alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kebakaran Dugaan Penimbunan Solar Subsidi

Bau Solar Menyengat hingga Selokan Warga    

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kebakaran sebuah rumah di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, pada Senin malam (25/7) mengagetkan warga. Dugaan sebagai lokasi penimbunan solar bersubsidi itu semakin kuat. Di lokasi kejadian terdapat beberapa drum yang hangus terbakar. Bahkan, bau khas solar juga mulai tercium oleh masyarakat karena telah mencemari selokan.

Suara menggelegar saat itu tak akan dilupakan oleh Muhammad Ufi, saat kejadian kebakaran pada Senin (25/7) malam, kemarin. Kejadiannya malam hari di saat masyarakat hendak menunaikan salat Isya, pukul 18.30. “Suaranya itu membuat orang kaget dan keluar rumah,” ungkap M Ufi selaku Kepala Dusun Selolembu, Desa Selolembu, Curahdami.

Setelah kebakaran selesai, dugaan tempat penyimpanan solar bersubsidi itu semakin menguat. Sebab, kata dia, ada aroma khas bahan bakar di selokan. Meski dilakukan penyiraman, bau tetap menyengat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, selokan yang persis berada di depan tempat kejadian yang mengalir hingga ratusan meter masih berbau solar. Bahkan, selokan yang mengarah ke sungai itu membuat warga enggan untuk mandi di sungai. Sebab, takut terjadi sesuatu, ditambah kondisi airnya yang tercemar. “Warga sudah tidak mau mandi di sungai,” ucapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kebakaran sebuah rumah di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, pada Senin malam (25/7) mengagetkan warga. Dugaan sebagai lokasi penimbunan solar bersubsidi itu semakin kuat. Di lokasi kejadian terdapat beberapa drum yang hangus terbakar. Bahkan, bau khas solar juga mulai tercium oleh masyarakat karena telah mencemari selokan.

Suara menggelegar saat itu tak akan dilupakan oleh Muhammad Ufi, saat kejadian kebakaran pada Senin (25/7) malam, kemarin. Kejadiannya malam hari di saat masyarakat hendak menunaikan salat Isya, pukul 18.30. “Suaranya itu membuat orang kaget dan keluar rumah,” ungkap M Ufi selaku Kepala Dusun Selolembu, Desa Selolembu, Curahdami.

Setelah kebakaran selesai, dugaan tempat penyimpanan solar bersubsidi itu semakin menguat. Sebab, kata dia, ada aroma khas bahan bakar di selokan. Meski dilakukan penyiraman, bau tetap menyengat.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, selokan yang persis berada di depan tempat kejadian yang mengalir hingga ratusan meter masih berbau solar. Bahkan, selokan yang mengarah ke sungai itu membuat warga enggan untuk mandi di sungai. Sebab, takut terjadi sesuatu, ditambah kondisi airnya yang tercemar. “Warga sudah tidak mau mandi di sungai,” ucapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kebakaran sebuah rumah di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, pada Senin malam (25/7) mengagetkan warga. Dugaan sebagai lokasi penimbunan solar bersubsidi itu semakin kuat. Di lokasi kejadian terdapat beberapa drum yang hangus terbakar. Bahkan, bau khas solar juga mulai tercium oleh masyarakat karena telah mencemari selokan.

Suara menggelegar saat itu tak akan dilupakan oleh Muhammad Ufi, saat kejadian kebakaran pada Senin (25/7) malam, kemarin. Kejadiannya malam hari di saat masyarakat hendak menunaikan salat Isya, pukul 18.30. “Suaranya itu membuat orang kaget dan keluar rumah,” ungkap M Ufi selaku Kepala Dusun Selolembu, Desa Selolembu, Curahdami.

Setelah kebakaran selesai, dugaan tempat penyimpanan solar bersubsidi itu semakin menguat. Sebab, kata dia, ada aroma khas bahan bakar di selokan. Meski dilakukan penyiraman, bau tetap menyengat.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, selokan yang persis berada di depan tempat kejadian yang mengalir hingga ratusan meter masih berbau solar. Bahkan, selokan yang mengarah ke sungai itu membuat warga enggan untuk mandi di sungai. Sebab, takut terjadi sesuatu, ditambah kondisi airnya yang tercemar. “Warga sudah tidak mau mandi di sungai,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/