alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Permintaan Batu Bata Lokal Bergairah

Gegara Banyak Renovasi Rumah

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru Covid-19 membuat ekonomi masyarakat mulai membaik, termasuk para perajin batu bata. Sebab, ketika masyarakat berdiam diri di rumah, rupanya justru banyak yang membangun atau merenovasi rumah.

Kondisi tersebut membuat permintaan batu bata naik. Kenyataan ini menjadi pemompa semangat para perajin bata di Desa Taman, Grujugan. Terlihat pikap pengangkut tanah liat keluar masuk area produksi batu bata untuk mengirim bahan baku. Marsuki, 50, warga Desa Taman, Grujugan, yang menjadi perajin batu bata, mengaku, untuk bahan baku pihaknya membeli Rp 85 ribu per pikap. “Dulu awal-awal tanah sendiri yang dipakai sebagai bahan baku. Kini kami mendatangkan dari luar,” jelasnya.

Dia mengaku, dua bulan pertama korona sempat tak permintaan sama sekali. Berikutnya, mulai ada satu demi satu hingga saat ini. Permintaannya terus meningkat. Untuk harga batu bata per seribu dipatok harga Rp 400 ribu – Rp 440 ribu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru Covid-19 membuat ekonomi masyarakat mulai membaik, termasuk para perajin batu bata. Sebab, ketika masyarakat berdiam diri di rumah, rupanya justru banyak yang membangun atau merenovasi rumah.

Kondisi tersebut membuat permintaan batu bata naik. Kenyataan ini menjadi pemompa semangat para perajin bata di Desa Taman, Grujugan. Terlihat pikap pengangkut tanah liat keluar masuk area produksi batu bata untuk mengirim bahan baku. Marsuki, 50, warga Desa Taman, Grujugan, yang menjadi perajin batu bata, mengaku, untuk bahan baku pihaknya membeli Rp 85 ribu per pikap. “Dulu awal-awal tanah sendiri yang dipakai sebagai bahan baku. Kini kami mendatangkan dari luar,” jelasnya.

Dia mengaku, dua bulan pertama korona sempat tak permintaan sama sekali. Berikutnya, mulai ada satu demi satu hingga saat ini. Permintaannya terus meningkat. Untuk harga batu bata per seribu dipatok harga Rp 400 ribu – Rp 440 ribu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Era kenormalan baru Covid-19 membuat ekonomi masyarakat mulai membaik, termasuk para perajin batu bata. Sebab, ketika masyarakat berdiam diri di rumah, rupanya justru banyak yang membangun atau merenovasi rumah.

Kondisi tersebut membuat permintaan batu bata naik. Kenyataan ini menjadi pemompa semangat para perajin bata di Desa Taman, Grujugan. Terlihat pikap pengangkut tanah liat keluar masuk area produksi batu bata untuk mengirim bahan baku. Marsuki, 50, warga Desa Taman, Grujugan, yang menjadi perajin batu bata, mengaku, untuk bahan baku pihaknya membeli Rp 85 ribu per pikap. “Dulu awal-awal tanah sendiri yang dipakai sebagai bahan baku. Kini kami mendatangkan dari luar,” jelasnya.

Dia mengaku, dua bulan pertama korona sempat tak permintaan sama sekali. Berikutnya, mulai ada satu demi satu hingga saat ini. Permintaannya terus meningkat. Untuk harga batu bata per seribu dipatok harga Rp 400 ribu – Rp 440 ribu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/