alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Tak Hanya Dibersihkan, Sampahnya Juga Dipilah dan Diolah Kembali

Rasa saling membantu dan jiwa sosial terus tumbuh di kalangan pemuda. Bila sebelumnya kerap kali memakai Grebeg Sedekah, pada tanggal merah kemarin, Kamis (26/5), di pusat Alun-Alun Bondowoso juga ada Grebeg Sampah. Lantas, bagaimana Grebeg Sampah itu bisa berkontribusi?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan orang yang didominasi berbaju hitam terlihat membersihkan kawasan pusat kota Bondowoso, yaitu alun-alun, Kamis kemarin (26/5). Sampah-sampah mereka sikat habis, baik yang organik maupun nonorganik. Ternyata mereka merupakan gabungan dari Komunitas Gereja Katolik Jawi Wetan (GKJW), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gus Durian, dan Bank Sampah Indonesia (BSI).

BACA JUGA : Mendekati Porprov, Sarana Tak Lengkap

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kegiatan yang bertajuk Grebeg Sampah itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Serta memberikan pemahaman bahwa pengentasan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hanis Pristiwanto, koordinator aksi Grebeg Sampah, menjelaskan, dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di Alun-Alun RBA Ki Ronggo itu, pihaknya berhasil mengumpulkan 30 kantong sampah yang terdiri atas sampah organik dan non organik.  Jika dikalkulasikan beratnya mencapai dua kuintal. Sampah tersebut kemudian dibawa menggunakan dua kendaraan roda tiga. “Selanjutnya akan dipilah sampahnya,” jelasnya.

Hanis juga menerangkan, kegiatan itu memang sengaja melakukan bersih-bersih sampah di jantung kota. Tujuannya mengedukasi bahwa sampah bukan hanya masalah pemerintah saja. Melainkan, masalah semua pihak serta menjadi tanggung jawab bersama. “Paling tidak dengan ini kami sedikit berkontribusi,” cetusnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan orang yang didominasi berbaju hitam terlihat membersihkan kawasan pusat kota Bondowoso, yaitu alun-alun, Kamis kemarin (26/5). Sampah-sampah mereka sikat habis, baik yang organik maupun nonorganik. Ternyata mereka merupakan gabungan dari Komunitas Gereja Katolik Jawi Wetan (GKJW), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gus Durian, dan Bank Sampah Indonesia (BSI).

BACA JUGA : Mendekati Porprov, Sarana Tak Lengkap

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kegiatan yang bertajuk Grebeg Sampah itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Serta memberikan pemahaman bahwa pengentasan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

Hanis Pristiwanto, koordinator aksi Grebeg Sampah, menjelaskan, dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di Alun-Alun RBA Ki Ronggo itu, pihaknya berhasil mengumpulkan 30 kantong sampah yang terdiri atas sampah organik dan non organik.  Jika dikalkulasikan beratnya mencapai dua kuintal. Sampah tersebut kemudian dibawa menggunakan dua kendaraan roda tiga. “Selanjutnya akan dipilah sampahnya,” jelasnya.

Hanis juga menerangkan, kegiatan itu memang sengaja melakukan bersih-bersih sampah di jantung kota. Tujuannya mengedukasi bahwa sampah bukan hanya masalah pemerintah saja. Melainkan, masalah semua pihak serta menjadi tanggung jawab bersama. “Paling tidak dengan ini kami sedikit berkontribusi,” cetusnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Puluhan orang yang didominasi berbaju hitam terlihat membersihkan kawasan pusat kota Bondowoso, yaitu alun-alun, Kamis kemarin (26/5). Sampah-sampah mereka sikat habis, baik yang organik maupun nonorganik. Ternyata mereka merupakan gabungan dari Komunitas Gereja Katolik Jawi Wetan (GKJW), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gus Durian, dan Bank Sampah Indonesia (BSI).

BACA JUGA : Mendekati Porprov, Sarana Tak Lengkap

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kegiatan yang bertajuk Grebeg Sampah itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. Serta memberikan pemahaman bahwa pengentasan sampah merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah semata.

Hanis Pristiwanto, koordinator aksi Grebeg Sampah, menjelaskan, dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di Alun-Alun RBA Ki Ronggo itu, pihaknya berhasil mengumpulkan 30 kantong sampah yang terdiri atas sampah organik dan non organik.  Jika dikalkulasikan beratnya mencapai dua kuintal. Sampah tersebut kemudian dibawa menggunakan dua kendaraan roda tiga. “Selanjutnya akan dipilah sampahnya,” jelasnya.

Hanis juga menerangkan, kegiatan itu memang sengaja melakukan bersih-bersih sampah di jantung kota. Tujuannya mengedukasi bahwa sampah bukan hanya masalah pemerintah saja. Melainkan, masalah semua pihak serta menjadi tanggung jawab bersama. “Paling tidak dengan ini kami sedikit berkontribusi,” cetusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/