alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Targetkan Empat Desa Menjadi Desa Layak Anak

Mobile_AP_Rectangle 1

TAMANSARI, Radar Ijen – Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan hal yang sampai saat ini masih terus diupayakan untuk didapatkan predikat setinggi-tingginya oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, disertai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2021 tentang pelaksanaan perda tersebut.

Salah satu langkah mencapai hal itu, pemkab melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), bersama Tanoker Jember dan Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia (Rutgers) melakukan sosialisasi perda tersebut, di Ballroom Ijen View, Sabtu (26/2). Acara tersebut juga yang dihadiri oleh sejumlah pihak terkait serta perwakilan kecamatan dan desa yang akan dijadikan pilot project desa layak anak nantinya.

Sebanyak empat desa dari dua kecamatan ditargetkan menjadi Desa Layak Anak. Di antaranya Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, serta Desa Gubrih dan Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin. Mulai tahun ini hingga 2025 mendatang, di desa tersebut akan dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkan desa layak anak. Walaupun demikian, untuk ke depannya, semua desa juga ditargetkan menjadi desa layak anak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, Tanoker memiliki program Power to Youth di Bondowoso. Fokus dari program tersebut adalah mengawal tiga isu penting, di antaranya pernikahan anak, kehamilan yang tidak diinginkan, serta kekerasan berbasis gender dan seksual. “Itu sangat sinergis dengan apa yang sedang kami upayakan. Khususnya di Perda Kabupaten Layak Anak ini,” katanya.

- Advertisement -

TAMANSARI, Radar Ijen – Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan hal yang sampai saat ini masih terus diupayakan untuk didapatkan predikat setinggi-tingginya oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, disertai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2021 tentang pelaksanaan perda tersebut.

Salah satu langkah mencapai hal itu, pemkab melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), bersama Tanoker Jember dan Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia (Rutgers) melakukan sosialisasi perda tersebut, di Ballroom Ijen View, Sabtu (26/2). Acara tersebut juga yang dihadiri oleh sejumlah pihak terkait serta perwakilan kecamatan dan desa yang akan dijadikan pilot project desa layak anak nantinya.

Sebanyak empat desa dari dua kecamatan ditargetkan menjadi Desa Layak Anak. Di antaranya Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, serta Desa Gubrih dan Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin. Mulai tahun ini hingga 2025 mendatang, di desa tersebut akan dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkan desa layak anak. Walaupun demikian, untuk ke depannya, semua desa juga ditargetkan menjadi desa layak anak.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, Tanoker memiliki program Power to Youth di Bondowoso. Fokus dari program tersebut adalah mengawal tiga isu penting, di antaranya pernikahan anak, kehamilan yang tidak diinginkan, serta kekerasan berbasis gender dan seksual. “Itu sangat sinergis dengan apa yang sedang kami upayakan. Khususnya di Perda Kabupaten Layak Anak ini,” katanya.

TAMANSARI, Radar Ijen – Kabupaten Layak Anak (KLA) merupakan hal yang sampai saat ini masih terus diupayakan untuk didapatkan predikat setinggi-tingginya oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dibuktikan dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak, disertai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2021 tentang pelaksanaan perda tersebut.

Salah satu langkah mencapai hal itu, pemkab melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), bersama Tanoker Jember dan Ruang Temu Generasi Sehat Indonesia (Rutgers) melakukan sosialisasi perda tersebut, di Ballroom Ijen View, Sabtu (26/2). Acara tersebut juga yang dihadiri oleh sejumlah pihak terkait serta perwakilan kecamatan dan desa yang akan dijadikan pilot project desa layak anak nantinya.

Sebanyak empat desa dari dua kecamatan ditargetkan menjadi Desa Layak Anak. Di antaranya Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, serta Desa Gubrih dan Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin. Mulai tahun ini hingga 2025 mendatang, di desa tersebut akan dilakukan berbagai upaya untuk mewujudkan desa layak anak. Walaupun demikian, untuk ke depannya, semua desa juga ditargetkan menjadi desa layak anak.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, Tanoker memiliki program Power to Youth di Bondowoso. Fokus dari program tersebut adalah mengawal tiga isu penting, di antaranya pernikahan anak, kehamilan yang tidak diinginkan, serta kekerasan berbasis gender dan seksual. “Itu sangat sinergis dengan apa yang sedang kami upayakan. Khususnya di Perda Kabupaten Layak Anak ini,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/