23.8 C
Jember
Friday, 24 March 2023

Gedung Akper untuk Karantina Pekerja Migran

Swab Negatif, Baru Bisa Pulang ke Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini sudah memasuki pertengahan Ramadan. Pemerintah tengah menyiapkan patroli menyambut Lebaran. Karena masih pandemi Covid-19, pemerintah pusat melarang mudik Lebaran. Salah satu yang menjadi atensi saat ini adalah kepulangan pekerja migran Indonesia.

Sebagai salah satu antisipasi, forkopimda menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Gedung Sabha Bina Praja 1, kemarin (27/4). Salah satu yang perlu diantisipasi saat ini adalah adanya varian baru Covid-19. Harapannya, dengan persiapan yang matang, bisa mencegah adanya klaster baru serta menularnya virus varian baru Covid-19 di tengah masyarakat Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, kurang lebih ada 400 tenaga migran yang berasal dari Bondowoso sedang berada di luar negeri. Hal itu berdasarkan catatan dari Dinas Ketenagakerjaan wilayah Bondowoso. Memang tidak semuanya pulang. “Namun, harus kami koordinasikan terkait antisipasi kepulangan pekerja migran ini. Bahkan, harus koordinasi dengan satgas provinsi dulu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, berdasarkan adat, biasanya Lebaran menjadi momen kepulangan pekerja migran ke Bondowoso. “Mereka yang pasti pulang adalah yang habis kontrak. Makanya ini kan berkaitan dengan pekerja migran,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim, standard operating procedure (SOP) kepulangan pekerja migran ini akan dilakukan karantina selama dua hari di Asrama Haji Surabaya. Kemudian, nantinya akan dilakukan tes swab bagi pekerja migran. Ketika hasilnya negatif, maka orang tersebut bisa dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka akan dijemput oleh perangkat daerah yang bertugas.

Setelah sampai di Bondowoso, mereka akan kembali menjalani karantina di Gedung Akper Bondowoso. Kemudian, dalam beberapa hari akan dilakukan tes swab kembali. Ketika hasilnya negatif, mereka akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing, sembari dilakukan isolasi mandiri bagi orang tersebut di rumahnya.

“Kalau hasil swab-nya positif, baru dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya. Untuk tempat rujukan sendiri ditempatkan dalam dua tempat. Di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesnadi atau Rumah Sakit Bhayangkara.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini sudah memasuki pertengahan Ramadan. Pemerintah tengah menyiapkan patroli menyambut Lebaran. Karena masih pandemi Covid-19, pemerintah pusat melarang mudik Lebaran. Salah satu yang menjadi atensi saat ini adalah kepulangan pekerja migran Indonesia.

Sebagai salah satu antisipasi, forkopimda menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Gedung Sabha Bina Praja 1, kemarin (27/4). Salah satu yang perlu diantisipasi saat ini adalah adanya varian baru Covid-19. Harapannya, dengan persiapan yang matang, bisa mencegah adanya klaster baru serta menularnya virus varian baru Covid-19 di tengah masyarakat Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, kurang lebih ada 400 tenaga migran yang berasal dari Bondowoso sedang berada di luar negeri. Hal itu berdasarkan catatan dari Dinas Ketenagakerjaan wilayah Bondowoso. Memang tidak semuanya pulang. “Namun, harus kami koordinasikan terkait antisipasi kepulangan pekerja migran ini. Bahkan, harus koordinasi dengan satgas provinsi dulu,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan adat, biasanya Lebaran menjadi momen kepulangan pekerja migran ke Bondowoso. “Mereka yang pasti pulang adalah yang habis kontrak. Makanya ini kan berkaitan dengan pekerja migran,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim, standard operating procedure (SOP) kepulangan pekerja migran ini akan dilakukan karantina selama dua hari di Asrama Haji Surabaya. Kemudian, nantinya akan dilakukan tes swab bagi pekerja migran. Ketika hasilnya negatif, maka orang tersebut bisa dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka akan dijemput oleh perangkat daerah yang bertugas.

Setelah sampai di Bondowoso, mereka akan kembali menjalani karantina di Gedung Akper Bondowoso. Kemudian, dalam beberapa hari akan dilakukan tes swab kembali. Ketika hasilnya negatif, mereka akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing, sembari dilakukan isolasi mandiri bagi orang tersebut di rumahnya.

“Kalau hasil swab-nya positif, baru dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya. Untuk tempat rujukan sendiri ditempatkan dalam dua tempat. Di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesnadi atau Rumah Sakit Bhayangkara.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Saat ini sudah memasuki pertengahan Ramadan. Pemerintah tengah menyiapkan patroli menyambut Lebaran. Karena masih pandemi Covid-19, pemerintah pusat melarang mudik Lebaran. Salah satu yang menjadi atensi saat ini adalah kepulangan pekerja migran Indonesia.

Sebagai salah satu antisipasi, forkopimda menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di Gedung Sabha Bina Praja 1, kemarin (27/4). Salah satu yang perlu diantisipasi saat ini adalah adanya varian baru Covid-19. Harapannya, dengan persiapan yang matang, bisa mencegah adanya klaster baru serta menularnya virus varian baru Covid-19 di tengah masyarakat Bondowoso.

Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat menyampaikan, kurang lebih ada 400 tenaga migran yang berasal dari Bondowoso sedang berada di luar negeri. Hal itu berdasarkan catatan dari Dinas Ketenagakerjaan wilayah Bondowoso. Memang tidak semuanya pulang. “Namun, harus kami koordinasikan terkait antisipasi kepulangan pekerja migran ini. Bahkan, harus koordinasi dengan satgas provinsi dulu,” katanya.

Dijelaskan, berdasarkan adat, biasanya Lebaran menjadi momen kepulangan pekerja migran ke Bondowoso. “Mereka yang pasti pulang adalah yang habis kontrak. Makanya ini kan berkaitan dengan pekerja migran,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim, standard operating procedure (SOP) kepulangan pekerja migran ini akan dilakukan karantina selama dua hari di Asrama Haji Surabaya. Kemudian, nantinya akan dilakukan tes swab bagi pekerja migran. Ketika hasilnya negatif, maka orang tersebut bisa dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Mereka akan dijemput oleh perangkat daerah yang bertugas.

Setelah sampai di Bondowoso, mereka akan kembali menjalani karantina di Gedung Akper Bondowoso. Kemudian, dalam beberapa hari akan dilakukan tes swab kembali. Ketika hasilnya negatif, mereka akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing, sembari dilakukan isolasi mandiri bagi orang tersebut di rumahnya.

“Kalau hasil swab-nya positif, baru dirujuk ke rumah sakit,” ungkapnya. Untuk tempat rujukan sendiri ditempatkan dalam dua tempat. Di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesnadi atau Rumah Sakit Bhayangkara.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca