe bisa melinting sendiri seenaknya,” pungkas Fadilah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/