alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Targetkan Empat Desa Menjadi Desa Layak Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

Dikonfirmasi terkait penempatan di dua desa itu, menurutnya, saat dilakukan rapat evaluasi sebelumnya, sudah diketahui beberapa latar belakangnya. Salah satunya, angka kekerasan dan pernikahan dini di tempat tersebut masih relatif tinggi. Ketika program tersebut berhasil dilakukan di empat desa tersebut, diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan dan desa yang lain di Bondowoso.

Perempuan yang akrab disapa Anis ini juga berjanji akan melakukan pengawalan pada setiap proses yang akan dilakukan nantinya. Termasuk pembentukan forum anak yang ada di desa, menciptakan sekolah ramah anak di desa, hingga membentuk pondok konseling yang dilakukan oleh Fatayat NU setiap desa. “Sehingga tidak perlu mencari psikolog, karena di sana sudah ada pondok konseling,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anis juga mengaku berkomitmen untuk menaikkan predikat KLA di Bondowoso yang sempat turun kasta pada 2021 lalu dengan melakukan beberapa langkah percepatan. Termasuk memaksimalkan klaster yang ada di dalamnya. Walaupun untuk penilaian KLA tahun ini, menurutnya adalah hasil kinerja di tahun 2020 dan 2021. “Tentu nanti semoga kita dapat bonusnya di 2023,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

- Advertisement -

Dikonfirmasi terkait penempatan di dua desa itu, menurutnya, saat dilakukan rapat evaluasi sebelumnya, sudah diketahui beberapa latar belakangnya. Salah satunya, angka kekerasan dan pernikahan dini di tempat tersebut masih relatif tinggi. Ketika program tersebut berhasil dilakukan di empat desa tersebut, diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan dan desa yang lain di Bondowoso.

Perempuan yang akrab disapa Anis ini juga berjanji akan melakukan pengawalan pada setiap proses yang akan dilakukan nantinya. Termasuk pembentukan forum anak yang ada di desa, menciptakan sekolah ramah anak di desa, hingga membentuk pondok konseling yang dilakukan oleh Fatayat NU setiap desa. “Sehingga tidak perlu mencari psikolog, karena di sana sudah ada pondok konseling,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anis juga mengaku berkomitmen untuk menaikkan predikat KLA di Bondowoso yang sempat turun kasta pada 2021 lalu dengan melakukan beberapa langkah percepatan. Termasuk memaksimalkan klaster yang ada di dalamnya. Walaupun untuk penilaian KLA tahun ini, menurutnya adalah hasil kinerja di tahun 2020 dan 2021. “Tentu nanti semoga kita dapat bonusnya di 2023,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

Dikonfirmasi terkait penempatan di dua desa itu, menurutnya, saat dilakukan rapat evaluasi sebelumnya, sudah diketahui beberapa latar belakangnya. Salah satunya, angka kekerasan dan pernikahan dini di tempat tersebut masih relatif tinggi. Ketika program tersebut berhasil dilakukan di empat desa tersebut, diharapkan menjadi contoh bagi kecamatan dan desa yang lain di Bondowoso.

Perempuan yang akrab disapa Anis ini juga berjanji akan melakukan pengawalan pada setiap proses yang akan dilakukan nantinya. Termasuk pembentukan forum anak yang ada di desa, menciptakan sekolah ramah anak di desa, hingga membentuk pondok konseling yang dilakukan oleh Fatayat NU setiap desa. “Sehingga tidak perlu mencari psikolog, karena di sana sudah ada pondok konseling,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anis juga mengaku berkomitmen untuk menaikkan predikat KLA di Bondowoso yang sempat turun kasta pada 2021 lalu dengan melakukan beberapa langkah percepatan. Termasuk memaksimalkan klaster yang ada di dalamnya. Walaupun untuk penilaian KLA tahun ini, menurutnya adalah hasil kinerja di tahun 2020 dan 2021. “Tentu nanti semoga kita dapat bonusnya di 2023,” pungkasnya. (ham/c2/lin)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/