23.7 C
Jember
Saturday, 4 February 2023

Nostalgia dengan Miniatur Gerbong Maut Bersejarah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski sudah tidak memiliki stasiun kereta api yang masih beroperasi. Gerbong kereta, tentu tidak dapat dipisahkan dari ingatan masyarakat Bondowoso. Bagaimana tidak, ada peristiwa berdarah yang menewaskan puluhan pejuang di dalam Gerbong Kereta. Kejadian tersebut hingga saat ini dikenal dengan sebutan Tragedi Gerbong Maut.

Miniatur Lengkap dengan Nomor Seri Gerbong Maut

Untuk menghargai jasa para pahlawan yang gugur, tentu banyak hal yang dapat dilakukan. Selain upacara seremonial, salah satunya adalah melihat gerbong bersejarah tersebut. Untuk hal ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, ada pengrajin yang secara khusus membuat miniatur gerbong maut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketika melihat miniatur tersebut, setidaknya menggambarkan bagaimana gerbong kereta api yang bersejarah tersebut. Maka tidak heran, jika ada yang mengatakan, ketika melihat miniatur tersebut bisa menjadi ajang nostalgia dengan gerbong bersejarah di Kota Tape.

Biasanya, miniatur gerbong ini dijadikan sebagai souvenir andalan dari Bondowoso. Bentuknya yang khas, memang sangat cocok untuk dijadikan buah tangan. Namun terlepas dari itu, miniatur ini tentu sangat kental akan nilai sejarah.

Miniatur ini dipajang dan dijual secara bebas, saat peringatan Tragedi Gerbong Maut di Museum Kereta Api Bondowoso, Rabu  (23/11). Tidak jarang masyarakat yang datang untuk melihat, bahkan langsung membelinya untuk dijadikan oleh oleh. Harganya juga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Tergantung dari bahan, bentuk serta aksesoris kereta yang diinginkan.

Samsudin, salah seorang warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang Bondowoso mengaku, cukup tertarik dengan miniatur gerbong ini. Selain bentuknya yang unik dan klasik, miniatur tersebut juga dianggap memiliki nilai sejarah yang panjang. “Pas lihat (miniatur, red) tadi, berasa kayak lihat gerbong kereta jaman dulu,” katanya.

Sementara, Wahyudi warga Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang mengatakan, para pengrajin maupun para pelaku UMKM dapat membuat miniatur serupa. Sehingga, gerbong maut di Bondowoso mampu dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi. Menurutnya, semakin banyak yang membuat. Maka, semakin banyak pula generasi muda yang akan lebih mencintai sejarah lokal. “Biar gak kebingungan juga, kalau mau cari oleh-oleh yang worth it,” imbuhnya. (ham/dwi)

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski sudah tidak memiliki stasiun kereta api yang masih beroperasi. Gerbong kereta, tentu tidak dapat dipisahkan dari ingatan masyarakat Bondowoso. Bagaimana tidak, ada peristiwa berdarah yang menewaskan puluhan pejuang di dalam Gerbong Kereta. Kejadian tersebut hingga saat ini dikenal dengan sebutan Tragedi Gerbong Maut.

Miniatur Lengkap dengan Nomor Seri Gerbong Maut

Untuk menghargai jasa para pahlawan yang gugur, tentu banyak hal yang dapat dilakukan. Selain upacara seremonial, salah satunya adalah melihat gerbong bersejarah tersebut. Untuk hal ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, ada pengrajin yang secara khusus membuat miniatur gerbong maut.

Ketika melihat miniatur tersebut, setidaknya menggambarkan bagaimana gerbong kereta api yang bersejarah tersebut. Maka tidak heran, jika ada yang mengatakan, ketika melihat miniatur tersebut bisa menjadi ajang nostalgia dengan gerbong bersejarah di Kota Tape.

Biasanya, miniatur gerbong ini dijadikan sebagai souvenir andalan dari Bondowoso. Bentuknya yang khas, memang sangat cocok untuk dijadikan buah tangan. Namun terlepas dari itu, miniatur ini tentu sangat kental akan nilai sejarah.

Miniatur ini dipajang dan dijual secara bebas, saat peringatan Tragedi Gerbong Maut di Museum Kereta Api Bondowoso, Rabu  (23/11). Tidak jarang masyarakat yang datang untuk melihat, bahkan langsung membelinya untuk dijadikan oleh oleh. Harganya juga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Tergantung dari bahan, bentuk serta aksesoris kereta yang diinginkan.

Samsudin, salah seorang warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang Bondowoso mengaku, cukup tertarik dengan miniatur gerbong ini. Selain bentuknya yang unik dan klasik, miniatur tersebut juga dianggap memiliki nilai sejarah yang panjang. “Pas lihat (miniatur, red) tadi, berasa kayak lihat gerbong kereta jaman dulu,” katanya.

Sementara, Wahyudi warga Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang mengatakan, para pengrajin maupun para pelaku UMKM dapat membuat miniatur serupa. Sehingga, gerbong maut di Bondowoso mampu dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi. Menurutnya, semakin banyak yang membuat. Maka, semakin banyak pula generasi muda yang akan lebih mencintai sejarah lokal. “Biar gak kebingungan juga, kalau mau cari oleh-oleh yang worth it,” imbuhnya. (ham/dwi)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meski sudah tidak memiliki stasiun kereta api yang masih beroperasi. Gerbong kereta, tentu tidak dapat dipisahkan dari ingatan masyarakat Bondowoso. Bagaimana tidak, ada peristiwa berdarah yang menewaskan puluhan pejuang di dalam Gerbong Kereta. Kejadian tersebut hingga saat ini dikenal dengan sebutan Tragedi Gerbong Maut.

Miniatur Lengkap dengan Nomor Seri Gerbong Maut

Untuk menghargai jasa para pahlawan yang gugur, tentu banyak hal yang dapat dilakukan. Selain upacara seremonial, salah satunya adalah melihat gerbong bersejarah tersebut. Untuk hal ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena, ada pengrajin yang secara khusus membuat miniatur gerbong maut.

Ketika melihat miniatur tersebut, setidaknya menggambarkan bagaimana gerbong kereta api yang bersejarah tersebut. Maka tidak heran, jika ada yang mengatakan, ketika melihat miniatur tersebut bisa menjadi ajang nostalgia dengan gerbong bersejarah di Kota Tape.

Biasanya, miniatur gerbong ini dijadikan sebagai souvenir andalan dari Bondowoso. Bentuknya yang khas, memang sangat cocok untuk dijadikan buah tangan. Namun terlepas dari itu, miniatur ini tentu sangat kental akan nilai sejarah.

Miniatur ini dipajang dan dijual secara bebas, saat peringatan Tragedi Gerbong Maut di Museum Kereta Api Bondowoso, Rabu  (23/11). Tidak jarang masyarakat yang datang untuk melihat, bahkan langsung membelinya untuk dijadikan oleh oleh. Harganya juga lumayan terjangkau, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Tergantung dari bahan, bentuk serta aksesoris kereta yang diinginkan.

Samsudin, salah seorang warga Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang Bondowoso mengaku, cukup tertarik dengan miniatur gerbong ini. Selain bentuknya yang unik dan klasik, miniatur tersebut juga dianggap memiliki nilai sejarah yang panjang. “Pas lihat (miniatur, red) tadi, berasa kayak lihat gerbong kereta jaman dulu,” katanya.

Sementara, Wahyudi warga Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang mengatakan, para pengrajin maupun para pelaku UMKM dapat membuat miniatur serupa. Sehingga, gerbong maut di Bondowoso mampu dikenal oleh masyarakat lebih luas lagi. Menurutnya, semakin banyak yang membuat. Maka, semakin banyak pula generasi muda yang akan lebih mencintai sejarah lokal. “Biar gak kebingungan juga, kalau mau cari oleh-oleh yang worth it,” imbuhnya. (ham/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca