alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dua Hari Tak Kunjung Ketemu, Pemancing Bondowoso Hilang

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memancing merupakan kegiatan yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Tapi, selama musim hujan, masyarakat harus berhati-hati saat memancing. Agar tidak bernasib nahas seperti Ardian Anang Ardi Hamzah, 33, saat memancing di Sungai Sampean Baru, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Dia menghilang saat memancing. Dua hari dilakukan pencarian, korban masih belum ditemukan.

Pria tersebut diketahui pergi memancing sejak selasa (25/1) pagi lalu. Dia berangkat menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Kendaraan dititipkan di rumah warga yang tidak jauh dari lokasi memancing. Tapi, hingga larut malam, yang bersangkutan belum kembali. Akhirnya, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian sektor (polsek) setempat.

Mengetahui laporan orang hilang tersebut, pencarian kemudian dilakukan oleh petugas gabungan. Terdiri atas kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, satpol PP, dan berbagai pihak lainnya. Pada pencarian hari pertama, Rabu (26/1), korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian sempat dihentikan karena terkendala cuaca buruk. Akhirnya pencarian dilanjutkan pada hari kedua, kemarin (27/1) pagi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dadan Kurniawan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, mengatakan, pada saat korban memancing, di tempat itu memang sedang terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat. “Hujan yang sampai sore itu di Bondowoso,” jelasnya.

Lokasi korban memancing, lanjut Dadan, berada di hulu Dam Sampean Baru. Tempat tersebut merupakan tempat pengumpulan akhir dari beberapa aliran dam yang ada. Dari hal tersebut, maka dapat dipastikan arus air sungai cukup deras.

Dikonfirmasi terkait upaya dan proses pencarian, Dadan menyebut, setelah mendapat kabar tersebut, pihaknya bersama TNI, Polri, satpol PP, serta masyarakat sekitar melakukan pencarian. Bahkan, tim search and rescue (SAR) juga turut melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Sampean Baru. Tapi, hingga sore hari pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. “Kami berhenti sementara karena cuacanya hujan. Kami mencarinya kan di sepanjang aliran sungai,” tuturnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memancing merupakan kegiatan yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Tapi, selama musim hujan, masyarakat harus berhati-hati saat memancing. Agar tidak bernasib nahas seperti Ardian Anang Ardi Hamzah, 33, saat memancing di Sungai Sampean Baru, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Dia menghilang saat memancing. Dua hari dilakukan pencarian, korban masih belum ditemukan.

Pria tersebut diketahui pergi memancing sejak selasa (25/1) pagi lalu. Dia berangkat menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Kendaraan dititipkan di rumah warga yang tidak jauh dari lokasi memancing. Tapi, hingga larut malam, yang bersangkutan belum kembali. Akhirnya, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian sektor (polsek) setempat.

Mengetahui laporan orang hilang tersebut, pencarian kemudian dilakukan oleh petugas gabungan. Terdiri atas kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, satpol PP, dan berbagai pihak lainnya. Pada pencarian hari pertama, Rabu (26/1), korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian sempat dihentikan karena terkendala cuaca buruk. Akhirnya pencarian dilanjutkan pada hari kedua, kemarin (27/1) pagi.

Dadan Kurniawan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, mengatakan, pada saat korban memancing, di tempat itu memang sedang terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat. “Hujan yang sampai sore itu di Bondowoso,” jelasnya.

Lokasi korban memancing, lanjut Dadan, berada di hulu Dam Sampean Baru. Tempat tersebut merupakan tempat pengumpulan akhir dari beberapa aliran dam yang ada. Dari hal tersebut, maka dapat dipastikan arus air sungai cukup deras.

Dikonfirmasi terkait upaya dan proses pencarian, Dadan menyebut, setelah mendapat kabar tersebut, pihaknya bersama TNI, Polri, satpol PP, serta masyarakat sekitar melakukan pencarian. Bahkan, tim search and rescue (SAR) juga turut melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Sampean Baru. Tapi, hingga sore hari pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. “Kami berhenti sementara karena cuacanya hujan. Kami mencarinya kan di sepanjang aliran sungai,” tuturnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Memancing merupakan kegiatan yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Tapi, selama musim hujan, masyarakat harus berhati-hati saat memancing. Agar tidak bernasib nahas seperti Ardian Anang Ardi Hamzah, 33, saat memancing di Sungai Sampean Baru, Desa Kalitapen, Kecamatan Tapen, Bondowoso. Dia menghilang saat memancing. Dua hari dilakukan pencarian, korban masih belum ditemukan.

Pria tersebut diketahui pergi memancing sejak selasa (25/1) pagi lalu. Dia berangkat menggunakan kendaraan roda dua miliknya. Kendaraan dititipkan di rumah warga yang tidak jauh dari lokasi memancing. Tapi, hingga larut malam, yang bersangkutan belum kembali. Akhirnya, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian sektor (polsek) setempat.

Mengetahui laporan orang hilang tersebut, pencarian kemudian dilakukan oleh petugas gabungan. Terdiri atas kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim SAR, satpol PP, dan berbagai pihak lainnya. Pada pencarian hari pertama, Rabu (26/1), korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian sempat dihentikan karena terkendala cuaca buruk. Akhirnya pencarian dilanjutkan pada hari kedua, kemarin (27/1) pagi.

Dadan Kurniawan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bondowoso, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen, mengatakan, pada saat korban memancing, di tempat itu memang sedang terjadi hujan dengan intensitas cukup lebat. “Hujan yang sampai sore itu di Bondowoso,” jelasnya.

Lokasi korban memancing, lanjut Dadan, berada di hulu Dam Sampean Baru. Tempat tersebut merupakan tempat pengumpulan akhir dari beberapa aliran dam yang ada. Dari hal tersebut, maka dapat dipastikan arus air sungai cukup deras.

Dikonfirmasi terkait upaya dan proses pencarian, Dadan menyebut, setelah mendapat kabar tersebut, pihaknya bersama TNI, Polri, satpol PP, serta masyarakat sekitar melakukan pencarian. Bahkan, tim search and rescue (SAR) juga turut melakukan pencarian di sekitar aliran Sungai Sampean Baru. Tapi, hingga sore hari pencarian terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian. “Kami berhenti sementara karena cuacanya hujan. Kami mencarinya kan di sepanjang aliran sungai,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/