alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Mulai Dirikan Tenda hingga Revisi Perbup

Covid-19 Naik Tajam, Pemda Pasang Badan Penambahan kasus Covid-19 sepekan ini mengerikan. Bahkan, berdasar data yg dikeluarkan Dinas Kesehatan, grafik penambahan kasus di Bondowoso sempat menjadi yang tertinggi se-Jawa Timur.

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Direktur RSUD Koesnadi, dr Yus Priyatna mengaku, pihaknya mendorong pemberlakukan lockdown parsial di Bondowoso. Dia mencontohkan, rencana pendidikan tatap muka sebaiknya ditunda, kantor dilakukan Work From Home (WFH), kegiatan di pasar hendaknya dikurangi. “Model seperti saat awal-awal Covid-19. Di mana-mana ada tempat cuci tangan,” ujarnya.

Pihaknya sengaja mendorong itu karena unit gawat darurat (UGD) saat ini penuh pasien. Bahkan, hingga saat ini, ada 12 bed pasien stagnan di UGD. Mereka menunggu hasil swab PCR.

Di sisi lain, tenaga medis di rumah sakit daerah juga sudah mulai kewalahan. “Apalagi tenaga perawat sudah ada yang konfirmasi (perawat di RSUD Koesnadi, Red). Karena itu, kemarin kami merekrut 20 tenaga tambahan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengakui bahwa lonjakan kasus di Kota Tape ini bagian imbas dari kejadian di berbagai kota lain. Belum lagi, ini bagian dari dampak masyarakat lengah. Sebab, kasus Covid-19 sempat turun drastis di Bondowoso pada Maret dan April 2021. “Sampai hari puasa itu sepi, pasien juga sepi. Meledaknya ini seminggu setelah hari raya,” pungkasnya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

Sementara itu, Direktur RSUD Koesnadi, dr Yus Priyatna mengaku, pihaknya mendorong pemberlakukan lockdown parsial di Bondowoso. Dia mencontohkan, rencana pendidikan tatap muka sebaiknya ditunda, kantor dilakukan Work From Home (WFH), kegiatan di pasar hendaknya dikurangi. “Model seperti saat awal-awal Covid-19. Di mana-mana ada tempat cuci tangan,” ujarnya.

Pihaknya sengaja mendorong itu karena unit gawat darurat (UGD) saat ini penuh pasien. Bahkan, hingga saat ini, ada 12 bed pasien stagnan di UGD. Mereka menunggu hasil swab PCR.

Di sisi lain, tenaga medis di rumah sakit daerah juga sudah mulai kewalahan. “Apalagi tenaga perawat sudah ada yang konfirmasi (perawat di RSUD Koesnadi, Red). Karena itu, kemarin kami merekrut 20 tenaga tambahan,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa lonjakan kasus di Kota Tape ini bagian imbas dari kejadian di berbagai kota lain. Belum lagi, ini bagian dari dampak masyarakat lengah. Sebab, kasus Covid-19 sempat turun drastis di Bondowoso pada Maret dan April 2021. “Sampai hari puasa itu sepi, pasien juga sepi. Meledaknya ini seminggu setelah hari raya,” pungkasnya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

Sementara itu, Direktur RSUD Koesnadi, dr Yus Priyatna mengaku, pihaknya mendorong pemberlakukan lockdown parsial di Bondowoso. Dia mencontohkan, rencana pendidikan tatap muka sebaiknya ditunda, kantor dilakukan Work From Home (WFH), kegiatan di pasar hendaknya dikurangi. “Model seperti saat awal-awal Covid-19. Di mana-mana ada tempat cuci tangan,” ujarnya.

Pihaknya sengaja mendorong itu karena unit gawat darurat (UGD) saat ini penuh pasien. Bahkan, hingga saat ini, ada 12 bed pasien stagnan di UGD. Mereka menunggu hasil swab PCR.

Di sisi lain, tenaga medis di rumah sakit daerah juga sudah mulai kewalahan. “Apalagi tenaga perawat sudah ada yang konfirmasi (perawat di RSUD Koesnadi, Red). Karena itu, kemarin kami merekrut 20 tenaga tambahan,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa lonjakan kasus di Kota Tape ini bagian imbas dari kejadian di berbagai kota lain. Belum lagi, ini bagian dari dampak masyarakat lengah. Sebab, kasus Covid-19 sempat turun drastis di Bondowoso pada Maret dan April 2021. “Sampai hari puasa itu sepi, pasien juga sepi. Meledaknya ini seminggu setelah hari raya,” pungkasnya.

Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/