alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Nuzulul Quran, Momentum Manusia Merenung

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Nuzulul Quran atau hari turunnya Alquran, diperingati umat Islam setiap 17 Ramadan. Di dalamnya banyak peristiwa dan pelajaran yang bisa menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bondowoso Drs Astono menyampaikan, peringatan Nuzulul Quran adalah peringatan turunnya Alquran pertama kali di muka bumi. Berikutnya Alquran turun dengan banyak proses. Selama kurang lebih enam tahun. “Ayat pertama itu turun ketika Rasulullah melakukan khalwat (mengasingkan diri untuk bertafakur dan beribadah, Red) selama enam tahun,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan petunjuk, Nabi Muhammad SAW harus melakukan proses riyadhah melalui khalwat. “Ada proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan hal-hal yang istimewa. Ini yang perlu direnungkan umatnya,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, ayat Alquran pertama yang turun berisi perintah untuk membaca. Perintah tersebut diulang dalam beberapa ayat. Ini menandakan, membaca itu bukan sekadarnya. Melainkan harus dipahami dan dikaji secara mendalam isi dari bacaan itu sendiri.

Dalam ayat pertama perintah membaca terkandung makna bahwa Allah SWT memerintahkan manusia dengan qalam. Jenis pembelajaran ini merupakan pembelajaran seperti yang biasa kita lakukan, yakni menggunakan media buku dan alat tulis lainnya. Kemudian, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa Allah bisa mengajar manusia secara langsung apa yang tidak diketahui manusia tersebut. “Untuk mendapatkan aspek kedua ini, manusia harus melakukan riyadah tadi,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Nuzulul Quran atau hari turunnya Alquran, diperingati umat Islam setiap 17 Ramadan. Di dalamnya banyak peristiwa dan pelajaran yang bisa menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bondowoso Drs Astono menyampaikan, peringatan Nuzulul Quran adalah peringatan turunnya Alquran pertama kali di muka bumi. Berikutnya Alquran turun dengan banyak proses. Selama kurang lebih enam tahun. “Ayat pertama itu turun ketika Rasulullah melakukan khalwat (mengasingkan diri untuk bertafakur dan beribadah, Red) selama enam tahun,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan petunjuk, Nabi Muhammad SAW harus melakukan proses riyadhah melalui khalwat. “Ada proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan hal-hal yang istimewa. Ini yang perlu direnungkan umatnya,” jelasnya.

Dijelaskan, ayat Alquran pertama yang turun berisi perintah untuk membaca. Perintah tersebut diulang dalam beberapa ayat. Ini menandakan, membaca itu bukan sekadarnya. Melainkan harus dipahami dan dikaji secara mendalam isi dari bacaan itu sendiri.

Dalam ayat pertama perintah membaca terkandung makna bahwa Allah SWT memerintahkan manusia dengan qalam. Jenis pembelajaran ini merupakan pembelajaran seperti yang biasa kita lakukan, yakni menggunakan media buku dan alat tulis lainnya. Kemudian, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa Allah bisa mengajar manusia secara langsung apa yang tidak diketahui manusia tersebut. “Untuk mendapatkan aspek kedua ini, manusia harus melakukan riyadah tadi,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Peringatan Nuzulul Quran atau hari turunnya Alquran, diperingati umat Islam setiap 17 Ramadan. Di dalamnya banyak peristiwa dan pelajaran yang bisa menjadi bahan renungan bagi umat Islam.

Kasi Bimas Islam Kemenag Bondowoso Drs Astono menyampaikan, peringatan Nuzulul Quran adalah peringatan turunnya Alquran pertama kali di muka bumi. Berikutnya Alquran turun dengan banyak proses. Selama kurang lebih enam tahun. “Ayat pertama itu turun ketika Rasulullah melakukan khalwat (mengasingkan diri untuk bertafakur dan beribadah, Red) selama enam tahun,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mendapatkan petunjuk, Nabi Muhammad SAW harus melakukan proses riyadhah melalui khalwat. “Ada proses yang harus dilakukan untuk mendapatkan hal-hal yang istimewa. Ini yang perlu direnungkan umatnya,” jelasnya.

Dijelaskan, ayat Alquran pertama yang turun berisi perintah untuk membaca. Perintah tersebut diulang dalam beberapa ayat. Ini menandakan, membaca itu bukan sekadarnya. Melainkan harus dipahami dan dikaji secara mendalam isi dari bacaan itu sendiri.

Dalam ayat pertama perintah membaca terkandung makna bahwa Allah SWT memerintahkan manusia dengan qalam. Jenis pembelajaran ini merupakan pembelajaran seperti yang biasa kita lakukan, yakni menggunakan media buku dan alat tulis lainnya. Kemudian, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa Allah bisa mengajar manusia secara langsung apa yang tidak diketahui manusia tersebut. “Untuk mendapatkan aspek kedua ini, manusia harus melakukan riyadah tadi,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/