alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Wabup Bondowoso dan Banyuwangi Sepakat Kawah Ijen Dikelola Bareng

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik tapal batas Kawah Ijen antara Kabupaten Bondowoso dengan Banyuwangi seakan terus berkepanjangan. Walaupun demikian, kedua wakil bupati dari dua kabupaten itu sepakat untuk tidak lagi memperebutkan wilayah tersebut. Hal itu terungkap saat Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, melakukan pertemuan terbatas bersama Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat di Hotel Bharata, kemarin (28/1).

Diberitakan sebelumnya, polemik batas wilayah Kawah Ijen antara Banyuwangi dengan Bondowoso belum usai seratus persen. Hingga saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum mengeluarkan keputusan resmi perihal batas wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. Meskipun sudah banyak pertemuan, mediasi, hingga berita acara yang sah dari fasilitator pemerintah provinsi (pemprov), beberapa bulan lalu, namun Bupati Banyuwangi sempat menarik tanda tangan berita acara pertemuan di Surabaya.

Kini, permasalahan tersebut merembet ke jalur hukum. Nama Bupati Bondowoso pun turut terseret. Sidang gugatan secara perdata dilakukan penggugat yang mengatasnamakan warga Banyuwangi terhadap tergugat Bupati Banyuwangi. Turut tergugat ada pula Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil Bupati Bondowoso menuturkan, polemik tapal batas Kawah Ijen tidak perlu lagi diperdebatkan atau diperebutkan. Tapi, seharusnya dikelola bersama untuk kepentingan masyarakat. “Kita sepakat semacam itu. Toh kita satu saudara NKRI,” tegasnya.

Irwan mengaku sudah sepakat dengan Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, untuk tidak memperebutkan batas wilayah itu. Apalagi sampai mempermasalahkan hingga jalur hukum atau pengadilan. Menurutnya, pengelolaan wisata yang dikenal dengan sebutan blue fire itu, adalah hal yang harus dilakukan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hal yang sama dikatakan oleh Sugirah. Ia mengatakan, tapal batas Kawah Ijen sudah selesai. Oleh sebab itu, pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan Kabupaten Bondowoso, untuk mengelola Kawah Ijen agar lebih baik. “Klir, Lebih-lebih kita punya hubungan emosional, hubungan khusus dengan beliau (Irwan Bachtiar Rahmat, Red) ini,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik tapal batas Kawah Ijen antara Kabupaten Bondowoso dengan Banyuwangi seakan terus berkepanjangan. Walaupun demikian, kedua wakil bupati dari dua kabupaten itu sepakat untuk tidak lagi memperebutkan wilayah tersebut. Hal itu terungkap saat Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, melakukan pertemuan terbatas bersama Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat di Hotel Bharata, kemarin (28/1).

Diberitakan sebelumnya, polemik batas wilayah Kawah Ijen antara Banyuwangi dengan Bondowoso belum usai seratus persen. Hingga saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum mengeluarkan keputusan resmi perihal batas wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. Meskipun sudah banyak pertemuan, mediasi, hingga berita acara yang sah dari fasilitator pemerintah provinsi (pemprov), beberapa bulan lalu, namun Bupati Banyuwangi sempat menarik tanda tangan berita acara pertemuan di Surabaya.

Kini, permasalahan tersebut merembet ke jalur hukum. Nama Bupati Bondowoso pun turut terseret. Sidang gugatan secara perdata dilakukan penggugat yang mengatasnamakan warga Banyuwangi terhadap tergugat Bupati Banyuwangi. Turut tergugat ada pula Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil Bupati Bondowoso menuturkan, polemik tapal batas Kawah Ijen tidak perlu lagi diperdebatkan atau diperebutkan. Tapi, seharusnya dikelola bersama untuk kepentingan masyarakat. “Kita sepakat semacam itu. Toh kita satu saudara NKRI,” tegasnya.

Irwan mengaku sudah sepakat dengan Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, untuk tidak memperebutkan batas wilayah itu. Apalagi sampai mempermasalahkan hingga jalur hukum atau pengadilan. Menurutnya, pengelolaan wisata yang dikenal dengan sebutan blue fire itu, adalah hal yang harus dilakukan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hal yang sama dikatakan oleh Sugirah. Ia mengatakan, tapal batas Kawah Ijen sudah selesai. Oleh sebab itu, pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan Kabupaten Bondowoso, untuk mengelola Kawah Ijen agar lebih baik. “Klir, Lebih-lebih kita punya hubungan emosional, hubungan khusus dengan beliau (Irwan Bachtiar Rahmat, Red) ini,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik tapal batas Kawah Ijen antara Kabupaten Bondowoso dengan Banyuwangi seakan terus berkepanjangan. Walaupun demikian, kedua wakil bupati dari dua kabupaten itu sepakat untuk tidak lagi memperebutkan wilayah tersebut. Hal itu terungkap saat Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, melakukan pertemuan terbatas bersama Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat di Hotel Bharata, kemarin (28/1).

Diberitakan sebelumnya, polemik batas wilayah Kawah Ijen antara Banyuwangi dengan Bondowoso belum usai seratus persen. Hingga saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum mengeluarkan keputusan resmi perihal batas wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. Meskipun sudah banyak pertemuan, mediasi, hingga berita acara yang sah dari fasilitator pemerintah provinsi (pemprov), beberapa bulan lalu, namun Bupati Banyuwangi sempat menarik tanda tangan berita acara pertemuan di Surabaya.

Kini, permasalahan tersebut merembet ke jalur hukum. Nama Bupati Bondowoso pun turut terseret. Sidang gugatan secara perdata dilakukan penggugat yang mengatasnamakan warga Banyuwangi terhadap tergugat Bupati Banyuwangi. Turut tergugat ada pula Gubernur Jawa Timur dan Bupati Bondowoso.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Wakil Bupati Bondowoso menuturkan, polemik tapal batas Kawah Ijen tidak perlu lagi diperdebatkan atau diperebutkan. Tapi, seharusnya dikelola bersama untuk kepentingan masyarakat. “Kita sepakat semacam itu. Toh kita satu saudara NKRI,” tegasnya.

Irwan mengaku sudah sepakat dengan Sugirah, Wakil Bupati Banyuwangi, untuk tidak memperebutkan batas wilayah itu. Apalagi sampai mempermasalahkan hingga jalur hukum atau pengadilan. Menurutnya, pengelolaan wisata yang dikenal dengan sebutan blue fire itu, adalah hal yang harus dilakukan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Hal yang sama dikatakan oleh Sugirah. Ia mengatakan, tapal batas Kawah Ijen sudah selesai. Oleh sebab itu, pihaknya siap melakukan kolaborasi dengan Kabupaten Bondowoso, untuk mengelola Kawah Ijen agar lebih baik. “Klir, Lebih-lebih kita punya hubungan emosional, hubungan khusus dengan beliau (Irwan Bachtiar Rahmat, Red) ini,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/