alexametrics
27.6 C
Jember
Monday, 4 July 2022

Lima Hoax Covid-19 Sudah Tertangani

Salah Satunya tentang Perebutan Jenazah Pasien Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masih ada saja kabar bohong atau hoax yang menyebar di media sosial terkait pandemi Covid-19. Padahal, hal itu kian menambah keresahan masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso perlu segera bertindak. Melakukan berbagai upaya untuk menjernihkan informasi yang telanjur berkembang di masyarakat.

Plt Kepala Diskominfo Bondowoso Dwi Wahjudi mengatakan, sudah ada sekitar lima informasi hoax tentang Covid-19 yang ditangani. Salah satunya adalah hoax terkait perebutan jenazah pasien Covid-19 di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, beberapa waktu lalu.

Dalam video insiden di Tamanan itu diberikan caption, “dibilang korona, setelah peti dibuka ternyata matanya diambil tanpa sepengetahuan keluarga. Sungguh manusia bi*da*,” tulis salah satu akun Facebook. Video tersebut dibagikan di grup Facebook warga Bondowoso. Padahal, keterangan dalam video tersebut tidak benar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Dwi Wahjudi, Diskominfo Bondowoso hanya melakukan penelusuran dan menginventarisasi informasi hoax. Kemudian, dilaporkan ke pemerintah pusat. “Masalah take down dan men-delete bukan kewenangan kami. Yang punya kewenangan itu Dirjen dari Kominfo,” jelasnya.

Menurutnya, Diskominfo Bondowoso juga mempunyai tim siber yang bekerja sama dengan polres setempat. “Diskominfo kabupaten telah melakukan imbauan ke admin grup media sosial agar menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoax,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masih ada saja kabar bohong atau hoax yang menyebar di media sosial terkait pandemi Covid-19. Padahal, hal itu kian menambah keresahan masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso perlu segera bertindak. Melakukan berbagai upaya untuk menjernihkan informasi yang telanjur berkembang di masyarakat.

Plt Kepala Diskominfo Bondowoso Dwi Wahjudi mengatakan, sudah ada sekitar lima informasi hoax tentang Covid-19 yang ditangani. Salah satunya adalah hoax terkait perebutan jenazah pasien Covid-19 di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, beberapa waktu lalu.

Dalam video insiden di Tamanan itu diberikan caption, “dibilang korona, setelah peti dibuka ternyata matanya diambil tanpa sepengetahuan keluarga. Sungguh manusia bi*da*,” tulis salah satu akun Facebook. Video tersebut dibagikan di grup Facebook warga Bondowoso. Padahal, keterangan dalam video tersebut tidak benar.

Menurut Dwi Wahjudi, Diskominfo Bondowoso hanya melakukan penelusuran dan menginventarisasi informasi hoax. Kemudian, dilaporkan ke pemerintah pusat. “Masalah take down dan men-delete bukan kewenangan kami. Yang punya kewenangan itu Dirjen dari Kominfo,” jelasnya.

Menurutnya, Diskominfo Bondowoso juga mempunyai tim siber yang bekerja sama dengan polres setempat. “Diskominfo kabupaten telah melakukan imbauan ke admin grup media sosial agar menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoax,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masih ada saja kabar bohong atau hoax yang menyebar di media sosial terkait pandemi Covid-19. Padahal, hal itu kian menambah keresahan masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso perlu segera bertindak. Melakukan berbagai upaya untuk menjernihkan informasi yang telanjur berkembang di masyarakat.

Plt Kepala Diskominfo Bondowoso Dwi Wahjudi mengatakan, sudah ada sekitar lima informasi hoax tentang Covid-19 yang ditangani. Salah satunya adalah hoax terkait perebutan jenazah pasien Covid-19 di Desa Kemirian, Kecamatan Tamanan, beberapa waktu lalu.

Dalam video insiden di Tamanan itu diberikan caption, “dibilang korona, setelah peti dibuka ternyata matanya diambil tanpa sepengetahuan keluarga. Sungguh manusia bi*da*,” tulis salah satu akun Facebook. Video tersebut dibagikan di grup Facebook warga Bondowoso. Padahal, keterangan dalam video tersebut tidak benar.

Menurut Dwi Wahjudi, Diskominfo Bondowoso hanya melakukan penelusuran dan menginventarisasi informasi hoax. Kemudian, dilaporkan ke pemerintah pusat. “Masalah take down dan men-delete bukan kewenangan kami. Yang punya kewenangan itu Dirjen dari Kominfo,” jelasnya.

Menurutnya, Diskominfo Bondowoso juga mempunyai tim siber yang bekerja sama dengan polres setempat. “Diskominfo kabupaten telah melakukan imbauan ke admin grup media sosial agar menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoax,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/