alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bondowoso Republik Kopi Kembali, DPRD Desak Pembinaan Pengusaha Kopi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Bondowoso menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) juga disambut baik oleh DPRD setempat. Bahkan, tidak hanya itu, mereka menyarankan pembinaan kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang kopi untuk segera diberikan kembali.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Bondowoso Tohari. Menurut dia, keberadaan program BRK sudah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha kopi di Bondowoso. Baik yang berada di hulu hingga yang berada di hilir.

Selain itu, BRK sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, bukan hanya masyarakat Bondowoso, melainkan masyarakat luar dari tingkat regional hingga nasional, bahkan internasional. Meski demikian, pihaknya menyayangkan program baik itu sempat redup dalam beberapa waktu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baginya, ada beberapa faktor yang membuat brand BRK tidak lagi bersinar terang. Salah satunya karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas Bondowoso Gemilang (PT Bogem) yang bergerak dalam bidang kopi dianggap bermasalah. Apalagi diketahui sejumlah direksinya tersandung kasus korupsi. “Saya kira pemerintah daerah belum bisa mengelola isu itu. Sehingga kopi Bondowoso dianggap bermasalah. Sangat sayang kemarin tidak ditindaklanjuti (nasib BRK, Red),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tohari menyarankan kepada Pemkab Bondowoso serta instansi terkait lainnya untuk meneruskan upaya-upaya dari pemerintahan sebelumnya. Sebab, dengan demikian, pihaknya meyakini perkopian di Bondowoso akan kembali menggeliat seperti dahulu kala.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Bondowoso menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) juga disambut baik oleh DPRD setempat. Bahkan, tidak hanya itu, mereka menyarankan pembinaan kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang kopi untuk segera diberikan kembali.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Bondowoso Tohari. Menurut dia, keberadaan program BRK sudah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha kopi di Bondowoso. Baik yang berada di hulu hingga yang berada di hilir.

Selain itu, BRK sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, bukan hanya masyarakat Bondowoso, melainkan masyarakat luar dari tingkat regional hingga nasional, bahkan internasional. Meski demikian, pihaknya menyayangkan program baik itu sempat redup dalam beberapa waktu.

Baginya, ada beberapa faktor yang membuat brand BRK tidak lagi bersinar terang. Salah satunya karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas Bondowoso Gemilang (PT Bogem) yang bergerak dalam bidang kopi dianggap bermasalah. Apalagi diketahui sejumlah direksinya tersandung kasus korupsi. “Saya kira pemerintah daerah belum bisa mengelola isu itu. Sehingga kopi Bondowoso dianggap bermasalah. Sangat sayang kemarin tidak ditindaklanjuti (nasib BRK, Red),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tohari menyarankan kepada Pemkab Bondowoso serta instansi terkait lainnya untuk meneruskan upaya-upaya dari pemerintahan sebelumnya. Sebab, dengan demikian, pihaknya meyakini perkopian di Bondowoso akan kembali menggeliat seperti dahulu kala.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana Pemkab Bondowoso menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi (BRK) juga disambut baik oleh DPRD setempat. Bahkan, tidak hanya itu, mereka menyarankan pembinaan kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang kopi untuk segera diberikan kembali.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Bondowoso Tohari. Menurut dia, keberadaan program BRK sudah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha kopi di Bondowoso. Baik yang berada di hulu hingga yang berada di hilir.

Selain itu, BRK sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan, bukan hanya masyarakat Bondowoso, melainkan masyarakat luar dari tingkat regional hingga nasional, bahkan internasional. Meski demikian, pihaknya menyayangkan program baik itu sempat redup dalam beberapa waktu.

Baginya, ada beberapa faktor yang membuat brand BRK tidak lagi bersinar terang. Salah satunya karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas Bondowoso Gemilang (PT Bogem) yang bergerak dalam bidang kopi dianggap bermasalah. Apalagi diketahui sejumlah direksinya tersandung kasus korupsi. “Saya kira pemerintah daerah belum bisa mengelola isu itu. Sehingga kopi Bondowoso dianggap bermasalah. Sangat sayang kemarin tidak ditindaklanjuti (nasib BRK, Red),” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tohari menyarankan kepada Pemkab Bondowoso serta instansi terkait lainnya untuk meneruskan upaya-upaya dari pemerintahan sebelumnya. Sebab, dengan demikian, pihaknya meyakini perkopian di Bondowoso akan kembali menggeliat seperti dahulu kala.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/