alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Kepastian Haji, Menunggu Keputusan Arab Saudi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 ibadah haji dari Indonesia dihentikan karena pandemi Covid-19. Tahun ini, informasi tentang pelaksanaan ibadah haji masih juga belum ada kejelasan. Masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim III Ach Fadil Muzakki Syah saat gowes di Bondowoso, kemarin.
Menurutnya, terkait haji belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh orang yang terdaftar masih menunggu keputusan. “Apakah haji ini dilaksanakan atau tidak. Apakah Indonesia dapat kuota atau tidak, masih menunggu dari Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.
Orang yang kini menjadi Ketua DPD Nasdem Bondowoso ini melanjutkan, saat ini Lora Fadil masih dalam Panitia Kerja (Panja) Haji. Saat ini, Komisi VIII dan pemerintah pusat sudah berkomunikasi dengan Pemerintahan Arab Saudi untuk meminta kuota. Bahkan, DPR RI sendiri dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) sudah membahas teknis terkait kuota. “Apakah misalnya kuotanya tetap seperti sebelumnya 220.000 atau juga dikurangi. Sudah kami bahas semuanya,” jelasnya.
Sementara, kuota sudah diajukan. Tetapi, melihat situasi pandemi Covid-19, tidak mungkin kuotanya 220.000 seperti tahun 2019. “Kami estimasi 30 persen. Itu pun dikarantina sebelum berangkat dan setibanya setelah pulang haji,” jelasnya.
Apalagi pelaksanaan haji di Arab Saudi tidak mungkin seperti tahun sebelumnya. Di mana rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, dan sebagainya dibatasi. “Tawaf kan saat ini diatur berbaris tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kalau haji terlaksana, keyakinan kami kuotanya akan dipangkas,” jelas Ketua DPD Nasdem Bondowoso tersebut.
Selaku anggota Komisi VIII yang ada di Panja Haji, pihaknya memohon doa kepada seluruh masyarakat Bondowoso agar haji ini terlaksana dengan baik. “Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera memberikan keputusan, bahwa haji ini bisa dilaksanakan,” harapnya.
Sementara, data dari Kemenag Bondowoso, total ada 635 JCH (jamaah calon haji) di Kabupaten Bondowoso yang telah memenuhi persyaratan agar bisa berangkat. Namun, berdasarkan keterangan DPR RI, kuota kemungkinan dipangkas. Bahkan pelaksanaan haji 2021 masih menunggu kepastian Pemerintah Arab Saudi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 ibadah haji dari Indonesia dihentikan karena pandemi Covid-19. Tahun ini, informasi tentang pelaksanaan ibadah haji masih juga belum ada kejelasan. Masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim III Ach Fadil Muzakki Syah saat gowes di Bondowoso, kemarin.
Menurutnya, terkait haji belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh orang yang terdaftar masih menunggu keputusan. “Apakah haji ini dilaksanakan atau tidak. Apakah Indonesia dapat kuota atau tidak, masih menunggu dari Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.
Orang yang kini menjadi Ketua DPD Nasdem Bondowoso ini melanjutkan, saat ini Lora Fadil masih dalam Panitia Kerja (Panja) Haji. Saat ini, Komisi VIII dan pemerintah pusat sudah berkomunikasi dengan Pemerintahan Arab Saudi untuk meminta kuota. Bahkan, DPR RI sendiri dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) sudah membahas teknis terkait kuota. “Apakah misalnya kuotanya tetap seperti sebelumnya 220.000 atau juga dikurangi. Sudah kami bahas semuanya,” jelasnya.
Sementara, kuota sudah diajukan. Tetapi, melihat situasi pandemi Covid-19, tidak mungkin kuotanya 220.000 seperti tahun 2019. “Kami estimasi 30 persen. Itu pun dikarantina sebelum berangkat dan setibanya setelah pulang haji,” jelasnya.
Apalagi pelaksanaan haji di Arab Saudi tidak mungkin seperti tahun sebelumnya. Di mana rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, dan sebagainya dibatasi. “Tawaf kan saat ini diatur berbaris tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kalau haji terlaksana, keyakinan kami kuotanya akan dipangkas,” jelas Ketua DPD Nasdem Bondowoso tersebut.
Selaku anggota Komisi VIII yang ada di Panja Haji, pihaknya memohon doa kepada seluruh masyarakat Bondowoso agar haji ini terlaksana dengan baik. “Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera memberikan keputusan, bahwa haji ini bisa dilaksanakan,” harapnya.
Sementara, data dari Kemenag Bondowoso, total ada 635 JCH (jamaah calon haji) di Kabupaten Bondowoso yang telah memenuhi persyaratan agar bisa berangkat. Namun, berdasarkan keterangan DPR RI, kuota kemungkinan dipangkas. Bahkan pelaksanaan haji 2021 masih menunggu kepastian Pemerintah Arab Saudi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tahun 2020 ibadah haji dari Indonesia dihentikan karena pandemi Covid-19. Tahun ini, informasi tentang pelaksanaan ibadah haji masih juga belum ada kejelasan. Masih menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim III Ach Fadil Muzakki Syah saat gowes di Bondowoso, kemarin.
Menurutnya, terkait haji belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh orang yang terdaftar masih menunggu keputusan. “Apakah haji ini dilaksanakan atau tidak. Apakah Indonesia dapat kuota atau tidak, masih menunggu dari Pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.
Orang yang kini menjadi Ketua DPD Nasdem Bondowoso ini melanjutkan, saat ini Lora Fadil masih dalam Panitia Kerja (Panja) Haji. Saat ini, Komisi VIII dan pemerintah pusat sudah berkomunikasi dengan Pemerintahan Arab Saudi untuk meminta kuota. Bahkan, DPR RI sendiri dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) sudah membahas teknis terkait kuota. “Apakah misalnya kuotanya tetap seperti sebelumnya 220.000 atau juga dikurangi. Sudah kami bahas semuanya,” jelasnya.
Sementara, kuota sudah diajukan. Tetapi, melihat situasi pandemi Covid-19, tidak mungkin kuotanya 220.000 seperti tahun 2019. “Kami estimasi 30 persen. Itu pun dikarantina sebelum berangkat dan setibanya setelah pulang haji,” jelasnya.
Apalagi pelaksanaan haji di Arab Saudi tidak mungkin seperti tahun sebelumnya. Di mana rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, dan sebagainya dibatasi. “Tawaf kan saat ini diatur berbaris tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kalau haji terlaksana, keyakinan kami kuotanya akan dipangkas,” jelas Ketua DPD Nasdem Bondowoso tersebut.
Selaku anggota Komisi VIII yang ada di Panja Haji, pihaknya memohon doa kepada seluruh masyarakat Bondowoso agar haji ini terlaksana dengan baik. “Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera memberikan keputusan, bahwa haji ini bisa dilaksanakan,” harapnya.
Sementara, data dari Kemenag Bondowoso, total ada 635 JCH (jamaah calon haji) di Kabupaten Bondowoso yang telah memenuhi persyaratan agar bisa berangkat. Namun, berdasarkan keterangan DPR RI, kuota kemungkinan dipangkas. Bahkan pelaksanaan haji 2021 masih menunggu kepastian Pemerintah Arab Saudi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/