alexametrics
30.4 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Produk SMK Butuh Pasar

Dispendik Jatim Bakal Optimalkan Stakeholder

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hasil pertanian SMK-SMK di Jawa Timur masih sulit dipasarkan ke masyarakat umum. Padahal, produknya terus mengalami peningkatan. Salah satunya produk pertanian SMK PP Negeri 1 Tegalampel  Bondowoso. Pemasaran masih dilakukan secara mandiri.

Hal itu disampaikan Suprihandoko alias Pak Bei, Kepala SMKN Panji Situbondo, yang menjadi presenter dalam acara kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Dr Wahid Wahyudi di SMK PP Negeri 1 Tegalampel. “Saat ini banyak SMK pertanian di Jawa Timur masih memasarkan produknya sendiri-sendiri,” kata Pak Bei kepada Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi.

Lantas, Pak Bei bertanya apakah ada program terpadu dari Dispendik Jatim untuk membangun pemasaran produk pertanian dari SMK-SMK pertanian yang ada. Pasalnya, banyak produk pertanian dan diversifikasinya yang dipasarkan sendiri oleh SMK-SMK tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Atas pertanyaan itu, Kepala Dispendik Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa kini di Jatim sudah ada 20 yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan menjadi BLUD, maka SMK bisa lebih leluasa mengelola potensinya. Termasuk pengelolaan keuangan secara mandiri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hasil pertanian SMK-SMK di Jawa Timur masih sulit dipasarkan ke masyarakat umum. Padahal, produknya terus mengalami peningkatan. Salah satunya produk pertanian SMK PP Negeri 1 Tegalampel  Bondowoso. Pemasaran masih dilakukan secara mandiri.

Hal itu disampaikan Suprihandoko alias Pak Bei, Kepala SMKN Panji Situbondo, yang menjadi presenter dalam acara kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Dr Wahid Wahyudi di SMK PP Negeri 1 Tegalampel. “Saat ini banyak SMK pertanian di Jawa Timur masih memasarkan produknya sendiri-sendiri,” kata Pak Bei kepada Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi.

Lantas, Pak Bei bertanya apakah ada program terpadu dari Dispendik Jatim untuk membangun pemasaran produk pertanian dari SMK-SMK pertanian yang ada. Pasalnya, banyak produk pertanian dan diversifikasinya yang dipasarkan sendiri oleh SMK-SMK tersebut.

Atas pertanyaan itu, Kepala Dispendik Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa kini di Jatim sudah ada 20 yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan menjadi BLUD, maka SMK bisa lebih leluasa mengelola potensinya. Termasuk pengelolaan keuangan secara mandiri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Hasil pertanian SMK-SMK di Jawa Timur masih sulit dipasarkan ke masyarakat umum. Padahal, produknya terus mengalami peningkatan. Salah satunya produk pertanian SMK PP Negeri 1 Tegalampel  Bondowoso. Pemasaran masih dilakukan secara mandiri.

Hal itu disampaikan Suprihandoko alias Pak Bei, Kepala SMKN Panji Situbondo, yang menjadi presenter dalam acara kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Dr Wahid Wahyudi di SMK PP Negeri 1 Tegalampel. “Saat ini banyak SMK pertanian di Jawa Timur masih memasarkan produknya sendiri-sendiri,” kata Pak Bei kepada Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi.

Lantas, Pak Bei bertanya apakah ada program terpadu dari Dispendik Jatim untuk membangun pemasaran produk pertanian dari SMK-SMK pertanian yang ada. Pasalnya, banyak produk pertanian dan diversifikasinya yang dipasarkan sendiri oleh SMK-SMK tersebut.

Atas pertanyaan itu, Kepala Dispendik Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa kini di Jatim sudah ada 20 yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan menjadi BLUD, maka SMK bisa lebih leluasa mengelola potensinya. Termasuk pengelolaan keuangan secara mandiri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/