alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Halifah, Rekrut Pekerja yang Mantan Narkoba

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 Juni kemarin bukan hanya slogan semata bagi Halifah, 42. Pengusaha batik di Bondowoso itu telah berjuang keras memerangi barang haram tersebut. Salah satu upayanya dengan mempekerjakan remaja pecandu narkoba aktif.

Di Sanggar Batik Tegalampel miliknya, janda dua anak tersebut tampak sibuk mengarahkan sejumlah karyawan yang rata-rata adalah remaja. Siapa sangka, para pekerja di sanggar tersebut awalnya adalah pecandu narkoba, pemabuk dan suka ikut aksi balap liar.

Bahkan saat Halifa merekrut sebagai bekerja, para pemuda itu masih dalam kondisi ketergantungan pada narkoba, miras dan obat-obatan terlarang lainnya. Salah satu diantara pekerja itu tak lain adalah anak Halifah, yang saat itu juga terjerumus dalam lingkaran pengguna narkoba.

Mobile_AP_Rectangle 2

Halifah menjelaskan, dia menggeluti usaha batik sudah sekitar tiga tahun. “Kemarin bukan hanya batik ini saja, tapi ada usaha lain untuk para remaja itu,” katanya.

Untuk memberikan kesibukan pada mereka, Halifah awalnya membukakan usaha ayam joper, jamur tiram, dan bertani cabai. Namun, akhirnya mereka lebih cocok di usaha batik.

Fokus perhatian Halifah untuk tujuh orang remaja yang terlanjur terjebak dalam pergaulan bebas tersebut.  “Awalnya ada 12, sekarang tinggal tujuh orang. Ke depan, juga ada usaha sablon untuk mereka, Insya Allah launching bulan ini,” paparnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 Juni kemarin bukan hanya slogan semata bagi Halifah, 42. Pengusaha batik di Bondowoso itu telah berjuang keras memerangi barang haram tersebut. Salah satu upayanya dengan mempekerjakan remaja pecandu narkoba aktif.

Di Sanggar Batik Tegalampel miliknya, janda dua anak tersebut tampak sibuk mengarahkan sejumlah karyawan yang rata-rata adalah remaja. Siapa sangka, para pekerja di sanggar tersebut awalnya adalah pecandu narkoba, pemabuk dan suka ikut aksi balap liar.

Bahkan saat Halifa merekrut sebagai bekerja, para pemuda itu masih dalam kondisi ketergantungan pada narkoba, miras dan obat-obatan terlarang lainnya. Salah satu diantara pekerja itu tak lain adalah anak Halifah, yang saat itu juga terjerumus dalam lingkaran pengguna narkoba.

Halifah menjelaskan, dia menggeluti usaha batik sudah sekitar tiga tahun. “Kemarin bukan hanya batik ini saja, tapi ada usaha lain untuk para remaja itu,” katanya.

Untuk memberikan kesibukan pada mereka, Halifah awalnya membukakan usaha ayam joper, jamur tiram, dan bertani cabai. Namun, akhirnya mereka lebih cocok di usaha batik.

Fokus perhatian Halifah untuk tujuh orang remaja yang terlanjur terjebak dalam pergaulan bebas tersebut.  “Awalnya ada 12, sekarang tinggal tujuh orang. Ke depan, juga ada usaha sablon untuk mereka, Insya Allah launching bulan ini,” paparnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 Juni kemarin bukan hanya slogan semata bagi Halifah, 42. Pengusaha batik di Bondowoso itu telah berjuang keras memerangi barang haram tersebut. Salah satu upayanya dengan mempekerjakan remaja pecandu narkoba aktif.

Di Sanggar Batik Tegalampel miliknya, janda dua anak tersebut tampak sibuk mengarahkan sejumlah karyawan yang rata-rata adalah remaja. Siapa sangka, para pekerja di sanggar tersebut awalnya adalah pecandu narkoba, pemabuk dan suka ikut aksi balap liar.

Bahkan saat Halifa merekrut sebagai bekerja, para pemuda itu masih dalam kondisi ketergantungan pada narkoba, miras dan obat-obatan terlarang lainnya. Salah satu diantara pekerja itu tak lain adalah anak Halifah, yang saat itu juga terjerumus dalam lingkaran pengguna narkoba.

Halifah menjelaskan, dia menggeluti usaha batik sudah sekitar tiga tahun. “Kemarin bukan hanya batik ini saja, tapi ada usaha lain untuk para remaja itu,” katanya.

Untuk memberikan kesibukan pada mereka, Halifah awalnya membukakan usaha ayam joper, jamur tiram, dan bertani cabai. Namun, akhirnya mereka lebih cocok di usaha batik.

Fokus perhatian Halifah untuk tujuh orang remaja yang terlanjur terjebak dalam pergaulan bebas tersebut.  “Awalnya ada 12, sekarang tinggal tujuh orang. Ke depan, juga ada usaha sablon untuk mereka, Insya Allah launching bulan ini,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/