23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Miniatur Lengkap dengan Nomor Seri Gerbong Maut

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mendapatkan miniatur kereta api atau gerbong yang sesuai keinginan, tentu memang membutuhkan upaya dan proses panjang. Hal ini tidak lepas dari pembuatannya yang cukup rumit, khususnya pada bagian detail gerbong. Semua komponen harus dibuat dengan sabar, sehingga hasilnya bisa menyerupai aslinya.

Nostalgia dengan Miniatur Gerbong Maut Bersejarah

Salah satu yang membuat miniatur gerbong adalah Yusuf Ikhtiarto. Meski sudah memiliki ide yang sudah cukup lama, dia mengaku baru membuat miniatur yang dimaksud, sejak pandemi Covid-19 melanda. Keinginan untuk bisa memproduksi barang tersebut, berawal dari keresahannya, karena Bondowoso tidak memiliki souvenir khas. “Saya ingin Bondowoso punya souvenir khas begitu,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Apalagi gerbong maut dinilai memiliki nilai sejarah yang cukup kental. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Yus ini memutuskan untuk membuat miniatur gerbong maut. Dengan tujuan membangkitkan jiwa nasionalisme, dengan mengetahui sejarah para pejuang terdahulu yang sudah gugur sebelumnya.

Ada banyak bahan yang dapat digunakan untuk membuat barang ini, mulai dari limbah, kertas, karton, acrylic, triplek, hingga kayu. Tergantung permintaan dari para pembeli, tentunya dengan harga yang berbeda pula. Meski terbuat dari bahan yang berbeda, bentuknya juga masih bisa dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Untuk pengerjaannya, Yus mengaku dalam satu hari hanya bisa membuat dua hingga tiga miniatur gerbong saja. Padahal, sudah dikerjakan oleh dua orang sekaligus. Pengerjaan yang paling sulit adalah menambahkan detail bagiannya. “Butuh ketelatenan ekstra. Untuk membuat bagian detailnya itu,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, miniatur gerbong kereta yang dibuat memang hampir mirip aslinya. Termasuk nomor gerbong dan bagian lain seperti rantai dan lain sebagainya. Lengkap dengan potongan rel kereta di bawahnya. Sementara warnanya, biasanya didominasi oleh warna hitam.

Ternyata, miniatur ini sudah banyak dibeli oleh orang luar Bondowoso. Bahkan, ada pecinta sejarah di Jakarta yang membelinya. Sementara orang Bondowoso sendiri, lanjut Yus, masih sangat minim sekali. (Ham/dwi)

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mendapatkan miniatur kereta api atau gerbong yang sesuai keinginan, tentu memang membutuhkan upaya dan proses panjang. Hal ini tidak lepas dari pembuatannya yang cukup rumit, khususnya pada bagian detail gerbong. Semua komponen harus dibuat dengan sabar, sehingga hasilnya bisa menyerupai aslinya.

Nostalgia dengan Miniatur Gerbong Maut Bersejarah

Salah satu yang membuat miniatur gerbong adalah Yusuf Ikhtiarto. Meski sudah memiliki ide yang sudah cukup lama, dia mengaku baru membuat miniatur yang dimaksud, sejak pandemi Covid-19 melanda. Keinginan untuk bisa memproduksi barang tersebut, berawal dari keresahannya, karena Bondowoso tidak memiliki souvenir khas. “Saya ingin Bondowoso punya souvenir khas begitu,” katanya.

Apalagi gerbong maut dinilai memiliki nilai sejarah yang cukup kental. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Yus ini memutuskan untuk membuat miniatur gerbong maut. Dengan tujuan membangkitkan jiwa nasionalisme, dengan mengetahui sejarah para pejuang terdahulu yang sudah gugur sebelumnya.

Ada banyak bahan yang dapat digunakan untuk membuat barang ini, mulai dari limbah, kertas, karton, acrylic, triplek, hingga kayu. Tergantung permintaan dari para pembeli, tentunya dengan harga yang berbeda pula. Meski terbuat dari bahan yang berbeda, bentuknya juga masih bisa dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Untuk pengerjaannya, Yus mengaku dalam satu hari hanya bisa membuat dua hingga tiga miniatur gerbong saja. Padahal, sudah dikerjakan oleh dua orang sekaligus. Pengerjaan yang paling sulit adalah menambahkan detail bagiannya. “Butuh ketelatenan ekstra. Untuk membuat bagian detailnya itu,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, miniatur gerbong kereta yang dibuat memang hampir mirip aslinya. Termasuk nomor gerbong dan bagian lain seperti rantai dan lain sebagainya. Lengkap dengan potongan rel kereta di bawahnya. Sementara warnanya, biasanya didominasi oleh warna hitam.

Ternyata, miniatur ini sudah banyak dibeli oleh orang luar Bondowoso. Bahkan, ada pecinta sejarah di Jakarta yang membelinya. Sementara orang Bondowoso sendiri, lanjut Yus, masih sangat minim sekali. (Ham/dwi)

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Untuk mendapatkan miniatur kereta api atau gerbong yang sesuai keinginan, tentu memang membutuhkan upaya dan proses panjang. Hal ini tidak lepas dari pembuatannya yang cukup rumit, khususnya pada bagian detail gerbong. Semua komponen harus dibuat dengan sabar, sehingga hasilnya bisa menyerupai aslinya.

Nostalgia dengan Miniatur Gerbong Maut Bersejarah

Salah satu yang membuat miniatur gerbong adalah Yusuf Ikhtiarto. Meski sudah memiliki ide yang sudah cukup lama, dia mengaku baru membuat miniatur yang dimaksud, sejak pandemi Covid-19 melanda. Keinginan untuk bisa memproduksi barang tersebut, berawal dari keresahannya, karena Bondowoso tidak memiliki souvenir khas. “Saya ingin Bondowoso punya souvenir khas begitu,” katanya.

Apalagi gerbong maut dinilai memiliki nilai sejarah yang cukup kental. Oleh sebab itu, pria yang akrab disapa Yus ini memutuskan untuk membuat miniatur gerbong maut. Dengan tujuan membangkitkan jiwa nasionalisme, dengan mengetahui sejarah para pejuang terdahulu yang sudah gugur sebelumnya.

Ada banyak bahan yang dapat digunakan untuk membuat barang ini, mulai dari limbah, kertas, karton, acrylic, triplek, hingga kayu. Tergantung permintaan dari para pembeli, tentunya dengan harga yang berbeda pula. Meski terbuat dari bahan yang berbeda, bentuknya juga masih bisa dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Untuk pengerjaannya, Yus mengaku dalam satu hari hanya bisa membuat dua hingga tiga miniatur gerbong saja. Padahal, sudah dikerjakan oleh dua orang sekaligus. Pengerjaan yang paling sulit adalah menambahkan detail bagiannya. “Butuh ketelatenan ekstra. Untuk membuat bagian detailnya itu,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember, miniatur gerbong kereta yang dibuat memang hampir mirip aslinya. Termasuk nomor gerbong dan bagian lain seperti rantai dan lain sebagainya. Lengkap dengan potongan rel kereta di bawahnya. Sementara warnanya, biasanya didominasi oleh warna hitam.

Ternyata, miniatur ini sudah banyak dibeli oleh orang luar Bondowoso. Bahkan, ada pecinta sejarah di Jakarta yang membelinya. Sementara orang Bondowoso sendiri, lanjut Yus, masih sangat minim sekali. (Ham/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca