alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

DLHP Akan Pasang Papan Larangan

Terdeteksi Ada Lima Titik Langganan Buang Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Belum adanya tempat pembuangan akhir (TPA) ataupun tempat pembuangan umum (TPU) di kawasan Kecamatan Ijen membuat limbah hasil panen kubis, beberapa hari lalu, menjadi buah bibir. Sebab, sisa-sisa hasil panennya dibuang begitu saja.

Terlebih, akhirnya menimbulkan pemandangan tak sedap di dataran tinggi yang menjadi kawasan andalan Ijen Geopark wilayah Bondowoso itu. Sebelumnya, limbah kubis itu ditemukan oleh polisi pariwisata (polpar) bersama bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen.

Menanggapi hal tersebut, Kristianto, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), menyebutkan bahwa langkah terdekat yang diambil segera koordinasi dengan stakeholder terkait. “Dengan pengelola kawasan wisata. Juga langkah terdekat akan kami beri papan larangan membuang sampah. Karena limbah kubis itu terjadi berulang setiap tahunnya. Total ada lima titik yang selalu menjadi pembuangan kubis,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, menurutnya, DLHP ke depan memiliki rencana untuk membuat bank sampah di Desa Sempol, Kecamatan Ijen. “Akan kami buat focus group discussion penanganan sampah. Karena penanganan sampah di sana belum terjangkau. Berbeda dengan kawasan yang ada di kota,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Belum adanya tempat pembuangan akhir (TPA) ataupun tempat pembuangan umum (TPU) di kawasan Kecamatan Ijen membuat limbah hasil panen kubis, beberapa hari lalu, menjadi buah bibir. Sebab, sisa-sisa hasil panennya dibuang begitu saja.

Terlebih, akhirnya menimbulkan pemandangan tak sedap di dataran tinggi yang menjadi kawasan andalan Ijen Geopark wilayah Bondowoso itu. Sebelumnya, limbah kubis itu ditemukan oleh polisi pariwisata (polpar) bersama bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen.

Menanggapi hal tersebut, Kristianto, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), menyebutkan bahwa langkah terdekat yang diambil segera koordinasi dengan stakeholder terkait. “Dengan pengelola kawasan wisata. Juga langkah terdekat akan kami beri papan larangan membuang sampah. Karena limbah kubis itu terjadi berulang setiap tahunnya. Total ada lima titik yang selalu menjadi pembuangan kubis,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya, DLHP ke depan memiliki rencana untuk membuat bank sampah di Desa Sempol, Kecamatan Ijen. “Akan kami buat focus group discussion penanganan sampah. Karena penanganan sampah di sana belum terjangkau. Berbeda dengan kawasan yang ada di kota,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Belum adanya tempat pembuangan akhir (TPA) ataupun tempat pembuangan umum (TPU) di kawasan Kecamatan Ijen membuat limbah hasil panen kubis, beberapa hari lalu, menjadi buah bibir. Sebab, sisa-sisa hasil panennya dibuang begitu saja.

Terlebih, akhirnya menimbulkan pemandangan tak sedap di dataran tinggi yang menjadi kawasan andalan Ijen Geopark wilayah Bondowoso itu. Sebelumnya, limbah kubis itu ditemukan oleh polisi pariwisata (polpar) bersama bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen.

Menanggapi hal tersebut, Kristianto, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), menyebutkan bahwa langkah terdekat yang diambil segera koordinasi dengan stakeholder terkait. “Dengan pengelola kawasan wisata. Juga langkah terdekat akan kami beri papan larangan membuang sampah. Karena limbah kubis itu terjadi berulang setiap tahunnya. Total ada lima titik yang selalu menjadi pembuangan kubis,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya, DLHP ke depan memiliki rencana untuk membuat bank sampah di Desa Sempol, Kecamatan Ijen. “Akan kami buat focus group discussion penanganan sampah. Karena penanganan sampah di sana belum terjangkau. Berbeda dengan kawasan yang ada di kota,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/