alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Belum Resmi Dibuka, Sudah Ramai Pengunjung

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat pandemi, kegiatan car free day (CFD) di berbagai daerah ditiadakan. Tentu alasannya sebagai langkah antisipasi terjadinya kerumunan di tengah pandemi. Sehingga diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Tapi, faktanya meskipun masih ditiadakan, para pedagang serta pengunjung masih memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (28/3) pagi.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sekitar pukul 07.20 Alun-Alun Ki Ronggo sudah mulai dipadati pengunjung, pun para pedagang. Mereka menjajakan dagangannya. Mulai dari makanan, minuman, tanaman hias, ikan hias, bahkan terlihat di beberapa titik ada yang menjual pakaian. Mereka menggelar lapaknya di sepanjang jalan sekitar alun-alun.
Masyarakat yang datang pagi itu, beragam hal dilakukan. Mulai dari berolahraga, bersepeda, membeli jajanan atau barang-barang yang tersedia di tempat tersebut, atau bahkan hanya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga. Suasana tersebut terasa seperti saat adanya CFD.
Sugik, salah seorang penjual minuman, mengatakan, saat ini CFD memang masih ditutup. Pihaknya juga tidak tahu kapan CFD akan dibuka lagi seperti biasanya. “Minggu sebelumnya gak ditutup, sekarang juga gak ditutup. Kalau malam Minggu biasanya yang ditutup. Namun, malam Minggu pekan ini gak ditutup kok,” terangnya.
Sebelumnya, petugas melakukan penyekatan mulai subuh sampai sekitar pukul 8.00 WIB. Tidak ada yang boleh memasuki area alun-alun tersebut. Para pengendara, baik roda dua ataupun roda empat, juga harus melewati jalur alternatif.
Lebih lanjut, Sugik menuturkan, terkait ramainya suasana di alun-alun, diduga karena sudah banyak warga yang rindu dengan suasana car free day. Maklum saja, sejak pandemi melanda, mereka tidak pernah merasakan suasana yang didapat sepekan sekali tersebut.
Sementara, pedagang lainnya mengungkapkan, penutupan car free day, sangat berdampak besar terhadap penghasilannya. Biasanya setiap hari minggu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan ramainya pengunjung. Tapi, ketika dilakukan penutupan, yang terjadi adalah sebaliknya. “Sepi sekali, penghasilan sedikit,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat pandemi, kegiatan car free day (CFD) di berbagai daerah ditiadakan. Tentu alasannya sebagai langkah antisipasi terjadinya kerumunan di tengah pandemi. Sehingga diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Tapi, faktanya meskipun masih ditiadakan, para pedagang serta pengunjung masih memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (28/3) pagi.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sekitar pukul 07.20 Alun-Alun Ki Ronggo sudah mulai dipadati pengunjung, pun para pedagang. Mereka menjajakan dagangannya. Mulai dari makanan, minuman, tanaman hias, ikan hias, bahkan terlihat di beberapa titik ada yang menjual pakaian. Mereka menggelar lapaknya di sepanjang jalan sekitar alun-alun.
Masyarakat yang datang pagi itu, beragam hal dilakukan. Mulai dari berolahraga, bersepeda, membeli jajanan atau barang-barang yang tersedia di tempat tersebut, atau bahkan hanya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga. Suasana tersebut terasa seperti saat adanya CFD.
Sugik, salah seorang penjual minuman, mengatakan, saat ini CFD memang masih ditutup. Pihaknya juga tidak tahu kapan CFD akan dibuka lagi seperti biasanya. “Minggu sebelumnya gak ditutup, sekarang juga gak ditutup. Kalau malam Minggu biasanya yang ditutup. Namun, malam Minggu pekan ini gak ditutup kok,” terangnya.
Sebelumnya, petugas melakukan penyekatan mulai subuh sampai sekitar pukul 8.00 WIB. Tidak ada yang boleh memasuki area alun-alun tersebut. Para pengendara, baik roda dua ataupun roda empat, juga harus melewati jalur alternatif.
Lebih lanjut, Sugik menuturkan, terkait ramainya suasana di alun-alun, diduga karena sudah banyak warga yang rindu dengan suasana car free day. Maklum saja, sejak pandemi melanda, mereka tidak pernah merasakan suasana yang didapat sepekan sekali tersebut.
Sementara, pedagang lainnya mengungkapkan, penutupan car free day, sangat berdampak besar terhadap penghasilannya. Biasanya setiap hari minggu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan ramainya pengunjung. Tapi, ketika dilakukan penutupan, yang terjadi adalah sebaliknya. “Sepi sekali, penghasilan sedikit,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat pandemi, kegiatan car free day (CFD) di berbagai daerah ditiadakan. Tentu alasannya sebagai langkah antisipasi terjadinya kerumunan di tengah pandemi. Sehingga diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid-19. Tapi, faktanya meskipun masih ditiadakan, para pedagang serta pengunjung masih memadati Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso, Minggu (28/3) pagi.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sekitar pukul 07.20 Alun-Alun Ki Ronggo sudah mulai dipadati pengunjung, pun para pedagang. Mereka menjajakan dagangannya. Mulai dari makanan, minuman, tanaman hias, ikan hias, bahkan terlihat di beberapa titik ada yang menjual pakaian. Mereka menggelar lapaknya di sepanjang jalan sekitar alun-alun.
Masyarakat yang datang pagi itu, beragam hal dilakukan. Mulai dari berolahraga, bersepeda, membeli jajanan atau barang-barang yang tersedia di tempat tersebut, atau bahkan hanya untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga. Suasana tersebut terasa seperti saat adanya CFD.
Sugik, salah seorang penjual minuman, mengatakan, saat ini CFD memang masih ditutup. Pihaknya juga tidak tahu kapan CFD akan dibuka lagi seperti biasanya. “Minggu sebelumnya gak ditutup, sekarang juga gak ditutup. Kalau malam Minggu biasanya yang ditutup. Namun, malam Minggu pekan ini gak ditutup kok,” terangnya.
Sebelumnya, petugas melakukan penyekatan mulai subuh sampai sekitar pukul 8.00 WIB. Tidak ada yang boleh memasuki area alun-alun tersebut. Para pengendara, baik roda dua ataupun roda empat, juga harus melewati jalur alternatif.
Lebih lanjut, Sugik menuturkan, terkait ramainya suasana di alun-alun, diduga karena sudah banyak warga yang rindu dengan suasana car free day. Maklum saja, sejak pandemi melanda, mereka tidak pernah merasakan suasana yang didapat sepekan sekali tersebut.
Sementara, pedagang lainnya mengungkapkan, penutupan car free day, sangat berdampak besar terhadap penghasilannya. Biasanya setiap hari minggu bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan ramainya pengunjung. Tapi, ketika dilakukan penutupan, yang terjadi adalah sebaliknya. “Sepi sekali, penghasilan sedikit,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/