alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Halalbihalal Dibatasi, Pejabat Jangan Asal Open House

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Perayaan Hari Raya Idul Fitri identik dengan halalbihalal. Kabar baiknya, setelah beberapa tahun hal itu dilarang karena kebijakan pandemi Covid-19, tahun ini halalbihalal diperbolehkan. Namun, jumlahnya dibatasi dan tidak boleh makan dan minum di tempat.

Baca Juga : Cegah Konsumsi Narkoba saat Mudik, Puluhan Sopir Bus Dites Urin

Berdasarkan SE Bupati Bondowoso Nomor 443.2/190/430/2022 tentang Upaya Pencegahan Terjadinya Penyebaran dan Peningkatan Penularan Covid-19 Selama Ramadan dan Idul Fitri, terdapat sebelas poin yang menjadi pembahasan. Salah satunya diperbolehkannya menggelar halalbihalal.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ternyata surat yang dikeluarkan pada 25 April lalu itu juga sudah menyesuaikan dengan SE Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 003/2215/SJ tanggal 22 April 2022. Pada daerah dengan status level dua, maka diperbolehkan untuk menggelar halalbihalal. Maksimal tamu yang dapat hadir adalah 75 persen dari kapasitas ruangan atau tempat.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Perayaan Hari Raya Idul Fitri identik dengan halalbihalal. Kabar baiknya, setelah beberapa tahun hal itu dilarang karena kebijakan pandemi Covid-19, tahun ini halalbihalal diperbolehkan. Namun, jumlahnya dibatasi dan tidak boleh makan dan minum di tempat.

Baca Juga : Cegah Konsumsi Narkoba saat Mudik, Puluhan Sopir Bus Dites Urin

Berdasarkan SE Bupati Bondowoso Nomor 443.2/190/430/2022 tentang Upaya Pencegahan Terjadinya Penyebaran dan Peningkatan Penularan Covid-19 Selama Ramadan dan Idul Fitri, terdapat sebelas poin yang menjadi pembahasan. Salah satunya diperbolehkannya menggelar halalbihalal.

Ternyata surat yang dikeluarkan pada 25 April lalu itu juga sudah menyesuaikan dengan SE Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 003/2215/SJ tanggal 22 April 2022. Pada daerah dengan status level dua, maka diperbolehkan untuk menggelar halalbihalal. Maksimal tamu yang dapat hadir adalah 75 persen dari kapasitas ruangan atau tempat.

DABASAH, Radar Ijen – Perayaan Hari Raya Idul Fitri identik dengan halalbihalal. Kabar baiknya, setelah beberapa tahun hal itu dilarang karena kebijakan pandemi Covid-19, tahun ini halalbihalal diperbolehkan. Namun, jumlahnya dibatasi dan tidak boleh makan dan minum di tempat.

Baca Juga : Cegah Konsumsi Narkoba saat Mudik, Puluhan Sopir Bus Dites Urin

Berdasarkan SE Bupati Bondowoso Nomor 443.2/190/430/2022 tentang Upaya Pencegahan Terjadinya Penyebaran dan Peningkatan Penularan Covid-19 Selama Ramadan dan Idul Fitri, terdapat sebelas poin yang menjadi pembahasan. Salah satunya diperbolehkannya menggelar halalbihalal.

Ternyata surat yang dikeluarkan pada 25 April lalu itu juga sudah menyesuaikan dengan SE Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 003/2215/SJ tanggal 22 April 2022. Pada daerah dengan status level dua, maka diperbolehkan untuk menggelar halalbihalal. Maksimal tamu yang dapat hadir adalah 75 persen dari kapasitas ruangan atau tempat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/